Ilustrasi pembunuh berantai di London (Gemini AI)
INDOZONE.ID - London dikenal sebagai kota dengan berbagai landmark ikonik, destinasi wisata terkenal, dan kehidupan metropolitan yang gemerlap. Namun di balik citra tersebut, ibu kota Inggris itu juga menyimpan sejarah kriminal kelam yang selama bertahun-tahun menarik perhatian publik dan peneliti kriminal.
Dari kasus legendaris Jack the Ripper pada abad ke-19 hingga pembunuh modern seperti Stephen Port dan Dennis Nilsen, London pernah menjadi lokasi sejumlah pembunuhan berantai paling mengerikan dalam sejarah kriminal dunia.
Berikut lima pembunuh berantai paling terkenal dan mematikan dalam sejarah London.
Banyak pembunuh berantai memanfaatkan situasi kacau untuk menyembunyikan kejahatan mereka, dan Gordon Cummins menjadi salah satu contohnya.
Pria yang dikenal dengan julukan “Blackout Killer” atau “Wartime Ripper” itu meneror London pada puncak Perang Dunia II. Dalam waktu hanya lima hari, Cummins membunuh empat perempuan.
Baca juga: 5 Pembunuh Berantai yang Berakhir Tragis Akibat Perbuatannya Sendiri
Ia mengincar korban saat kota berada dalam kondisi pemadaman listrik (blackout), ketika warga merasa rentan dan ketakutan akibat perang.
Modus operasinya terbilang sederhana namun mengerikan. Cummins biasanya mendekati perempuan, sering kali pekerja seks, di kawasan West End. Setelah itu ia mengikuti korban pulang, mencekik mereka, lalu memutilasi tubuhnya.
Cummins akhirnya tertangkap setelah meninggalkan masker gas di lokasi kejahatan. Polisi melacak masker tersebut melalui catatan RAF (Royal Air Force) hingga mengarah kepadanya.
Meski terus mengaku tidak bersalah, Gordon Cummins dinyatakan bersalah dan dihukum gantung pada Juni 1942.
Stephen Port dikenal sebagai “Grindr Killer”, pembunuh berantai yang menggunakan aplikasi kencan untuk mencari korban.
Baca juga: Kisah 'Spring-Heeled Jack': Teror Misterius di London Sebelum Era Jack the Ripper
Ia tumbuh di Dagenham, London Timur, dan dikenal sebagai sosok penyendiri. Teman-temannya menggambarkan Port sebagai pribadi kekanak-kanakan, pendiam, dan tidak dewasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crimeinvestigation.co.uk