Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 19:00 WIB

Profil Aileen Wuornos, Ratunya Pembunuh Berantai Perempuan yang Diadaptasi Netflix

Author

Profil Aileen Wuornos, Pembunuh Berantai Perempuan yang Diadaptasi Jadi Film Netflix (people.com - IMDb)

INDOZONE.ID - Nama Aileen Wuornos menjadi salah satu kasus kriminal paling kontroversial dalam sejarah Amerika Serikat.

Aileen dikenal sebagai pembunuh berantai perempuan yang menewaskan tujuh pria di Florida pada akhir 1980 an hingga awal 1990 an.

Namun, di balik label kejam tersebut, kehidupan Aileen dipenuhi trauma, kekerasan, dan konflik yang masih memicu perdebatan hingga kini. Apakah ia merupakan seorang pembunuh berdarah dingin atau korban kekerasan yang membela diri?

Baca juga: 5 Arti Mimpi Menangis dalam Tidur Menurut Islam, Pertanda Apa Ya?

Masa Kecil yang Dipenuhi Kekerasan

Aileen Wuornos lahir pada tahun 1956 di pinggiran Detroit dari orang tua yang masih sangat muda. Ayahnya, Leo Pittman, tidak pernah hadir dalam hidupnya dan kemudian dipenjara seumur hidup karena kasus penculikan serta pemerkosaan anak. Ibunya pun meninggalkan Aileen dan kakaknya, Keith, untuk diasuh oleh kakek-nenek mereka.

Sejak kecil, Aileen mengaku mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual dari kakeknya. Trauma masa kecil ini yang akhirnya membentuk kehidupannya di kemudian hari.

Baca juga: Ilmuwan MIT Nuno Loureiro Ditembak di Rumahnya, Siapa Pelakunya?

Pada usia 15 tahun, Aileen melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diserahkan untuk diadopsi. Tidak lama setelah itu, Aileen putus sekolah dan mulai hidup berpindah-pindah, hingga akhirnya terjun ke dunia prostitusi.

Hidup di Jalanan dan Masalah Mental

Sebelum kasus pembunuhan terjadi, Aileen sudah beberapa kali berurusan dengan hukum. Ia pernah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, penyerangan, pencurian mobil, hingga perampokan bersenjata. 

Selain itu, Aileen juga mengalami gangguan kesehatan mental dan dilaporkan pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak enam kali diantara usia 14 hingga 22 tahun.

Baca juga: Menyingkap Rahasia Tahun Baru Bangsa Mesir: Dari Sungai Nil hingga Ritual Dewa

Kehidupan di jalanan Florida membuatnya bergantung pada pekerjaan sebagai pekerja prostitusi, terutama di sepanjang jalan raya. Dari sinilah rangkaian pembunuhan itu dimulai.

Awal Rangkaian Pembunuhan

Pembunuhan pertama Aileen diketahui terjadi pada November 1989. Korbannya adalah Richard Mallory, pria berusia 51 tahun yang menjemput Aileen.

Aileen mengaku membunuh Mallory karena dilecehkan dan disiksa yang membuatnya melepas tembakan beberapa kali hingga tewas.

Baca juga: Kilas Balik Tragedi Sisca Yofie: Kasus Penjambretan Sadis yang Berujung Vonis Mati

Meski Aileen bersikeras bertindak untuk membela diri, bukti di persidangan tidak sepenuhnya mendukung klaim tersebut. Namun, fakta bahwa Mallory pernah dihukum atas kasus kekerasan seksual di masa mudanya membuat kasus ini menjadi makin kompleks.

Total Tujuh Korban Jiwa

Setelah pembunuhan pertama, Aileen menewaskan enam pria lainnya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Para korban berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari pekerja konstruksi, penjual sosis, mantan kepala polisi, hingga petugas keamanan.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Menikah dengan Pacar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Sebagian besar ditemukan tewas akibat luka tembak, sementara satu korban tidak pernah ditemukan jasadnya.

Pola pembunuhan yang berulang membuat pihak berwenang menyimpulkan bahwa Aileen adalah pembunuh berantai, sebuah kategori yang sangat jarang dinobatkan pada perempuan saat itu.

Baca juga: Bukan Hadiah, Santa Ini Membawa Teror di Malam Natal

Penangkapan dan Pengakuan

Aileen akhirnya tertangkap pada Januari 1991 setelah sidik jarinya ditemukan di mobil salah satu korban.

Dalam pengakuannya, Aileen mengakui semua pembunuhan, tetapi tetap menegaskan bahwa ia bertindak untuk melindungi diri dari ancaman pelecehan. Namun, pernyataannya kerap berubah-ubah selama proses hukum.

Baca juga: Sejarah Penetapan 1 Januari sebagai Awal Tahun Baru dari Sejarah Romawi Kuno

Vonis Mati dan Tahun-Tahun Terakhir

Aileen didakwa atas pembunuhan enam pria dan dijatuhi hukuman mati sebanyak enam kali. Upaya bandingnya pun ditolak oleh berbagai pengadilan, termasuk Mahkamah Agung AS.

Menjelang hari eksekusi, Aileen sempat menyatakan bahwa ia memang membunuh para korban dan akan melakukannya lagi jika diberi kesempatan. 

Pada 9 Oktober 2002, Aileen Wuornos dieksekusi dengan suntikan mematikan. Kasusnya tetap dikenang sebagai salah satu cerita kriminal paling kompleks dan tragis dalam sejarah Amerika.

Baca juga: Biar Beruntung di 2026, Cek 7 Takhayul Tahun Baru dari Berbagai Belahan Dunia

Kisah Aileen Wuornos telah diangkat ke berbagai film dan dokumenter, termasuk film Monster (2003) dan Netflix Aileen: Queen of the Serial Killers yang sudah dirilis pada 30 Oktober 2025.

Hingga kini, perdebatan tentang apakah Aileen adalah monster kejam atau korban sistem dan kekerasan seksual masih terus berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: People.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU