Nyata dan Mengerikan! Pria Ini Coba Bunuh Korban karena Yakin Dirinya Karakter 'Friday the 13th'
INDOZONE.ID - Kasus mengerikan terjadi di London ketika seorang pria mencoba membunuh seorang wanita karena meyakini dirinya sebagai karakter film horor Friday the 13th.
Melansir laman The Mirror, Rabu (29/04/2026) insiden ini melibatkan seorang pria bernama Cray Allen yang mengalami gangguan mental serius.
Percaya Dirinya Jason Voorhees
Dalam persidangan terungkap bahwa Cray Allen membeli gergaji mesin dan melakukan serangan karena percaya dirinya adalah Jason Voorhees, sosok pembunuh bertopeng dalam film tersebut.
Pria berusia 40 tahun itu bahkan diketahui memiliki topeng hoki khas Jason dan menggunakan gambar karakter tersebut sebagai foto profil WhatsApp.
Keyakinannya semakin kuat karena ia lahir pada hari Jumat tanggal 13, yang identik dengan cerita horor tersebut.
Baca juga: 11 Pembunuh Berantai Zodiak Aries: Ada Sosok Pembunuh Bayaran Paling Kejam
Serangan Brutal di Tengah Malam
Berdasarkan laporan pengadilan, kejadian berlangsung di sebuah pusat pemulihan di kawasan Lee, London tenggara. Pada malam Jumat, 13 Juni, korban terbangun dan melihat Cray berdiri di ujung tempat tidurnya sambil membawa gergaji mesin.
Pelaku kemudian melontarkan kata kasar sebelum menyerang korban. Akibatnya, wanita tersebut mengalami luka di bagian tangan, lengan, dan wajah.
Beruntung, penghuni lain segera datang dan menghentikan aksi tersebut sebelum situasi menjadi lebih fatal.
Hakim menyebut serangan ini sangat berbahaya, mengingat korban berada dalam kondisi rentan dan seharusnya berada di tempat yang aman.
Gangguan Mental Jadi Pemicu
Melansir laman The Mirror, pengadilan juga mengungkap bahwa Allen mengalami psikosis disertai halusinasi pendengaran saat kejadian berlangsung.
Ia mengaku mendengar suara yang menyuruhnya menghukum korban karena dianggap telah membuat Tuhan marah.
Bahkan saat ditangkap, ia mengatakan bahwa dirinya dipilih untuk menjalankan “hukuman” tersebut, mirip dengan peran Jason dalam film.
Baca juga: Kasus Kematian Yuki Adachi, Bocah Asal Jepang yang Tersangkanya Ayah Kandungnya Sendiri
Beberapa hari sebelum kejadian, keluarga pelaku sebenarnya sudah mengkhawatirkan kondisi mentalnya. Namun, tidak ada tindakan yang cukup untuk mencegah insiden tersebut terjadi.
Putusan Pengadilan dan Penanganan
Dalam sidang di Pengadilan Mahkota Woolwich, juri menyatakan Cray bersalah atas percobaan pembunuhan. Ia kemudian dijatuhi hukuman berupa perintah perawatan di rumah sakit dengan pengawasan ketat, bukan penjara.
Menurut psikiater forensik yang terlibat, langkah ini dinilai lebih tepat untuk melindungi masyarakat sekaligus memberikan penanganan medis yang dibutuhkan oleh pelaku.
Dampak Trauma pada Korban
Korban dalam kasus ini mengaku mengalami trauma mendalam. Dalam pernyataannya, ia mengatakan masih teringat kejadian tersebut setiap kali melihat bekas luka di tubuhnya.
Ia juga merasa nyawanya benar-benar terancam saat kejadian berlangsung, terutama karena serangan terjadi ketika ia sedang tertidur dan tidak siap menghadapi bahaya.
Baca juga: Deretan Pembunuh Berantai yang Paling Banyak Disorot di Era-1970-an
Kasus ini menunjukkan bagaimana gangguan mental yang tidak tertangani dapat berujung pada tindakan berbahaya.
Berdasarkan laporan The Mirror, keyakinan pelaku bahwa dirinya adalah karakter film horor menjadi faktor utama yang memicu serangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama ketika tanda-tanda gangguan mulai terlihat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Mirror