Jumat, 16 JULI 2021 • 11:49 WIB

Studi Penelitian: Amazon Resmi Mengeluarkan 1,1 Miliar Ton CO2 dari Gas Rumah Kaca

Author

Ilustrasi hutan. (photo/Ilustrasi/Pexels/David Riaño Cortés)

Hutan menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang lebih besar dari atmosfer Bumi, menjadikannya bagian penting dari mitigasi perubahan iklim. Tetapi, manusia mungkin telah buat hutan hujan terbesar di dunia tidak berguna dalam pertempuran melawan gas rumah kaca, sebuah studi baru menemukan. 

Menurut penelitian yang diterbitkan pada 14 Juli kemarin di jurnal Nature, hutan hujan Amazon sekarang mengeluarkan lebih dari 1,1 miliar ton CO2 dari gas rumah kacam setahun. Dengan kata lain, hutan secara resmi melepaskan lebih banyak CO2 menuju atmosfer daripada menghilangkannya. 

Keseimbangan karbon berujung karena ada "gangguan manusia skala besar" pada ekosistem Amazon. Hal ini ditulis para peneliti dalam studi mereka, dengan kebakaran hutan. Kebakaran ini juga memperkuat lingkaran umpan balik pemanasan, tim menemukan, dengan lebih banyak gas rumah kaca berkontribusi pada musim kemarau yang lebih lama dan panas di Amazon, menyebabkan lebih banyak kebakaran dan lebih banyak polusi CO2. 

"Kabar buruk pertama adalah bahwa pembakaran hutan menghasilkan sekitar tiga kali lebih banyak CO2 daripada yang diserap hutan," penulis utama studi Luciana Gatti, seorang peneliti di Institut Nasional Penelitian Luar Angkasa Brasil, mengutip The Guardian.

"Kabar buruk kedua adalah bahwa tempat-tempat di mana deforestasi 30% atau lebih menunjukkan emisi karbon 10 kali lebih tinggi daripada di mana deforestasi lebih rendah dari 20%." lanjutnya. 

Dalam studi baru, para peneliti pun menganalisis hampir 600 pengukuran CO2 dari empat lokasi di Amazon Brazil, dikumpulkan dengan pesawat kecil dari 2010 hingga 2018. Tim menemukan bahwa, rata-rata, kebakaran mengeluarkan sekitar 1,6 miliar ton CO2 ke atmosfer setiap tahunnya, sedangkan pohon yang sehat hanya menyerap sekitar setengah miliar ton. 

“Bayangkan jika kita bisa melarang kebakaran di Amazon — [hutan] bisa menjadi penyerap karbon,” kata Gatti kepada The Guardian. 

"Tapi kami melakukan yang sebaliknya - kami mempercepat perubahan iklim." lanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU