INDOZONE.ID - Park Wang-yeol, berusia 48 tahun, dikenal sebagai "raja narkoba" yang pernah menjadi sorotan internasional karena kasus pembunuhan tiga warga Korea di Filipina.
Melansir laman The Chosun Daily, Kamis (26/03/2026) Ia menjalani hukuman penjara di Negeri Pirata itu selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dipulangkan sementara ke Korea Selatan pada 25 Oktober, setelah lebih dari satu dekade setelah kasus “pembunuhan di ladang tebu” terjadi pada 2015.
Pemulangan ini dilakukan atas dasar pemindahan sementara setelah melalui koordinasi antara pihak berwenang Filipina dan Korea Selatan.
Saat tiba di Bandara Internasional Incheon, Park Wang-yeol dikelilingi petugas danmenunjukkan sikap tenang. Berdasarkan The Chosun Daily, Park Wang-yeol enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait pengakuan atau permintaan maaf kepada keluarga korban.
Baca juga: Sosok Mengerikan Richard Ramirez, Pembunuh Berantai Paling Sadis Tahun 80-an
Dalam salah satu momen, Park sempat melontarkan ucapan yang provokatif kepada seseorang yang dekat dengannya, memperlihatkan karakternya yang kontroversial.
Park dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Filipina pada April 2022, yakni 52-60 tahun, atas kasus pembunuhan tiga warga Korea. Namun, selama mendekam di penjara, ia disebut-sebut tetap aktif dalam jaringan narkoba.
Park diduga menyelundupkan dan mendistribusikan narkoba ke Korea Selatan melalui aplikasi pesan instan, bahkan saat berada di balik jeruji.
Informasi tersebut menimbulkan kontroversi karena adanya laporan bahwa ia menjalani kehidupan yang relatif mewah di penjara, serta sempat mencoba melarikan diri dua kali.
Lee Ji-yeon, Kepala Divisi Kriminal Internasional di Kementerian Kehakiman Korea Selatan, menegaskan bahwa Park akan segera diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan menyeluruh.
Baca juga: Jon Venables dan Robert Thompson Dua Anak Berusia 10 Tahun Jadi Pelaku Pembunuhan di Inggris
Telepon seluler yang sebelumnya disita akan dianalisis secara detail untuk menelusuri jejak jaringan kriminalnya.
Selain itu, penyelidikan akan diperluas mencakup tuduhan pencucian uang dan pengoperasian pusat perjudian yang terkait dengan aktivitas kriminalnya sebelum melarikan diri dari Filipina.
Proses pemulangan Park ke Korea Selatan juga mendapat perhatian politik tingkat tinggi. Presiden Lee Jae Myung secara langsung meminta Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. untuk memfasilitasi pemindahan sementara ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Chosun Daily, Maeil Business Star Today