INDOZONE.ID - Salah satu negara yang dikenal tingkat kejahatannya cukup rendah adalah Jepang. Kondisi ini membuat wilayah-wilayah di Jepang seakan-akan aman dari tindak kriminal.
Namun, klaim tersebut justru berbeda dengan kondisi terhadap siswi SMA di salah satu kota. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman dan bebas dari tindakan brutal.
Pada tahun 1988 di sebuah Kota bernama Saitama, ada seorang siswi SMA menghilang. Siswi yang berusia 17 tahun tersebut baru ditemukan jasadnya beberapa bulan setelahnya, tepatnya di 30 Maret 1989.
Baca juga: Kisah Pilu Junko Furuta, Gadis Jepang yang Disiksa dengan Sadis Hingga Jasadnya Dibeton
Jasad tersebut ditemukan di dalam tong logam, berukuran 55 galon, berisi semen basah, hingga dibuat di daerah tanah kosong di Wakasu, Distrik Koto, Tokyo.
Kasus ini juga dikenal sebagai Joshikosei konkurito-zume satsujin-jiken atau Kasus pembunuhan siswi SMA yang disemen hidup-hidup.
Kronologi Awal
Siswi SMA tersebut bernama Junko Furuta, yang lahir pada 18 Januari 1971 di Misato, Prefektur Saitama.
Di sekolah, Furuta dikenal sebagai siswi cerdas, sopan, dan disukai oleh teman-temannya. Ia bersekolah di SMA Yashio-Minami, sambil mencari uang tambahan lewat bekerja paruh waktu.
Baca juga: Shinobi di Era Sengoku: Peran Rahasia yang Mengubah Sejarah Jepang
Tragedi ini berawal saat Furuta sedang pulang dari tempat kerja menggunakan sepeda pada 25 November 1988. Di tengah perjalanan, ia dicegat oleh dua orang pemuda, Miyano Hiroshi (18 tahun) dan Minato Nobuharu (16 tahun).
Baca juga: 5 Arti Mimpi Ular Masuk Rumah Menurut Islam, Pertanda Baik atau Buruk?
Miyano memerintahkan Minato untuk menendang Furuta sampai akhirnya terjatuh dari sepeda, lalu pura-pura kabur. Setelah Minator kabur, Miyano pura-pura menolong Furura yang terjatuh tersebut.
Namun, ini hanyalah alibi dari Miyano karena akhirnya ia membawa Furuta ke sebuah gudang kosong hingga mengancam bakal membunuhnya apabila melawan. Di tempat itu juga Furuta diperkosa.
Mereka membawa Furuta ke hotel, lalu di perkosa kembali. Miyano menghubungi temannya yaitu Ogura Jo (17) dan Watanabe Yasushi (17) untuk memamerkan perbuatan kejinya kepada mereka.
Baca juga: Kisah Tragis Shakereh Khaleeli: Cinta Buta yang Berakhir Maut
Penyekapan Furuta
Tindakan keji yang mereka lakukan tidak berhenti sampai situ. Miyano memiliki jaringan terhadap kelompok Yakuza, bahkan mengancam akan membunuh keluarga Furuta jika dirinya terus berupaya melarikan diri.
Miyano bertemu ketiga temannya yang lain, mereka melakukan pemerkosaan berulang kali tapi biasanya setelah itu korbannya dibebaskan. Namun tidak dengan Furuta, yang justru disekap.
Furuta dibawa ke rumah Minato yang berada di Ayase, Distrik Adachi, dan kembali mengulangi perbuatan keji tersebut.
Orang tua Furuta sempat lapor ke pihak kepolisian bahwa putrinya hilang. Namun para pelaku mengetahuinya, lalu meminta Furuta buat menghubungi keluarganya dan mengatakan bahwa dirinya kabur ke rumah teman.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Naik Sepeda Motor Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik?
Penyiksaan Tidak Manusiawi
Furuta mengalami berbagai penyiksaan yang tidak manusiawi selama disekap, mulai dipukul hingga dilecehkan setiap hari. Lebih parahnya lagi, mereka memaksa teman dan anggota yakuza pangkat rendah untuk melakukan tindakan tersebut.
Ia tidak mendapatkan makanan layak, disiksa dengan benda tajam dan panas, serta dipaksa minum hal yang sangat menjijikan.
Kondisi fisiknya pun sudah sangat parah, ada luka bakar, infeksi, dan cedera yang membuat Furuta tidak bisa mengontrol atas fungsi tubuhnya sendiri. Bahkan, saat mengalami kejang, para pelaku masih menganggap itu pura-pura dan justru lanjut memukulinya.
Baca juga: Rahasia Pulau Seram Maluku: Dari Legenda Sampai Teori Konspirasi
Percobaan Melarikan Diri
Kehidupan yang menyakitkan bagi Furuta ini terjadi sekitar 40 sampai 44 hari. Untuk mengelabui orang, ia dipaksa untuk mengaku sebagai pacar dari salah satu pelaku.
Sebenarnya, keluarga Minato tahu apa yang terjadi saat itu. Tapi karena jaringan yakuza dari anaknya, mereka tidak berani untuk tindak lanjut melaporkannya.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikasih Kalung Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa Ya?
Pada satu hari, ada tamu di rumah itu mengetahui adanya Furuta, bahkan laporan itu sudah sampai ke pihak kepolisian. Dua petugas datang ke rumah Minato, tapi tidak memeriksa secara keseluruhan rumah tersebut, jadi kesempatan menyelamatkan Furuta harus kandas.
Keberadaan petugas tersebut juga diberhentikan, karena dinilai tidak mengikuti prosedur yang ada.
Di bulan Desembernya, Furuta sempat berhasil menelpon pihak kepolisian. Akan tetapi, pelaku mengetahuinya, hingga kembali menyiksa Furuta dengan cara yang makin kejam dan ekstrem.
Baca juga: Opperhoutvester: Kolaborasi Praja dan Rakyat dalam Pelestarian Hutan Mangkunegaran
Tewasnya Furuta Junko
Dalam kondisi yang memprihatinkan, Miyano menantang Furuta buat bermain mahjong. Namun, kemenangan yang diraih Furuta membuat pelaku marah besar dan kembali menyiksanya.
Kondisi seperti ini membuat tubuh Furuta makin parah, hingga akhirnya tidak bisa menahan lagi sakitnya dan dinyatakan meninggal di hari tersebut.
Seperti tidak kehabisan akal, para pelaku memasukkan jasad Furuta ke dalam tong logam berisi semen basah, dan membuangnya di sebuah lahan kosong di daerah Wakasu, Tokyo.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Potong Rambut Pendek Menurut Primbon Jawa, Tanda Perubahan?
Beberapa minggu setelahnya, dua pelaku ini ditangkap oleh polisi karena kedapatan menyerang perempuan lain. Disinilah secara tidak sengaja mereka mengakui perbuatannya terhadap Furuta dan memberikan informasi terkait jasadnya.
Pihak kepolisian pun langsung menemukan jasadnya pada esok harinya, serta menangkap semua pelaku yang terlibat. Tapi ada dua orang remaja yang terlibat, hanya dikenai dakwaan pemerkosaan, bukan pembunuhan.
Baca juga: 5 Zodiak Cewek yang Paling Jutek Tapi Seru, Salah Satunya Kamu?
Proses dan Vonis Hukum
Setelah para pelaku diamankan, proses persidangan dimulai dari 31 Juli 1989. Berdasarkan Undang-Undang Remaja Jepang, para pelaku disebut sebagai A, B, C, dan D, sedangkan Furuta berinisial E.
Akan tetapi, tidak terbukanya identitas pelaku ini membuat masyarakat geram, karena seakan-akan pelaku ini dilindungi. Walaupun pada akhirnya nama pelaku dibocorkan ke publik.
Pada 20 Juli 1990, pengadilan memvonis Miyano Hiroshi hukuman 20 tahun penjara, Ogura Jo 8 tahun penjara, Minato Nobuharu 5 tahun penjara, dan Watanabe Yasushi 9 tahun penjara.
Baca juga: 5 Zodiak Cowok Soft Spoken, Dikenal Lembut dan Sopan Banget!
Banyak masyarakat menilai bahwa vonis ini tidak sebanding dengan perbuatan yang mereka lakukan ke Furuta. Ibu Furuta pun dikabarkan kena gangguan mental, setelah dengan penjelasan dari pelaku terhadap anak tercintanya.
Gak sampai situ, keluarga Furuta juga melayangkan gugatan kepada keluarga Minato dan berhasil menang.
Baca juga: Obat Penumbuh Gigi dari Jepang: Fakta Serius atau Hanya Rumor Keren?
Salah Satu Kasus Paling Brutal
Setelah vonis itu dibacakan, banyak orang yang mempertanyakan mengapa tidak dihukum penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Diketahui, sistem hukum Jepang lebih menekankan pada rehabilitas, dibandingkan hukuman berat.
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Furuta Junko, merupakan salah satu kasus kriminal paling brutal dan keji sepanjang sejarah Jepang modern. Lebih tragis lagi, apa yang menimpa Furuta ini justru dieksploitasi ke dalam film dan manga dengan tema horor erotis.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Gigi Copot Menurut Islam, Pertanda Kehilangan?
Kemarahan publik begitu sangat besar, namun tidak ada perubahan signifikan pada hukum Jepang setelah kasus ini. Seorang gadis SMA yang dikenal pintar harus kehilangan nyawa dengan cara kejam, dan sampai saat ini keadilan belum benar-benar diberikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unseen-japan.com