Mirabal Sisters (Criminal Broads)
INDOZONE.ID - Selama 16 hari dari tanggal 25 November sampai 10 Desember dikenal sebagai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Tapi tahukah kamu bahwa peringatan ini tidak muncul secara tiba-tiba, tapi berangkat dari sebuah kisah yang menewaskan tiga orang perempuan bersaudara (Mirabal bersaudara) di Republik Dominika pada tahun 1960.
Mirabal bersaudara sebenarnya ada empat orang, yaitu Patria Mercedes, Belgia Adelva, Minerva, dan Maria Teresa. Mereka ada adik kakak yang tumbuh dan besar di Kota Ojo de Ague, Republik Dominika.
Mereka berasal dari keluarga kelas menengah, dimana orang tuanya berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Namun, pada saat itu perempuan yang mengeyam pendidikan masih jarang, bahkan dianggap melawan budaya.
Ini tidak terlepas dari budaya machismo atau ekspresi kejantanan serta maskulinitas di Republik Dominika yang masih sangat kental. Perempuan hanya dianggap objek dan manusia pasif saja.
Baca juga: Reuni Akbar 212: Memahami Sejarah dan Makna Aksi Demonstrasi 2 Desember 2016 Silam
Saat itu, Republik Dominika berada di bawah tangan seorang diktator bernama Rafael Trujillo. Ia berkuasa di negara ini dari tahun 1930 hingga akhir hayatnya di tahun 1960. Trujillo dikenal menjadikan perempuan jadi objek atau alat untuk dapat kepuasan seksual.
Kasus Mirabal Sisters (Facebook)
Trujillo memiliki latar belakang dari militer, dan menikahi tiga perempuan. Istri pertama bernama Aminta, ia diceritakan karena berasal dari keluarga miskin sehingga bisa merusak reputasinya.
Selanjutnya ada Bienvenida, dinikahi karena bisa menaikkan status sosialnya karena ia berasal dari keluarga terpandang. Namun, Trujillo tetap menceraikannya dan justru menikahi selingkuhannya, yaitu Maria.
Sebagai penguasa, sangat mudah bagi Trujillo untuk dapat perempuan yang diinginkan. Jika ada yang menolaknya, akan dicap sebagai penghinaan. Itulah yang terjadi pada Minerva saat menolak untuk tidur bersamanya.
Baca juga: Bukan Sekedar Menjurus ke Tanggal dan Bulan, Makna 212 Kini Jadi Simbol Khusus
Minerva dan saudarinya diundang ke sebuah acara di rumah mewah di San Cristobal. Trujillo tertarik kepada Minerva karena memiliki paras yang cantik dan cerdas. Ia sempat beberapa kali berdansa dengannya, bahkan melakukan pendekatan seksual tapi ditolak Minerva.
Di tengah pesta, Minerva dan keluarganya pun langsung kabur. Trujillo menganggap bahwa tindakan ini adalah sebuah penghinaan, akhirnya Minerva dan orang tuanya pun ditangkap walaupun akhirnya dibebaskan.
Minerva pun berhasil mengenyam pendidikan sekolah hukum, dan penolakannya ini dinilai sebagai perlawanan perempuan untuk melawan terhadap tradisi yang mensubordinasi perempuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mahardika.org, Historyassociates.com