Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 19:55 WIB

Fakta-fakta Pencurian di Museum Louvre Prancis, Pencuri Gondol Mahkota Napoleon dalam Waktu 7 Menit di Siang Hari

Author

Museum Louvre dibobol pencuri di siang hari (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

INDOZONE.ID - Museum Louvre di Paris, Prancis yang paling banyak dikunjungi di dunia dibobol pencuri di Minggu siang yang cerah. Para pencuri membawa kabur beberapa perhiasan, termasuk mahkota Napoleon yang tak ternilai harganya.

Museum di Paris, yang koleksi besarnya termasuk Mona Lisa, ditutup untuk hari kedua pada hari Senin dalam ranbgka penyelidikan polisi untuk memburu para tersangka perampokan.

Mengutip The Guardian, ada beberapa fakta menarik bagaimana sang pencuri masuk serta apa saja yang digodonol oleh pencuri. Berikut ini fakta-fakta yang disusun Indozone.

Bagaimana pencuri membobol masuk?

Cara masuk para pencuri di museum Louvre (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Berdasarkan laporan media setempat, empat pencuri diduga berhenti di luar museum, di sekitar sepanjang Sungai Seine.

Baca juga: Kisah Pencurian Berlian dari Tempat Penyimpanan Terbesar, Pelakunya Ditangkap Gara-gara Sepotong Roti

Sekitar pukul 09.30, setengah jam setelah pengunjung mulai masuk melalui bagian depan museum, para perampok bersiap masuk dari arah selatan gedung dan menggunakan tangga yang dapat diperpanjang yang dipasang di kendaraan untuk mencapai jendela balkon lantai dua.

Dua pencuri membobol jendela menggunakan gerinda sudut dan peralatan listrik lainnya, dan berhasil masuk ke galeri Apollo di museum.

Isi galeri Apollo

Galeri Apollo, rumah bagi koleksi permata mahkota bersejarah Prancis, dibangun pada tahun 1661 oleh Louis XIV. Barang-barang yang menjadi incaran para pencuri terletak di tengah galeri.

Para lalu memecahkan kaca pajangan dan mengambil perhiasan dari galeri Apollo tersebut.

Perhiasan yang dicuri

Salah satu tiara yang dicuri di Museum Luovre (REUTERS)

Para pejabat setempat mengatakan ada delapan buah benda dicuri. Salah satunya kalung dan sepasang anting-anting yang awalnya diberikan oleh Napoleon I kepada istri keduanya, Permaisuri Marie-Louise.

Baca juga: Baju Besi Abad 16 Masehi Kembali ke Museum Louvre Prancis, Sebelumnya Hilang Dicuri

Selain itu ada sebuah tiara atau mahkota kecil, bros, dan pita hias milik istri ketiga Napoleon III, Permaisuri Eugénie. Diadem tersebut dihiasi hampir 2.000 berlian.

Pencuri juga menggondol sebuah mahkota, kalung, dan anting tunggal dari set safir yang dikenakan oleh Marie-Amelie, ratu terakhir Prancis. Kalung ini dihiasi dengan delapan safir dan 631 berlian.

Mahkota yang terjatuh

Mahkota yang gagal dicuri (REUTERS)

Di antara beberapa perhiasan yang dicuri, ada satu mahkota yang gagal dibawa pencuri. Perhiasan itu adalah mahkota milik Permaisuri Eugénie yang memiliki ornamen menarik dengan hiasan emas yang mewah. 

Mahkota yang dihiasi lebih dari 1.300 berlian dan 56 zamrud ditemukan di luar museum setelah para pencuri menjatuhkannya saat melarikan diri.

Baca juga: Kisah Pencurian Berlian dari Tempat Penyimpanan Terbesar, Pelakunya Ditangkap Gara-gara Sepotong Roti

Beraksi dalam 7 menit

Saat alarm berbunyi di museum, para penjaga pun waspada. Para perampok segera pergi, melarikan diri dengan sepeda motor dan meninggalkan beberapa peralatan yang digunakan dalam perampokan. 

Para perampok tersebut mencoba membakar kendaraan sebelum pergi, tetapi dicegah oleh seorang staf museum.

Perampokan itu selesai dalam tujuh menit, menurut sumber dan pejabat mengatakan kepada media setempat Agence France-Presse. Keempat pencuri menggunakan dua motor dan satu mobil yang langsung tancap gas.

Dugaan tersangka

Para pejabat mengatakan tim yang terdiri dari 60 penyidik ​​sedang menyelidiki teori bahwa kelompok kejahatan terorganisir berada di balik pencurian tersebut. 

Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez, mengatakan pencurian tersebut diduga dilakukan oleh kelompok yang berpengalaman.

Keamanan museum dipertanyakan

Museum Louvre dibobol pencuri di siang hari

Pencurian ini telah memicu kembali pertikaian mengenai kurangnya keamanan di museum-museum Prancis, yang jauh kurang aman dibandingkan bank dan semakin menjadi sasaran pencuri.

Bulan lalu, penjahat membobol Museum Sejarah Alam Paris, membawa lari sampel emas senilai U$700.000, sementara pencuri juga mencuri dua piring dan sebuah vas dari sebuah museum di pusat kota Limoges, kerugian diperkirakan mencapai U$7,6 juta.

Menteri Kehakiman Prancis, Gérald Darmanin, pada hari Senin mengakui adanya kelemahan keamanan dalam melindungi Museum Louvre. 

"Yang pasti, kami telah gagal, karena orang-orang dapat memarkir lift furnitur di pusat kota Paris, dan membuat orang-orang naik ke atasnya dalam beberapa menit untuk mengambil perhiasan tak ternilai harganya, sehingga memberikan citra buruk bagi Prancis," ujarnya kepada radio France Inter.

Nunez mengakui bahwa pengamanan museum merupakan "titik lemah utama". Ia mencatat bahwa langkah-langkah keamanan di Louvre telah diperkuat dalam beberapa tahun terakhir, dan akan diperkuat lebih lanjut sebagai bagian dari perombakan museum yang menelan biaya jutaan euro.

Pencurian di Louvre bukan pertama kali

Sosok pencuri di Museum louvre di masa lalu (Istimewa)

Museum Louvre memiliki sejarah pencurian yang panjang, mungkin yang terbesar adalah yang dilakukan oleh seorang dekorator Italia yang sempat bekerja di sana dan mencuri lukisan Mona Lisa pada tahun 1911. 
Vincenzo Peruggia memasuki museum dengan berpakaian seperti pekerja museum. Ketika tidak ada yang melihat, ia mengambil lukisan itu dan menyelinap keluar. Ia kemudian ditangkap dan lukisan itu ditemukan kembali.

Episode terkenal lainnya terjadi pada tahun 1956, ketika seorang pengunjung melemparkan batu ke Mona Lisa, sehingga catnya terkelupas di dekat siku kirinya dan mempercepat pemindahan karya tersebut ke kaca pelindung.

Pencurian hari Minggu adalah pencurian pertama dari Louvre sejak tahun 1998, ketika sebuah lukisan karya Camille Corot dicuri dan tidak pernah terlihat lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU