INDOZONE.ID - Beberapa waktu lalu terjadi sebuah kebakaran hebat di salah satu gedung di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Akibat kebakaran ini, setidaknya 22 orang tewas dan puluhan lainnya jadi korban.
Salah satu petugas keamanan memberikan kesaksian dalam sebuah podcast di YouTube. Petugas tersebut bernama Rian, yang sudah 20 menjadi security di gedung tersebut. Rian menggambarkan gimana mencekamnya kondisi saat itu.
Api yang berawal kecil, makin lama membesar dan menghasilkan asap yang tebal. Api tersebut berasal dari ruang penyimpanan, berubah drastis saat ledakan terdengar. Asap tersebut menyebar hingga menutupi jalan satu-satunya pada gedung tersebut.
Baca juga: Sepak Terjang Yuan Shikai, Memulai Karier di Militer Hingga Terlibat Periode Penuh Gejolak Tiongkok
Tak hanya itu, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga tidak bisa digunakan, sehingga makin mempersulit proses evakuasi. Rian mengaku, ada sekitar 15 orang yang minta tolong pada dirinya.
Ia melompat ke gedung sebelah untuk mencari jalan keluar, walaupun awalnya sempat dilarang karena berbahaya. Rian tetap nekat, hingga akhirnya berhasil dapat titik temu di atas dan langsung memanjatnya.
Baca juga: Sengkolo, Mitos Jawa yang Kembali Bergema Jadi Perbincangan Warganet
Awal Proses Kejadian
Insiden ini pertama kali berawal dari api kecil yang muncul sekitar pukul 12.24. Namun, semakin lama api membesar dan mengakibatkan beberapa ledakan.
Rian mengaku mendengar ledakan tersebut dari pintu masuk sebelah kiri, yang ternyata adalah gudang. Diketahui, gudang tersebut berisikan beberapa alat seperti genset, baterai, dan banyak kardus.
Baca juga: 5 Hantu Paling Ditakuti di Dunia, Salah Satunya Asli Indonesia: Jangan Sampai Ketemu!
“Karena disitu ada kardus-kardus. Mungkin kalau dibilang pas lihat kejadian kebakaran, itu kayak ada genset, Bang. Itu genset kayak itu, kardus-kardus itu isinya genset semua. Sama mungkin ya ada baterai lah,” jelasnya.
Kondisi semakin keos, ditambah kepulan asap yang semakin tersebar ke semua sisi gedung. Selain itu, suara teriakan minta tolong pun semakin tidak karuan. Sebagian ada yang mencoba menyelamatkan diri kelur ke atas, ada juga yang turun tangga melewati asap tebal.
“Dia itu teriak dari tadi tuh gak ada yang ditolongin, ada yang bantu nolong, tapi emang susah bang. Susah ditolongin kita tuh bingung bang. Mau gimana gitu kan. Karena di kantor sebelah kosong. Di kantor sebelah lagi dikunci. Akhirnya saya niat untuk menolongin mereka bang,” kata Rian.
Awalnya Rian tidak diberikan izin karena terlalu berisiko, tapi ini berhasil membujuk yang punya perusahaan tersebut untuk menolong para korban.
Baca juga: Weton Wage: Konon Punya Jiwa Pengembara, Benarkah?
Proses Evakuasi
Dalam keadaan yang semakin tak karuan, Rian tetap berusaha untuk menolong korban lainnya. Ia juga sempat melihat seorang wanita yang ingin melompat, tapi segera ditahan oleh Rian.
“Dan juga pas ketemu itu, itu ada perempuan yang mau loncat, yang mau loncat, tiba-tiba saya bilang bang, tolong jangan loncat dulu, saya gituin, kan. Ini ada saya yang mau nolongin kalian. Akhirnya tiba-tiba dia turun dengan cepat itu di anak tangga terakhir. Saya langsung lompa bang. Langsung itu dia turun, lompat, ketemu lah sama saya, langsung saya peluk lah yang perempuan itu bang,” jelas Rian.
Tak lama setelah itu, Pemadam Kebakaran pun datang. Ia pun langsung meminta tangga untuk bantu proses evakuasi. Tapi karena anginnya kencang, tangga itu goyang-goyang dengan cukup dahsyat.
Baca juga: Apakah Sun Wukong dan Hanuman Merupakan Karakter yang Sama? Ini Penjelasannya!
Rian dan petugas Damkar juga berusaha untuk menjaga dan memegang tangga tersebut supaya tidak goyang. Selain itu, Rian juga mencoba untuk menenangkan beberapa orang yang sedang bersamanya.
“Saya sambil teriak gitu bang. Saya tenangin mereka di atas itu sampai teriak saya. Saya teriakin. Ya alhamdulillah, dia dengerin omongan saya, saya bilang, jangan lihat ke bawah. Jangan lihat ke bawah, di sini ada saya dan juga damkar yang nyelamatin kalian,” ucap Rian.
Proses evakuasi pun berjalan, hingga akhirnya Rian dan beberapa orang tersebut berhasil diselamatkan.
Baca juga: Sejarah Hari Ibu: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Refleksi Perjuangan Kaum Perempuan
Korban Terjebak dan Tewas
Ada beberapa karyawan yang memang berhasil diselamatkan, tapi Rian mengaku bahwa masih ada yang terjebak di lantai 3 dan 5. Pada saat itu Rian pun bingung, karena kondisinya sudah berjam-jam terjebak di dalam.
Rian selalu untuk terus berdoa supaya tidak terjadi apa-apa, tapi pada akhirnya sebanyak 22 orang dinyatakan tewas akibat insiden ini.
“Saya selalu berdoa, janganlah kenapa-napa gitu kan. Akhirnya yaudah, mungkin karena udah kelamaan disitu, meninggal semua bang. 22 orang itu yang terjebak di lantai 3 sama lantai 5. Ya, saya cuman berdoa aja bang. Saya sedih, jujur sedih,” jelas Rian.
Kebakaran ini akhirnya berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 3-4 jam proses. Setelah itu, pada petugas mulai melakukan evakuasi dengan memecahkan kata, khususnya di lantai 3 dan 5. Terlihat banyak mayat orang yang menjadi korban karena terjebak di dua lantai tersebut.
Rian menjelaskan, kondisi mayat tersebut sangat memperihatinkan, yaitu dalam keadaan hitam gosong akibat terbakar.
Baca juga: Petualangan Odysseus, Sang Raja Ithaca Dalam Perjalanan Pulang Yang Penuh Tantangan
“Itu kasian banget. Ya udah, akhirnya saya lihat satu persatu itu, keadaan posisinya hitam semua bang,” kata Rian.
Tragedi tidak berhenti sampai situ, Rian mengaku kerapkali mendengar suara tangisan dan teriakan pasca kejadian. Ada juga yang mengaku melihat sosok perempuan di area yang sudah dipasang garis polisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/@rjl5-FajarAditya