Ilustrasi Weton Pon yang Sering Disalahpahami. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu merasa ada orang yang kehadirannya bikin suasana jadi lebih adem, lebih tenang, tapi hidupnya sendiri malah sering penuh salah paham?
Atau jangan-jangan, kamu sendiri lahir di Weton Pon dan sering merasa dianggap terlalu baik, terlalu lembut, bahkan sering disalahkan?
Dalam tradisi Kejawen, Pon dikenal sebagai weton anak cahaya. Tapi seperti cahaya pada umumnya, kehadirannya nggak selalu dipahami dengan benar.
Kadang justru dianggap menyilaukan, kadang diremehkan, bahkan sering dimanfaatkan.
Nah, yuk kita kupas fakta Weton Pon ini kenapa anak Pon disebut anak cahaya, tapi juga sering salah dimengerti orang, dilansir dari YouTube/Makna Weton selengkapnya!
Baca juga: Weton Pon: Konon Amarahnya Bisa Bikin Semesta Ikut Berguncang, Benarkah?
Orang Pon punya energi yang unik. Bukan cahaya yang terang menyilaukan, tapi cahaya lembut yang bikin orang di sekitarnya merasa nyaman.
Mereka biasanya hadir dengan sikap ramah, empati tinggi, dan pembawaan yang tenang. Tanpa banyak bicara, keberadaan mereka aja sudah cukup bikin suasana lebih adem.
Masalahnya, karena cahayanya nggak heboh, banyak orang nggak sadar kalau mereka sedang “diterangi”. Akhirnya, kebaikan orang Pon sering dianggap biasa saja, bahkan disepelekan.
Karena sifatnya yang tulus dan nggak suka ribut, anak Pon sering dianggap nggak punya pendirian. Mereka memilih diam bukan karena kalah, tapi karena nggak mau memperkeruh keadaan.
Sayangnya, sikap ini sering diterjemahkan salah. Ada yang mengira mereka lemah, ada yang merasa bisa seenaknya, bahkan ada yang memanfaatkan ketulusan mereka. Padahal, anak Pon cuma ingin menjaga harmoni dan mengikuti suara hatinya sendiri.
Anak Pon jarang menunjukkan luka secara terang-terangan. Kalau kecewa, mereka cenderung memendam. Kalau sakit hati, mereka menarik diri.
Tapi justru di situlah masalahnya. Saat cahaya mereka meredup, suasana di sekitarnya ikut berubah.
Baca juga: Weton Pon: Sering Terlihat di Tempat yang Bahkan Belum Pernah Ia Kunjungi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube