INDOZONE.ID - Jauh sebelum nama Jack the Ripper bikin warga London susah tidur, kota ini sudah lebih dulu diteror oleh sosok misterius yang nggak kalah bikin merinding. Namanya Spring-Heeled Jack.
Legenda urban ini bukan cuma soal penjahat biasa, tapi tentang figur aneh dengan kemampuan melompat di luar nalar, wajah mengerikan, dan aksi teror yang menyasar wanita serta anak-anak.
Kisah tragis yang menyeret namanya ini menyebar dari mulut ke mulut, diperkuat media, dan bertahan puluhan tahun hingga akhirnya jadi bagian dari cerita rakyat era Victoria.
Siapa sebenarnya Spring-Heeled Jack, dan kenapa kisahnya begitu membekas sampai sekarang?
Yuk, simak kisah Spring-Heeled Jack dilansir dari YouTube/Azlan Arafi Saragih selengkapnya!
Baca juga: Identitas Jack the Ripper Terungkap: Misteri Pembunuh Paling Legendaris di Dunia Terpecahkan
Asal-usul Julukan Spring-Heeled Jack
Nama Spring Heeled Jack terdengar unik, bahkan terkesan absurd. Julukan ini muncul karena kemampuan sosok tersebut yang dianggap tidak manusiawi.
Banyak saksi mata melihatnya, melompati tembok setinggi sekitar 10 kaki tanpa kesulitan.
Ada juga laporan yang menyebutkan, ia bisa berpindah dari satu atap gedung ke gedung lain, seolah kakinya dipasangi pegas.
Di era 1800-an, kemampuan fisik seperti ini jelas bikin orang langsung berpikir ke arah supranatural.
Sepatu dengan teknologi pegas memang belum dikenal luas, jadi wajar kalau warga London saat itu menganggap Jack bukan manusia biasa.
Dari sinilah nama “Jack bertumit pegas” melekat dan terus digunakan hingga sekarang.
Wujud yang Digambarkan Bikin Merinding
Deskripsi Spring-Heeled Jack beda-beda, tapi hampir semuanya sama-sama menyeramkan.
Ia sering digambarkan sebagai pria berjubah gelap yang muncul tiba-tiba di malam hari. Matanya disebut-sebut merah dan bersinar, menatap korban dengan ekspresi dingin yang bikin lutut lemas.
Beberapa laporan menyebutkan, Jack memiliki cakar logam di tangannya, yang digunakan untuk mencakar korban.
Ada juga saksi yang mengatakan, wajahnya terlihat seperti memakai topeng aneh, bahkan bertanduk.
Nah yang paling ekstrem, beberapa korban mengaku Jack bisa menyemburkan api biru dari mulutnya.
Entah itu trik kimia atau hal lain, api biru ini jadi salah satu ciri paling ikonik dalam kisah Spring-Heeled Jack.
Awal Kemunculan yang Dianggap Lelucon
Kemunculan awal Spring-Heeled Jack sebenarnya sudah tercatat sejak tahun 1826. Saat itu, media London sempat menulis laporan tentang pria misterius dengan sepatu pegas.
Namun, banyak orang menganggapnya cuma lelucon atau ulah pria mabuk yang cari sensasi.
Semua berubah pada tahun 1837. Laporan serangan mulai muncul dan jumlahnya tidak sedikit. Korbannya bukan satu dua orang, dan ceritanya pun konsisten yaitu sosok misterius muncul tiba-tiba, menyerang, lalu menghilang dengan lompatan tinggi yang mustahil dikejar.
Kasus Mary Stephens yang Menggegerkan
Salah satu laporan paling awal yang bikin publik mulai serius adalah, kasus Mary Stephens pada tahun 1837.
Ia mengaku diserang oleh sosok aneh di jalan. Jack tiba-tiba melompat ke arahnya, mencakar tubuhnya, lalu kabur dengan cepat.
Kasus ini menyebar luas dan membuat banyak wanita muda mulai merasa tidak aman, terutama saat berjalan sendirian di malam hari.
Gang-gang gelap dan pinggiran kota London berubah jadi tempat yang semakin menakutkan.
Teror yang Menyasar Wanita dan Anak-anak
Mayoritas korban Spring-Heeled Jack adalah wanita dan anak-anak. Hal ini membuat teror yang ditimbulkan jadi berlipat ganda.
Bukan cuma soal luka fisik, tapi juga trauma psikologis. Banyak keluarga melarang anak perempuan mereka keluar rumah saat malam, dan suasana kota jadi penuh rasa curiga.
Spring-Heeled Jack sering digambarkan muncul tiba-tiba, menyerang secara mendadak, lalu menghilang sebelum ada yang sempat menolong.
Pola ini bikin warga merasa Jack seperti bayangan, ada tapi sulit ditangkap.
Baca juga: Kisah Tragis Kiera Larsen, Pahlawan Kecil yang Selamatkan Dua Balita dari Tabrakan Mobil Sport
Kasus Jane Alsop yang Paling Terkenal
Pada Februari 1838, terjadi salah satu kasus paling terkenal dalam sejarah Spring-Heeled Jack. Jane Alsop mendengar ketukan di pintu rumahnya.
Seorang pria mengaku sebagai polisi dan mengatakan bahwa Spring-Heeled Jack telah tertangkap. Ia meminta Jane mengambilkan lilin.
Begitu Jane datang membawa lilin, pria itu memperlihatkan wajah mengerikannya. Matanya merah menyala, dan ia langsung menyemburkan api biru ke arah Jane.
Setelah itu, ia mencakar dan merobek pakaian serta kulit Jane dengan cakar logam. Beruntung, saudara Jane datang tepat waktu dan menyelamatkannya.
Kasus ini bikin geger London. Polisi sempat menangkap seorang pria bernama Milbank, tapi bukti yang ada tidak cukup kuat. Pelaku sebenarnya tidak pernah tertangkap.
Lucy Scales dan Api Biru yang Mematikan
Sembilan hari setelah kasus Jane Alsop, teror kembali terjadi. Lucy Scales diserang dengan cara yang mirip.
Jack menyemburkan api biru ke wajahnya hingga Lucy jatuh koma. Insiden ini memperkuat keyakinan publik bahwa Spring-Heeled Jack bukan sekadar cerita karangan atau lelucon murahan.
Media semakin gencar memberitakan kasus-kasus ini, membuat nama Spring-Heeled Jack dikenal luas di seluruh Inggris.
Siapa Sebenarnya Spring-Heeled Jack?
Identitas Spring Heeled Jack jadi bahan perdebatan panjang. Polisi awalnya menduga ini hanyalah ulah pemabuk atau bangsawan nakal yang ingin mencari sensasi.
Ada juga teori yang menyebut Jack bukan satu orang, melainkan sekelompok peniru yang terinspirasi oleh pemberitaan media.
Setiap kali ada laporan baru, deskripsinya memang sedikit berbeda. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Spring-Heeled Jack adalah simbol teror, bukan individu tunggal. Siapa pun bisa meniru aksinya dan menunggangi ketakutan publik.
Penampakan Terakhir di Liverpool
Setelah puluhan tahun laporan penampakan, Spring-Heeled Jack akhirnya dilaporkan terlihat terakhir kali pada tahun 1904 di Liverpool.
Saksi mata mengatakan ia melompat-lompat di jalanan sebelum menghilang di atas atap gedung.
Setelah itu, tidak ada lagi laporan serius tentang kemunculannya. Namun, kisahnya sudah terlanjur tertanam dalam ingatan kolektif masyarakat Inggris.
Warisan dalam Budaya Populer
Meski terornya berhenti, Spring-Heeled Jack tidak pernah benar-benar menghilang. Kisahnya bertransformasi menjadi karakter fiksi dalam novel, cerita horor, hingga komik steampunk.
Ia jadi simbol ketakutan urban di era Victoria, sekaligus cerminan bagaimana media dan rumor bisa membentuk legenda.
Spring-Heeled Jack juga sering disebut sebagai pendahulu figur-figur kriminal terkenal lainnya, termasuk Jack the Ripper.
Bedanya, Jack yang satu ini lebih misterius, lebih fantastis, dan mungkin justru itu yang bikin ceritanya bertahan lama.
Baca juga: Kisah Tragis dan Ajaib Essie Dunbar: Dinyatakan Mati, lalu Hidup Lagi!
Spring-Heeled Jack bukan sekadar legenda menakutkan, tapi juga potret London di masa lalu yang penuh ketidakpastian.
Di tengah kota yang gelap, padat, dan rawan kejahatan, sosok seperti Jack tumbuh subur dalam imajinasi publik.
Entah ia manusia, sekelompok peniru, atau hanya mitos yang dibesar-besarkan, Spring-Heeled Jack tetap jadi salah satu legenda urban paling ikonik dalam sejarah.
Hingga kini, kisahnya masih bikin orang bertanya-tanya: apakah semua itu hanya cerita, atau pernah ada sosok yang benar-benar melompat di atas atap London pada malam yang sunyi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube