INDOZONE.ID - Banyak pembunuh berantai dalam sejarah kriminal dunia akhirnya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman atas kejahatan mereka. Namun, beberapa di antaranya tidak hanya menghadapi hukuman penjara atau vonis mati, melainkan juga mengalami balasan brutal dari masyarakat, sesama narapidana, hingga keluarga korban.
Sebagian kasus menunjukkan bagaimana amarah publik terhadap pelaku kejahatan sadis bisa berubah menjadi aksi main hakim sendiri. Ada pula pembunuh berantai yang justru tewas di balik jeruji besi karena dibenci narapidana lain akibat kekejaman yang mereka lakukan.
Berikut lima pembunuh berantai yang akhirnya merasakan konsekuensi mengerikan dari tindakan mereka sendiri.
1. Masten Wanjala
Masten Wanjala merupakan pembunuh berantai asal Kenya yang menggemparkan publik setelah mengaku membunuh sedikitnya 10 anak laki-laki di Nairobi selama kurun lima tahun.
Baca juga: Psikoanalisis Pembunuh Berantai Berdasarkan Teori Carl Jung
Dalam pengakuannya kepada polisi pada 2021, Wanjala menyebut dirinya membius, menyerang, hingga membunuh para korban. Dalam beberapa kasus, ia bahkan disebut meminum darah korban.
Kemarahan publik Kenya memuncak ketika Wanjala berhasil kabur dari tahanan polisi. Pelariannya menjadi skandal besar bagi aparat keamanan setempat.
Namun, pelarian itu tidak berlangsung lama. Dua hari setelah kabur, Wanjala kembali ke kampung halamannya dan bersembunyi di sebuah rumah kosong. Warga yang mengetahui keberadaannya langsung mendatangi lokasi dan memutuskan mengambil tindakan sendiri.
Sekelompok warga akhirnya menangkap dan mencekik Wanjala hingga tewas sebelum polisi tiba.
2. Richard Ramirez
Nama Richard Ramirez dikenal sebagai “The Night Stalker”, pembunuh berantai yang meneror Los Angeles pada pertengahan 1980-an.
Baca juga: 11 Pembunuh Berantai Zodiak Aries: Ada Sosok Pembunuh Bayaran Paling Kejam
Ramirez melakukan serangkaian pembunuhan, pemerkosaan, dan penyiksaan brutal yang membuat warga Los Angeles hidup dalam ketakutan. Setelah polisi merilis foto dirinya ke publik, wajah Ramirez langsung tersebar di berbagai media.
Pada 31 Agustus 1985, Ramirez yang sedang dalam perjalanan kembali ke Los Angeles dari Arizona menyadari terminal bus dipenuhi polisi. Ia panik dan mencoba bersembunyi di sebuah toko swalayan.
Namun, warga langsung mengenalinya dari foto di surat kabar. Ramirez kemudian mencoba kabur dan sempat gagal mencuri mobil.
Tak lama kemudian, sekelompok warga mengejarnya hingga berhasil menangkap dan memukulinya sampai babak belur. Polisi yang datang ke lokasi bahkan nyaris kesulitan menyelamatkan Ramirez dari amukan massa.
Meski selamat dari pengeroyokan tersebut, Ramirez menghabiskan sisa hidupnya di penjara hingga meninggal pada 2013.
3. Michael Madison
Michael Madison merupakan pembunuh berantai asal Cleveland, Ohio, yang ditangkap pada 2013 setelah polisi menemukan tiga mayat perempuan membusuk di sekitar rumahnya.
Selama persidangan, Madison dikenal sering menyeringai ketika keluarga korban memberikan kesaksian di pengadilan. Sikap itu memicu kemarahan keluarga korban, terutama Van Terry, ayah dari salah satu korban bernama Shirellda Terry.
Baca juga: Kisah Robert Durst, Serial Killer Dalam Film Dokumentar yang Tak Sengaja Mengakui Kejahatannya
Dalam salah satu sidang, Van Terry tidak mampu menahan emosinya dan mencoba menyerang Madison di ruang sidang. Aksinya berhasil dihentikan petugas keamanan sebelum mencapai terdakwa.
Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa besarnya kemarahan keluarga korban terhadap pembunuh berantai itu. Madison akhirnya dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan yang dilakukannya.
4. Jeffrey Dahmer
Jeffrey Dahmer dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai paling sadis dalam sejarah Amerika Serikat. Dijuluki “Monster Milwaukee”, Dahmer membunuh 17 pria dan anak laki-laki antara 1978 hingga 1991.
Kejahatannya mencakup mutilasi, kanibalisme, hingga nekrofilia yang membuat namanya menjadi simbol horor kriminal modern.
Setelah ditangkap, Dahmer dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Columbia, Wisconsin. Namun, hidupnya di balik penjara jauh dari aman.
Baca juga: Deretan Pembunuh Berantai yang Paling Banyak Disorot di Era-1970-an
Pada 1994, Dahmer sempat diserang narapidana lain menggunakan pisau cukur rakitan, tetapi berhasil selamat.
Beberapa bulan kemudian, ia kembali diserang oleh narapidana bernama Christopher Scarver di area gym penjara. Scarver memukul Dahmer secara brutal hingga tewas.
Scarver kemudian mengaku merasa muak dengan kejahatan-kejahatan mengerikan yang dilakukan Dahmer. Hingga kini, kasus kematian Dahmer masih menjadi salah satu pembunuhan paling terkenal yang terjadi di dalam penjara Amerika Serikat.
5. Albert DeSalvo
Albert DeSalvo dikenal luas sebagai sosok yang diduga kuat merupakan “Boston Strangler”, pembunuh berantai yang meneror Boston pada awal 1960-an.
Meski masih ada perdebatan apakah DeSalvo benar-benar bertanggung jawab atas seluruh pembunuhan tersebut, ia sempat mengaku melakukan serangkaian kejahatan terhadap 13 perempuan.
DeSalvo dipenjara sejak 1967 dan menjalani hukuman seumur hidup. Namun, enam tahun kemudian ia ditemukan tewas setelah ditikam di penjara Walpole, Massachusetts.
Pelaku penikaman diduga merupakan gangster Irlandia-Amerika bernama Robert Wilson yang terkait kelompok kriminal Winter Hill Gang.
Motif pembunuhan DeSalvo masih menjadi perdebatan. Ada yang menyebut karena konflik bisnis narkoba di dalam penjara, sementara teori lain menyebut para gangster muak dengan kejahatan terhadap perempuan yang dikaitkan dengan DeSalvo.
Baca juga: Kisah Amarjeet Sada, Bocah Serial Killer Termuda yang Tersenyum saat Mengakui Membunuh
Akhir Tragis Para Pembunuh Berantai
Meski secara hukum aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan, banyak kasus menunjukkan bahwa pembunuh berantai sering menjadi target kebencian publik maupun narapidana lain karena kekejaman mereka.
Bagi keluarga korban, hukuman terhadap pelaku mungkin tidak pernah benar-benar menghapus luka. Namun, berbagai kasus ini memperlihatkan bagaimana sebagian pembunuh berantai akhirnya mengalami konsekuensi brutal atas tindakan yang mereka lakukan sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crimeinvestigation.co.uk