Bulu kucing jadi barang bukti unik yang bisa pecahkan kasus kriminal. (Sumber: Youtube/Nessie Judge)
INDOZONE.ID - Kadang, hal kecil yang terlihat sepele justru bisa menjadi kunci untuk memecahkan kasus besar. Dalam dunia forensik, bukan cuma sidik jari atau DNA manusia saja yang penting, tetapi juga hal-hal unik yang kadang tidak terpikir sama sekali. Dari bulu kucing, nyamuk, softlens, hingga struk KFC, semua pernah menjadi bukti yang menuntun polisi ke pelaku sebenarnya. Yuk, kita bahas satu per satu!
Kisah ini terjadi di Inggris tahun 2012. Sekelompok pelajar menemukan potongan tubuh manusia yang dibungkus tirai merah muda di pantai Southsea. Di antara potongan tubuh itu, ada delapan helai bulu kucing yang akhirnya membawa polisi ke pelakunya.
Korban diketahui bernama David Guy, sementara tersangkanya adalah David Hilder, teman dekatnya sendiri. Awalnya polisi sempat ragu, tetapi setelah melakukan uji DNA mitokondria pada bulu kucing yang dikirim ke Amerika, hasilnya cocok dengan kucing peliharaan Hilder bernama Tinker.
Fakta ini menjadi kasus pertama di Inggris di mana DNA kucing digunakan untuk menjerat pelaku pembunuhan. Gara-gara bulu kucing, misteri pun terpecahkan.
Masih soal bukti aneh, kali ini datang dari Finlandia. Tahun 2008, sebuah mobil dicuri di kota Lapua. Polisi akhirnya menemukan mobil itu 25 km dari lokasi awal, tetapi tidak ada sidik jari, rambut, atau jejak pelaku sama sekali.
Yang mereka temukan cuma seekor nyamuk gendut di dalam mobil. Karena penasaran, polisi mengirim nyamuk itu ke laboratorium. Hasil tes DNA darah di perut nyamuk tersebut ternyata cocok dengan seorang pria yang sudah terdaftar di database kepolisian.
Walaupun pria itu mengaku hanya “nebeng” mobil curian, tetap saja nyamuk ini berhasil menjadi “saksi bisu” yang membantu polisi menemukan pelaku. Serius, ini seperti plot film detektif, tapi versi lucu.
Kasus ketiga datang dari Amerika Serikat. Pasangan Raven dan Janet Abaroa terlihat sempurna dari luar, tetapi ternyata hubungan mereka penuh masalah. Tahun 2005, Janet ditemukan tewas di rumah mereka. Raven mengaku itu akibat perampokan, tetapi polisi tidak menemukan tanda-tanda masuk paksa.
Kasus ini sempat menjadi cold case selama beberapa tahun sampai seorang detektif baru menemukan sesuatu yang aneh di TKP: kotak softlens terbuka di meja.
Kalau Janet benar sudah tidur saat dibunuh, seharusnya dia sudah melepas softlens-nya. Namun, setelah jenazahnya diperiksa ulang, ternyata softlens itu masih menempel di matanya.
Dari situ, detektif menyimpulkan bahwa Janet belum tidur saat diserang, artinya cerita Raven bohong. Akhirnya, Raven dijatuhi hukuman penjara 7–10 tahun. Kadang, hal kecil seperti softlens bisa jadi pembeda antara kebohongan dan kebenaran.
Kisah terakhir datang dari Rusia–Amerika Serikat. Seorang perempuan bernama Anna Repkina jatuh cinta secara online dengan pria asal Oregon, Will Hargrove. Mereka terlihat bahagia, bahkan sempat bertunangan. Namun, hubungan mereka berubah jadi tragedi saat Anna ditemukan tewas di pinggir jalan dengan luka tembak di kepala.
Polisi awalnya bingung, tapi semuanya berubah ketika mereka menemukan struk KFC di tumpukan sampah dekat jasad Anna. Di struk itu ada nomor kartu debit yang ternyata milik teman Will. Setelah diselidiki, ternyata Will sempat makan KFC bersama temannya sebelum kejadian dan meminjam senapan temannya itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge