Selasa, 12 NOVEMBER 2024 • 20:40 WIB

Mengenal Tradisi Sekaten di Solo yang Paling Dinanti Masyarakat

Author

Tradisi Sekaten di Solo.

INDOZONE.ID - Sekaten merupakan salah satu tradisi yang kaya akan nilai budaya. Tradisi ini dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Sekaten sudah ada sejak abad ke-15, yang dimulai dari upacara tradisional oleh para raja-raja Jawa pada masa Majapahit. 

Pada awalnya, Sekaten merupakan wujud selamatan sebagai bentuk keselamatan untuk kerajaan. Akan tetapi, seiring waktu, tradisi ini menjadi sarana penyebaran agama Islam. 

Tradisi ini melibatkan masyarakat lokal dari keraton, khususnya Keraton Surakarta, serta menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar yang ingin menyaksikan perayaan budaya ini. 

Perayaan ini mencakup beberapa kegiatan, seperti arak-arakan gamelan, tumplak wajik, dan grebeg maulud

Baca Juga: Mengenal Tradisi Sekaten di Solo yang Paling Dinanti Masyarakat

Tradisi Sekaten di Solo berlangsung dari 5 sampai 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah atau yang biasanya jatuh pada bulan Mulud dalam penanggalan Jawa. Sekaten berlangsung di Alun-Alun Keraton Surakarta.

Rangkaian Acara Sekaten

Acara ini dimulai dengan Arak-Arakan Gamelan, di mana dua set gamelan yang dihias dengan janur kuning akan diarak ke masjid, serta diiringi oleh abdi dalem. Gamelan juga akan dimainkan terus menerus selama tujuh hari.

Selanjutnya, dilakukan Tumplak Wajik yang dilaksanakan dua hari sebelum puncak acara Grebeg Maulud

Acara ini juga menjadi penanda dimulainya pembuatan gunungan untuk Grebeg Maulud, yang terbuat dari beras ketan, buah-buahan, dan sayuran.

Pembuatan ini melibatkan permainan lagu yang dimainkan menggunakan kentongan sebagai tanda bahwa pembuatan gunungan sudah dimulai. Lagu yang dimainkan selama upacara ini ialah Lompong Keli, dan Tudhung Setan.

Puncak dari perayaan Sekaten ini adalah Grebeg Maulud yang diadakan pada 12 Rabiul Awal. Dalam pelaksanaan puncak perayaan, gunungan yang dibuat sebelumnya, akan dipersembahkan sebagai simbol doa dan kesejahteraan bagi masyarakat. 

Setelah didoakan, gunungan tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk berkah.

Pasar Malam Sekaten

Tidak hanya upacara-upacara tersebut saja yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekatan, terdapat pasar malam juga yang menjadi bagian dari perayaan tersebut. 

Pasar malam ini biasanya digelar di halaman pagelaran, halaman parkir selatan Masjid Agung Surakarta, dan di pelataran Pasar Klewer sisi timur, bahkan di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta. 

Pasar malam ini tidak hanya sebagai pasar malam biasa, tetapi juga sebagai mangayubagya (menyambut) dalam peringatan Sekaten. 

Pasar malam ini mencakup berbagai atraksi seni, wahana permainan, dan hiburan, serta terdapat banyak stand UMKM. 

Baca Juga: Cerita Hotel Angker di Solo: Pertempuran Berdarah dan Penampakan Tentara Jepang

Tidak hanya menjual makanan, para pedagang ini juga menawarkan hal-hal menarik, seperti kesenian tradisional setempat, mainan tradisional, dan masih banyak lagi. 

Para pedagang ini juga tidak hanya bertempat di alun-alun utara saja, melainkan di sepanjang jalan di daerah Keraton Surakarta dari pagi atau siang.

Saat berkunjung ke Solo, kamu bisa menikmati tradisi saat waktunya pas, yah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Surakarta.go.id, Sekaten Cultural Tradition At The Kasunanan Surakarta Palace

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU