Perawan di Jerman yang membunuh pasiennya (Instagram/indiatodayglobal)
INDOZONE.ID - Pekerjaan di rumah sakit seperti perawat dan dokter memang letih karena tugasnya merawat pasien, bahkan sampai harus lembur atau menjalani piket shift malam. Tapi perawat yang satu ini terbilang sadis karena nekat membunuh pasiennya agar waktu piket shift malam di rumah sakit tempat bekerja berkurang.
Mengutip akun indiatodayglobal, seorang perawat di Wuerselen, Jerman Barat, telah menerima hukuman seumur hidup setelah pengadilan mendapati dia bersalah membunuh 10 pasien dan mencoba membunuh 27 orang lainnya.
kejahatan tersebut terjadi antara Desember 2023 hingga Mei 2021. Jaksa mengatakan perawat itu melakukan kejahatan untuk mengurangi pergantian malam.
Penyidik sedang melakukan penggalian untuk mengidentifikasi korban potensial tambahan. Sementara itu, pihak terpidana mengajukan banding, seperti yang dikutip dair Reuters.
Baca juga: Perawat Kroasia yang Baru Ditemukan 40 Tahun Setelah Meninggal
Jaksa melaporkan bahwa perawat tersebut menyuntikkan obat penghilang rasa sakit atau obat penenang kepada pasiennya yang sebagian besar sudah lanjut usia. Pengadilan menyebutkan sang pelaku menggunakan morfin dan midazolam, pelemas otot yang terkadang digunakan untuk eksekusi di Amerika Serikat.
Kejahatan itu dianggap sangat berat, kata juru bicara pengadilan di Aachen, yang berarti perawat tersebut memiliki sedikit peluang untuk dibebaskan setelah 15 tahun, waktu minimum yang dapat dijalani untuk hukuman seumur hidup di Jerman.
Mengutip CBS, pelaku yang idak disebutkan namanya ini diduga menderita gangguan kepribadian. Saat di persidangan, ia tidak pernah menunjukkan belas kasihan kepada pasien, dan tidak menyatakan penyesalan selama persidangan.
Jaksa menuduhnya bekerja "tanpa semangat" dan "tanpa motivasi."
Ketika berhadapan dengan pasien yang membutuhkan perawatan tingkat lebih tinggi, ia hanya menunjukkan "rasa jengkel" dan kurangnya empati.
Baca juga: Karl Donitz, Laksamana Terhebat Jerman pada Masa Perang Dunia II: Bikin Sekutu Ketar-Ketir!
Ia menyelesaikan pelatihannya sebagai perawat profesional pada tahun 2007 dan kemudian bekerja untuk berbagai pemberi kerja, termasuk di Cologne.
Sejak 2020, ia bekerja di rumah sakit di Wuerselen. Ia ditangkap pada musim panas 2024.
Kasus ini mengingatkan kita pada kasus perawat Niels Hoegel , yang dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 2019 karena membunuh 85 pasien dan diyakini sebagai pembunuh berantai paling produktif di Jerman modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: India Today, Reuters, CBS News