Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 13:59 WIB

Kisah Sakakibara Seito Pembunuh dari Kobe : Ketika Sekolah jadi Lokasi Pembunuhan Paling Mengejutkan di Jepang

Kisah Sakakibara Seito Pembunuh dari Kobe : Ketika Sekolah jadi Lokasi Pembunuhan Paling Mengejutkan di JepangSakakibara Seito Pembunuh dari Kobe (thetruecrimedatabase.com)

INDOZONE.ID - Bayangkan sebuah pagi biasa di kota kecil yang damai di Jepang, murid-murid bersiap menuju sekolah dengan suasana tenang seperti biasanya. Tapi pada 27 Mei 1997, kedamaian itu dihancurkan oleh Sakakibara Seito.

Kala itu, seorang penjaga sekolah menemukan sesuatu yang mengerikan di gerbang SMP Taman Suma, Kobe. Sebuah kepala anak laki-laki yang terpenggal, diletakkan dengan posisi menantang, seolah pelaku ingin dunia melihat pembunuhan yang mengerikan itu. Di dekatnya, ada pesan berisi pesan yang ditulis dengan darah merah.

Baca juga: Kasus 'The Monster of Florence', Misteri Pembunuhan Brutal Pasangan di Italia

Awal Tragedi: Serangkaian Serangan di Kota Suma

Beberapa bulan sebelum penemuan kepala korban, warga Kobe sudah diguncang oleh serangkaian penyerangan terhadap anak-anak. Maret 1997, seorang siswi SD berusia 10 tahun bernama Ayaka Yamashita ditemukan tak bernyawa setelah diserang dengan palu di jalan pulang sekolah.

Tak lama setelah itu, dua anak lainnya dilaporkan diserang oleh pelaku tak dikenal di area yang sama. Masyarakat mulai panik, tapi gak ada yang menyangka kalau pelakunya adalah seorang remaja.

Kisah Sakakibara Seito Pembunuh dari Kobe : Ketika Sekolah jadi Lokasi Pembunuhan Paling Mengejutkan di JepangJun Hase korban terakhir Sakakibara Seito (thetruecrimedatabase.com)

Korban terakhir, Jun Hase, seorang anak berusia 11 tahun, dilaporkan hilang pada 24 Mei 1997. Selang dua hari, potongan tubuhnya ditemukan di lokasi yang tak jauh dari sekolahnya sendiri.

Pemandangan mengerikan itu disebut media Jepang sebagai salah satu, “Kejahatan paling brutal yang dilakukan anak di bawah umur.”

Surat Tantangan dan Kejanggalan Kasus

Yang membuat kasus ini semakin mencekam bukan hanya aksi keji sang pelaku, melainkan surat misterius yang ditemukan di dekat tempat kejadian. 

Dalam surat itu, pelaku menyebut dirinya dengan nama “Sakakibara Seito”. Ia menulis pesan menggunakan tinta merah yang menggambarkan kebencian terhadap masyarakat dan sistem pendidikan Jepang.

Pesan tersebut menandakan kalau pembunuhan ini bukan tindakan spontan, melainkan manifestasi kebencian dan kebutuhan untuk diakui.

Surat itu juga berisi ejekan kepada polisi, menantang mereka untuk menangkapnya, serta menyatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan sebagai “pembuktian diri”.

Kisah Sakakibara Seito Pembunuh dari Kobe : Ketika Sekolah jadi Lokasi Pembunuhan Paling Mengejutkan di JepangSalah satu surat dari Sakakibara Seito. (thetruecrimedatabase.com)

Polisi pun membentuk tim investigasi besar-besaran. Tapi, hal paling mengejutkan adalah hasil penyelidikan justru mengarah pada seorang remaja berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku SMP Shinichiro Azuma.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thetruecrimedatabase.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Sakakibara Seito Pembunuh dari Kobe : Ketika Sekolah jadi Lokasi Pembunuhan Paling Mengejutkan di Jepang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!