INDOZONE.ID - Ibu kandung Kim Jong Un jarang dibahas dalam narasi resmi Korea Utara. Padahal, tokoh perempuan bernama Ko Yong Hui memiliki peran penting dalam sejarah keluarga pemimpin negara tersebut.
Identitas dan latar belakangnya lama diselimuti misteri, bahkan tidak banyak diketahui oleh masyarakat Korea Utara sendiri.
Kisah hidup Ko Yong Hui banyak diungkap melalui penelitian jurnalis Jepang Gomi Yoji. Dalam penelitiannya, ia menelusuri perjalanan keluarga Ko hingga menemukan sejumlah kerabat yang tinggal di Jepang.
Baca juga: Kilas Balik Kisah Otto Warmbier, Mahasiswa Amerika yang Ditahan 17 Bulan di Korea Utara
Latar Belakang Keluarga di Jepang
Ko Yong Hui berasal dari keluarga Korea yang pernah menetap di Jepang. Ayahnya, Ko Kyong Thaek, berasal dari Pulau Jeju di selatan Semenanjung Korea.
Pada masa Kekaisaran Jepang, ia pindah ke Osaka untuk mencari kehidupan yang lebih baik, seperti banyak warga Korea lainnya saat itu.
Ketika Perang Dunia II berlangsung dan situasi di Jepang semakin tidak aman, keluarga tersebut sempat kembali ke Korea. Namun setelah konflik politik dan perang di Semenanjung Korea, mereka kembali ke Jepang sebelum akhirnya memilih menetap di Korea Utara.
Masa Kecil hingga Pindah ke Korea Utara
Ko Yong Hui lahir di Osaka dan menghabiskan masa kecilnya di Jepang. Saat berusia sekitar 10 tahun, ia bersama keluarganya mengikuti program repatriasi besar-besaran yang memindahkan puluhan ribu warga Korea dari Jepang ke Korea Utara.
Baca juga: Kisah Pencurian Mobil Terbesar Sepanjang Sejarah: Korea Utara Tak Bayar 1.000 Unit Volvo dari Swedia
Perjalanan itu dilakukan pada tahun 1962 melalui pelabuhan Niigata menuju kota Chongjin. Program tersebut berlangsung selama beberapa dekade dan melibatkan lebih dari 90 ribu warga Korea yang tinggal di Jepang.
Karier Seni dan Pertemuan dengan Kim Jong Il
Setelah menetap di Pyongyang, Ko Yong Hui menempuh pendidikan di sekolah seni yang fokus pada tari dan musik. Ia kemudian bergabung dengan kelompok seni terkenal di negara itu, yaitu Mansudae Art Troupe.
Bakat dan penampilannya membuatnya dikenal di lingkungan seni Korea Utara. Pada awal 1970-an, ia menarik perhatian Kim Jong Il yang saat itu memiliki pengaruh besar dalam bidang propaganda dan budaya.
Baca juga: Dugaan Penyebab Banjir Bandang Korea Selatan, Katanya Akibat Ulah dari Korea Utara
Hubungan keduanya kemudian berkembang, dan Ko Yong Hui melahirkan tiga anak, Kim Jong Chol, Kim Jong Un, serta Kim Yo Jong.
Kehidupan yang Tidak Pernah Diakui Secara Terbuka
Meski memiliki hubungan dekat dengan Kim Jong Il, posisi Ko Yong Hui tidak pernah diakui secara resmi oleh pendiri negara, Kim Il Sung.
Ia juga tidak pernah diperkenalkan secara terbuka kepada publik sebagai pasangan pemimpin tersebut.
Situasi ini membuat identitasnya tetap tersembunyi dalam narasi politik Korea Utara selama bertahun-tahun.
Wafat di Luar Negeri
Pada tahun 2004, Ko Yong Hui meninggal dunia setelah menjalani perawatan kanker payudara di sebuah rumah sakit di Paris, Prancis.
Ia tidak sempat menyaksikan putranya, Kim Jong Un, naik menjadi pemimpin negara beberapa tahun kemudian.
Meski pernah muncul secara singkat dalam dokumenter internal pemerintah pada 2011, sosok Ko Yong Hui tetap jarang ditampilkan kepada publik Korea Utara.
Baca juga: Beda dari Negara Lain, Berikut 3 Fakta Seputar Akses Internet di Korea Utara
Latar belakangnya sebagai warga Korea yang pernah tinggal di Jepang dianggap sensitif, terutama karena propaganda resmi negara sering menekankan garis keturunan revolusioner keluarga Kim.
Hingga kini, kisah hidup Ko Yong Hui masih menjadi bagian menarik dari sejarah keluarga pemimpin Korea Utara yang belum sepenuhnya terungkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NK News