INDOZONE.ID - Nama Syekh Qadir Banten mungkin tak sepopuler ulama lain dalam sejarah Kesultanan Banten. Namun, kisah spiritualnya yang melegenda di Gunung Pulosari, Pandeglang, Banten, menyimpan misteri dan pesan mendalam yang masih diceritakan dari generasi ke generasi. Konon, ia adalah seorang wali yang menaklukkan alam gaib hanya dengan kekuatan zikir.
Kisah Syekh Qadir Banten berlatar lebih dari 400 tahun silam, pada masa kejayaan Kesultanan Banten. Video dari kanal YouTube Belajar Leluhur mengungkap bahwa Syekh Qadir bukanlah tokoh yang meninggalkan makam atau peninggalan tertulis.
Jejaknya terukir kuat dalam ingatan kolektif masyarakat lokal, terutama di sekitar kaki Gunung Pulosari, sebuah gunung suci tempat para raja dan ulama besar zaman dulu bertapa.
Baca juga: 5 Daerah di Indonesia yang Terkenal Punya Santet Terkuat
Malam pertama, Syekh Qadir dihadapkan pada sosok Harimau Putih bermata merah menyala. Harimau itu, yang dipercaya sebagai penjaga alam gaib, mengitarinya tiga kali sebelum menghilang menjadi asap putih. Syekh Qadir tetap tenang, menyadari itu hanyalah ujian pertama dari perjalanan spiritualnya.
Malam kedua, suasana menjadi semakin dingin. Tiba-tiba muncul empat wanita cantik yang mencoba menggodanya. Namun, Syekh Qadir tidak membuka mata dan terus melafalkan asmaul husna Ya Quddus. Perlahan, wajah para wanita itu retak dan tubuh mereka hancur menjadi debu hitam.
Puncaknya terjadi pada malam ketiga, yang digambarkan sebagai "perang antara terang dan gelap". Sesosok Raja Jin kuno berwajah separuh manusia-separuh binatang turun dari langit.
Syekh Qadir akhirnya membuka mata dan menyatakan kedatangannya untuk membersihkan tempat itu.
Dengan lantang, ia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an (Surah Al-Baqarah, Al-Falaq, dan An-Nas). Suara zikir dan doanya membuat Raja Jin itu hancur berkeping-keping dan lenyap, membawa kedamaian kembali ke gunung.
Baca juga: Kisah Mistis Masjid Gaib: Pertemuan dengan Jin Muslim Si Penjaga Tak Kasat Mata
Kisah Syekh Qadir di Gunung Pulosari adalah cerminan dari kekuatan iman dan ketenangan batin. Ia tidak meninggalkan jejak fisik seperti makam atau tulisan, tetapi kisahnya menjadi pengingat bagi masyarakat Banten tentang pentingnya spiritualitas dalam menghadapi segala rintangan. Kisah ini terus hidup di hati penduduk Pandeglang sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual yang tak ternilai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Belajar Leluhur