INDOZONE.ID - Upacara Nyangku merupakan salah satu tradisi adat yang dilaksanakan di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Upacara ini merupakan rangkaian prosesi adat penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora, para raja, dan bupati Panjalu yang tersimpan di Pasucian Bumi Alit.
Nama "Nyangku" berasal dari kata dalam bahasa Arab "Yanko" yang berarti membersihkan. Dalam bahasa Sunda, “Nyangku” juga diartikan sebagai "Nyaangan Laku", yang berarti menerangi perilaku.
Tradisi ini telah ada sejak zaman Kerajaan Panjalu dan digunakan oleh Prabu Sanghyang Borosngora sebagai media syiar agama Islam.
Upacara Nyangku bertujuan untuk mengenang jasa Prabu Sanghyang Borosngora yang telah menyebarkan ajaran Islam di Panjalu.
Selain itu, upacara ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan sarana untuk membersihkan diri secara spiritual.
Baca Juga: Di Balik Tradisi Tedak Sinten, Upacara untuk Bayi Tujuh Bulan Menginjak Bumi
Upacara Nyangku dilaksanakan setiap tahun pada Senin atau Kamis terakhir di bulan Maulud (Rabiul Awal).
Prosesi dimulai dengan pengambilan air keramat dari beberapa mata air yang dipercaya sebagai petilasan Prabu Sanghyang Borosngora. Air tersebut digunakan untuk membersihkan benda-benda pusaka, seperti pedang Zulfikar, keris, kujang, dan lain-lain.
Benda-benda pusaka diarak dari tempat penyimpanan menuju Alun-Alun Panjalu dengan diiringi rebana. Setelah itu, benda-benda tersebut dibersihkan dengan air keramat yang telah disiapkan.
Upacara ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk Yayasan Borosngora, sesepuh Panjalu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keturunan Raja Panjalu. Mereka menjaga dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian warisan budaya.
Upacara Nyangku tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga sebagai aset budaya yang terus dilestarikan hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Abdurrahman Misno Bambang Prawiro (2015-06-17). Barakah Ziar