Pada tahun 1996 sebuah domba hasil kloning sel somatik pertama dunia dilahirkan dalam keadaan normal dan diberi nama Dolly. Namun Dolly hanya mampu bertahan hidup selama 6.5 tahun.
Kelahiran domba Dolly menjadi pertanda era baru kloning individu yang semakin berkembang sampai saat ini terlebih untuk tujuan medis.
Tapi kematian Dolly sempat menimbulkan kontroversi, karna domba normal hidup sekitar 10 tahun lamanya. Ini menimbulkan pertanyaan tentang hasil kloning untuk jangka panjang.
Secara teori kematian Dolly karena mengalami osteoarthritis, karena sel yang digunakan saat kloning adalah sel dari domba dewasa yang sudah masuk pada fase penuaan.
Namun penelitian terbaru yang dilakukan membantah teori itu dan mengakhiri kontroversi dan anggapan bahwa, kloning sel somatik akan menyebabkan masalah kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: