INDOZONE.ID - Wibu dan Otaku, 2 istilah yang merujuk kepada seseorang yang memiliki kesukaan pada budaya pop Jepang.
Bedanya, Wibu adalah sebutan bagi orang yang menyukai semua budaya pop Jepang, mulai dari anime, manga, musik, kebudayaan dan sebagainya.
Sementara Otaku adalah sebutan bagi orang yang hanya menyukai satu budaya pop Jepang secara spesifik, entah itu hanya menyukai anime dan manga saja, musik J-Pop saja, kebudayaan Jepang saja, dan sebagainya.
Istilah ini mulai menyebar secara global seiring dengan berkembangnya kebudayaan Jepang di seluruh dunia.
Salah satunya adalah Indonesia. Di negara kita, istilah Wibu ini lebih sering digunakan ketimbang istilah Otaku.
Bahkan, istilah ini sampai digeneralisasi oleh para netizen Indonesia sebagai salah satu bahan "olokan" kepada orang lain.
Sedikit informasi, pada awal era 1990-an, masyarakat Jepang sempat mengecam keras para Otaku karena 1 kasus yang disebabkan oleh seorang pria di Tokyo dan Saitama.
Bagaimana bisa itu terjadi? Berikut adalah pembahasannya.
Tsutomu Miyazaki adalah seorang pria asal Itsukaichi, Tokyo, kelahiran 21 Agustus 1962. Miyazaki berasal dari keluarga berada, orang tuanya adalah pemilik dari perusahaan media cetak ternama di Itsukaichi.
Ciri khas dari Miyazaki ini adalah tangannya yang cacat, mengakibatkan dia tidak dapat menggerakkan tangan dari bagian pergelangan ke atasnya.
Ini semua diakibatkan oleh kelahiran Miyazaki yang prematur. Karena ciri khasnya inilah Ia dikenal sebagai "Manusia Tikus".
Di masa kecilnya, Miyazaki tinggal di rumah Kakeknya. Tidak hanya diasuh oleh Kakeknya, Ia juga diasuh oleh pengasuh keluarga yang kebetulan adalah seorang difabel.
Saat menginjak bangku SD, Miyazaki selalu dikucilkan oleh teman-temannya karena kecacatan di tangannya.
Meski begitu, Ia berhasil melanjutkan pendidikannya dan bisa lulus dari Universitas Meiji. Setelah lulus kuliah, Miyazaki mulai bekerja sebagai fotografer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Murderpedia.org