Kisah Pasutri Pembunuh Berantai Fred dan Rose West: Incar Gadis Muda, Termasuk Anak Mereka Sendiri
INDOZONE.ID - Serial dokumenter “Fred and Rose West: A British Horror Story” di Netflix mengangkat kembali kasus kejahatan brutal pasangan pembunuh berantai asal Inggris, Fred dan Rose West.
Mereka bertanggung jawab atas pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap setidaknya 10 perempuan dan gadis muda antara tahun 1971 hingga 1987 di Gloucester, Inggris. Beberapa korbannya adalah anak-anak mereka sendiri.
Rose West dan Fred West
Rose West, yang lahir sebagai Rosemary Pauline Letts pada 1953, tumbuh dalam keluarga yang penuh kekerasan. Ayahnya seorang skizofrenia paranoid, sementara ibunya menerima terapi kejut listrik saat hamil. Rose dikenal sebagai anak bermasalah dan memiliki ketertarikan pada pria lebih tua.
Rose bertemu Fred West saat berusia 15 tahun. Fred saat itu berusia 28 tahun, telah menikah, dan memiliki dua anak perempuan. Hubungan mereka bermula dari bujuk rayu Fred yang terus mengejar Rose hingga mereka tinggal bersama.
Setelah Fred dipenjara atas tuduhan pencurian, Rose merawat anak-anaknya sendiri. Pada tahun 1971, ia membunuh Charmaine, putri Fred dari pernikahan sebelumnya.
Rumah Horor
Mereka menikah pada 1972 dan pindah ke rumah di 25 Cromwell Street, Gloucester, yang kemudian dijuluki “Rumah Horor” oleh media. Rumah tersebut dijadikan tempat penyiksaan dan pembunuhan, di mana korban-korban mereka diperkosa, dibunuh, dan dimutilasi. Beberapa korban dikubur di taman belakang atau bawah rumah.
Selama bertahun-tahun, Fred dan Rose menjalankan kehidupan ganda. Di luar, mereka tampak seperti pasangan dengan banyak anak. Namun di dalam rumah, mereka melakukan kekerasan seksual pada anak-anak, termasuk anak-anak kandung dan tiri mereka. Anne Marie, anak tiri Rose, adalah salah satu korban awal yang diperkosa Fred dengan bantuan Rose.
Para Korban
Korban lain termasuk: Lynda Gough (19 tahun), Carole Cooper (15 tahun), serta Lucy Partington (21 tahun). Lalu ada Therese Siegenthaler, Shirley Hubbard, Juanita Mott, Shirley Robinson (sedang hamil), dan Alison Chambers.
Baca juga: Kisah Leonarda Cianciulli, Pembunuh Berantai yang Bikin Daging dan Darah Korban Jadi Kue
Sebagian besar jasad mereka ditemukan di rumah Cromwell Street.
Pada 1987, Heather West—putri Fred dan Rose—mengungkapkan pelecehan yang dialaminya. Tak lama kemudian, ia dibunuh dan dikubur di bawah teras belakang. Putra mereka, Stephen, dipaksa ikut menggali kuburan.
Kasus ini mulai terungkap kembali pada 1992 ketika Louise, putri lainnya, melaporkan pemerkosaan yang dilakukan ayahnya. Laporan ini memicu penyelidikan polisi yang kemudian menemukan bukti-bukti kekerasan seksual di rumah mereka.
Persidangan
Meskipun dua saksi kunci menarik diri dari kasus awal, penyelidikan tetap berlanjut. Anak-anak mereka yang lain secara tidak langsung menyebutkan bahwa Heather “dikubur di bawah teras” — hal yang sebelumnya dianggap lelucon keluarga, namun ternyata benar.
Pada Februari 1994, polisi mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk mencari jasad Heather. Fred akhirnya mengaku bahwa Heather dikubur di taman. Ketika polisi menggali area tersebut, mereka menemukan jasad-jasad lain. Fred pun mengakui pembunuhan terhadap sembilan korban lainnya dalam catatan tulisan tangan.
Baca juga: Kisah Belle Gunness, Pembunuh Berantai yang Mengincar Pria Kesepian
Fred dan Rose ditangkap dan didakwa atas serangkaian pembunuhan. Fred bunuh diri di sel penjara pada Januari 1995, sementara Rose diadili seorang diri. Ia membantah semua tuduhan, tetapi pengadilan menemukan bukti kuat atas keterlibatannya.
Pada November 1995, juri menyatakan Rose bersalah atas 10 pembunuhan dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Rose tetap menjalani hukuman di penjara di West Yorkshire. Ia sempat mengajukan banding pada 1996 dan 2000, namun ditolak. Sejak 2001, ia menyatakan tidak akan mengajukan banding lagi meskipun tetap mengaku tidak bersalah.
Rumah di 25 Cromwell Street dihancurkan pada tahun 1996, dan kini di lokasi tersebut hanya terdapat jalan setapak.
Kasus Fred dan Rose West terus menjadi topik dokumenter, termasuk yang terbaru oleh Netflix. Serial ini menampilkan rekaman dan wawancara anak-anak mereka yang selamat, serta mencoba memahami bagaimana pasangan ini bisa menjalankan aksi brutal mereka selama bertahun-tahun tanpa ketahuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix