INDOZONE.ID - Museum Louvre di Paris bukan sekadar lokasi wisata biasa. Dulunya, ia merupakan benteng pertahanan abad ke-12, lalu berubah menjadi istana kerajaan, hingga pada tahun 1793 resmi menjadi museum nasional yang menyimpan ribuan artefak bersejarah dari berbagai periode waktu. Louvre menjadi rumah bagi karya-karya monumental seperti Mona Lisa, Venus de Milo, hingga Winged Victory, dengan total nilai koleksi mencapai sekitar Rp761,5 triliun. Tak heran museum ini menjadi museum seni paling banyak dikunjungi di dunia.
Aksi Perampokan 8 Menit yang Super Rapi
Pada pagi 19 Oktober 2025, sebuah truk dengan tangga otomatis berhenti di sisi Louvre yang menghadap Sungai Seine. Dua pria bertopeng, menyamar sebagai pekerja konstruksi, naik menggunakan tangga dan langsung menuju balkon lantai dua. Karena terlihat seperti pekerja renovasi, tidak ada yang merasa mencurigakan. Dengan gerinda tangan, mereka memotong jendela dan masuk ke Galeri Apollo. Alarm museum berbunyi pukul 09.37, tetapi mereka tetap melanjutkan aksi, mengambil perhiasan, lalu kabur naik dua sepeda motor pada 09.38. Total waktu di dalam museum hanya empat menit, seluruh operasi selesai dalam delapan menit.
Harta Kerajaan: Lebih dari Sekadar Koleksi Seni
Barang-barang yang dicuri bukan sekadar perhiasan berharga, mereka membawa nilai sejarah yang luar biasa. Di antaranya mahkota Permaisuri Eugeni yang dihiasi ribuan berlian, bros religius dari masa Louis XIV, bros mewah abad ke-19, set zamrud hadiah Napoleon kepada istrinya pada 1810, dan bagian dari set safir kerajaan. Secara ekonomi, nilainya mencapai hampir Rp1,7 triliun, namun nilai sejarahnya jauh lebih besar karena setiap objek adalah bukti nyata perjalanan aristokrasi Prancis.
Polisi Bergerak Cepat dan Penangkapan Empat Tersangka
Dalam waktu enam hari, penyidik menemukan DNA salah satu pelaku dari sarung tangan dan alat pemotong yang tertinggal. Empat orang pun ditangkap: seorang pria 30-an yang punya riwayat perampokan, seorang warga Aljazair yang hampir kabur ke luar negeri, serta pasangan suami-istri dari pinggiran Paris. Awalnya publik menduga pelakunya adalah profesional kelas internasional, tetapi jaksa kemudian menyebut mereka hanya kriminal kelas menengah. Namun sampai sekarang perhiasan yang dicuri belum ditemukan, memicu dugaan bahwa mereka mungkin hanya pion dari dalang yang lebih besar.
Louvre dan Rekam Jejak Aksi Pencurian
Faktanya, Louvre bukan pertama kalinya mengalami perampokan. Tahun 1998, lukisan karya Camille Corot menghilang. Pada 1990, beberapa lukisan Renoir dan 12 perhiasan Romawi kuno lenyap. Tahun 1976, sebuah pedang berhias permata dicuri. Bahkan pada 1911, Mona Lisa pernah dicuri, sebuah kejahatan yang sangat terkenal dalam sejarah seni dunia. Aksi-aksi ini menunjukkan bahwa Louvre bukan hanya tempat pameran seni, tetapi juga medan persaingan kriminal bergengsi.
Misteri Terbesar: Di Mana Perhiasan Itu Sekarang?
Meski para tersangka sudah ditahan, barang curian belum juga ditemukan. Ada kemungkinan perhiasan sudah dilebur, dipotong ulang, atau disebar di pasar gelap internasional. Ada juga teori bahwa pencuri yang tertangkap hanyalah “prajurit kecil,” sementara otak besar operasi ini masih bebas. Hingga kini, pertanyaan besar masih menggantung: akankah harta kerajaan Prancis itu kembali ke tempat asalnya, atau sudah hilang selamanya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge