Misteri Pembunuhan JonBenét Ramsey yang Membingungkan Dunia (medium.com)
INDOZONE.ID - Kasus JonBenét Ramsey menjadi salah satu misteri kriminal yang paling membingungkan dunia. Gadis berusia enam tahun ini, dikenal sebagai ratu kecantikan cilik.
Pada Desember 1996, ia ditemukan tewas di rumahnya di Boulder, Colorado, sebuah peristiwa yang mengejutkan publik karena keluarganya terkenal kaya dan dihormati.
JonBenét Ramsey, seorang ratu kecantikan cilik berusia enam tahun, dikenal karena sering mengikuti kontes pageant di Amerika Serikat. Namun, pada 26 Desember 1996, hidupnya berakhir tragis.
Malam itu, satu-satunya orang yang berada di rumah keluarga Ramsey adalah ayahnya John, ibunya Patsy, dan kakaknya Burke. Pagi hari, Patsy menemukan sebuah surat tebusan di tangga.
Surat itu berisi permintaan uang sebesar $118.000, jumlah yang kebetulan sama dengan bonus akhir tahun John Ramsey. Dalam kondisi panik, Patsy langsung menghubungi polisi pukul 5:52 pagi, dan juga memanggil kerabat serta teman-temannya.
Baca juga: Misteri Kasus Joshua Maddux 'The Boy in the Chimney' yang Belum Terpecahkan
ilustrasi Ruang Bawah Tanah (Crime Junkie Podcast)
2 polisi datang dalam waktu 3 menit dan melakukan pencarian singkat. Salah satu petugas, Rick French, sempat menemukan pintu ruang bawah tanah yang digembok kayu. Namun, ia tidak membukanya, padahal jasad JonBenét berada di situ.
Sekitar 8 jam setelah laporan, John Ramsey, ayah JonBenét, menemukan jasad putrinya di ruang bawah tanah. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi mulut dan leher tertutup selotip, tangan serta kaki terikat tali, dan lehernya dicekik dengan tali berwarna putih.
Baca juga: Kisah Pembunuhan Wartawan Udin 29 Tahun lalu yang Tak Kunjung Terungkap
JonBenét saat itu mengenakan baju panjang putih, celana panjang putih yang bernoda urine, serta memakai kalung salib dan cincin di jarinya. Diperkirakan ia dibunuh sekitar tengah malam pada tanggal 25 atau 26 Desember 1996.
Sayangnya, ayah JonBenét langsung membawa jasad putrinya ke lantai atas, membuat jejak bukti semakin sulit dilacak. Lebih buruk lagi, banyak kerabat dan teman keluarga sudah berada di rumah itu sehingga lokasi kejadian terkontaminasi.
Otopsi mengungkapkan, JonBenét tewas akibat dicekik hingga kehabisan napas (asfiksia) serta mengalami patah tulang tengkorak. Terdapat memar di kepala, leher, luka lecet di punggung, serta tanda-tanda kekerasan lain.
Yang mengejutkan, dokter forensik menemukan adanya infeksi jamur lama di area intim JonBenét, namun tidak ditemukan sperma atau tanda pemerkosaan. Hal ini memunculkan dugaan adanya kekerasan seksual, meski tidak bisa dijelaskan dengan pasti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium.com