Dateline mengulas kembali sebuah kasus pembunuhan yang tak terungkap selama empat dekade. (People)
INDOZONE.ID - Sebuah kasus pembunuhan yang tak terungkap selama empat dekade. Tepatnya kasus terhadap Michelle Martinko ditemukan tewas akibat tikaman di dalam mobilnya yang terparkir di luar sebuah pusat perbelanjaan pada Desember 1979.
Setelah menyingkirkan kemungkinan keterlibatan orang-orang terdekat, Kepolisian Cedar Rapids menduga remaja berusia 18 tahun asal Iowa itu menjadi korban serangan brutal oleh pelaku tak dikenal, dengan total 29 luka tusuk.
Tidak ada barang berharga yang hilang, meski ia membawa uang sekitar Rp3,1 juta, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual.
Baca juga: Misteri Kematian Dawn Rhodes Terbongkar: Anak Menjadi Saksi Kunci
"Dia gugup untuk pergi ke mal sendirian. Dia telah memberi tahu seseorang bahwa dia merasa seperti sedang diikuti," kata temannya, Tracy Price, kepada 48 Hours CBS pada Desember 2023.
Terobosan baru baru terjadi pada 2006, ketika seorang penyidik menemukan jejak yang diyakini sebagai darah milik pelaku, sebagaimana dilaporkan NBC News dan The Gazette.
Temuan tersebut kemudian membawa polisi kepada Jerry Burns, setelah hasil uji DNA-nya dinyatakan cocok dengan sampel yang ditemukan di lokasi kejadian perkara.
Burns akhirnya ditangkap pada 2018, bertepatan dengan 39 tahun wafatnya Martinko, dan pada 2020 ia dijatuhi hukuman atas kasus pembunuhan tersebut.
Inilah semua yang harus diketahui tentang pembunuhan Michelle Martinko, termasuk mengapa itu tidak terpecahkan begitu lama dan di mana pembunuhnya sekarang.
Pada 19 Desember 1979, Martinko singgah di Westdale Mall, Cedar Rapids, Iowa, untuk mengambil mantel barunya. Namun, ia tak pernah pulang ke rumah.
Sekitar pukul 04.00 pagi keesokan harinya, aparat kepolisian menemukan jasadnya dalam kondisi bersimbah darah di kursi penumpang mobil milik keluarganya yang terparkir di area sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
Remaja itu mengalami sejumlah luka tusuk di bagian wajah dan leher, serta luka sayatan pada tangannya yang diduga sebagai bekas upaya mempertahankan diri, sebagaimana dilaporkan 48 Hours.
Penyelidikan juga menemukan indikasi bahwa pelaku menggunakan sarung tangan karet saat melakukan aksinya.
Tidak ada barang yang hilang, termasuk uang tunai yang dibawa korban, dan hasil autopsi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People