INDOZONE.ID - Sosok Helen of Troy akhir-akhir ini menjaid perbincangan dari para penikmat kisah mitologi Yunani, termasuk para penonton film 'The Odyssey' karya Christopher Nolan. Bahkan saat trailernya dirilis, begitu banyak pihak yang menuding bahwa Nolan merusak gambaran dari pendahulunya dalam menggambarkan soso ktersebut.
Sebelum membahas hal itu lebih jauh, ada baiknya mengenal sosok Helen of Troy lebih dulu, asal usulnya dan pengambarannya dalam budaya populer.
Siapa Helen of Troy?
Mengutip Britannica, Helen of Troy adalah salah satu tokoh paling terkenal dalam mitologi Yunani. Ia diperkirakan hidup sekitar 1200 SM, pada masa Peradaban Mykenai.
Meskipun berasal dari Sparta, ia lebih dikenal sebagai Helen of Troy karena kisah pelariannya bersama pangeran Troya, Paris, yang menjadi pemicu Perang Troya.
Baca juga: Di Balik RIntangan Odysseus di The Odyssey untuk Kembali Pulang: Ada Kutukan Dewa Poseidon?
Kelahiran Helen: Putri Zeus dan Leda
Menurut mitologi, Helen adalah putri Leda, Ratu Sparta, dan Zeus, yang mendatangi Leda dengan menyamar sebagai seekor angsa. Setelah peristiwa tersebut, Leda bertelur, dan dari telur-telur itulah lahir Helen serta saudara-saudaranya.
Ada pula tradisi yang menyebut Helen sebenarnya adalah putri Zeus dan dewi Nemesis. Dalam versi ini, Nemesis berubah menjadi seekor angsa untuk menghindari Zeus, tetapi Zeus juga berubah menjadi angsa dan berhasil menghamilinya. Nemesis kemudian bertelur, dan telur itu diberikan kepada Leda untuk dierami hingga akhirnya Helen lahir.
Helen memiliki dua saudara kembar, Castor dan Polydeuces (Pollux), serta seorang saudari, Clytemnestra, yang kemudian menjadi istri Agamemnon.
Sejak masih kecil, seorang peramal wanita (Sibyl) di Delphi telah meramalkan bahwa Helen akan menjadi penyebab pecahnya perang besar yang menelan banyak korban dari pihak Yunani.
Kisah Cinta yang Memicu Perang Troya
Karena takhta Sparta diwariskan melalui garis perempuan, siapa pun yang menikahi Helen akan menjadi raja Sparta. Setelah banyak pangeran dan bangsawan meminangnya, Helen memilih Menelaus, adik Agamemnon, sebagai suaminya. Mereka hidup bahagia selama sekitar sepuluh tahun dan memiliki seorang putri bernama Hermione.
Baca juga: Apa Itu Cyclops? Raksasa Bermata Satu dalam Mitologi Yunani yang Muncul di Cerita The Odyssey
Kehidupan Helen berubah ketika Paris, pangeran Troya, datang ke Sparta sebagai utusan diplomatik. Paris dan Helen saling jatuh cinta, lalu melarikan diri ke Troya. Tindakan ini dianggap sebagai penghinaan besar oleh bangsa Yunani.
Menelaus kemudian meminta bantuan para mantan pelamar Helen yang sebelumnya telah bersumpah akan melindungi hak suami Helen. Di bawah pimpinan Agamemnon, kerajaan-kerajaan Yunani bersatu menyerang Troya, sehingga pecahlah Perang Troya, yang menurut legenda berlangsung selama sepuluh tahun.
Seperti Apa Bentuk Fisik Helen Menurut Homer?
Dalam hal penampilan, gambaran Helen berbeda antara sumber kuno dan budaya populer modern. Homer dalam Iliad tidak memberikan deskripsi fisik yang rinci.
Ia hanya menyebut Helen sebagai perempuan yang "berlengan putih, berjubah panjang, dan berambut indah" (white-armed, long-robed, and richly tressed), sehingga pembaca bebas membayangkan kecantikannya. Sementara itu, lukisan-lukisan Yunani kuno umumnya menggambarkan Helen sebagai berambut gelap (brunette).
Dalam banyak film, lukisan, dan adaptasi modern selama beberapa dekade, Helen hampir selalu digambarkan sebagai perempuan berkulit terang dengan rambut pirang, menjadikannya simbol kecantikan ideal menurut budaya populer Barat.
Dari Pirang hingga Lupita Nyong'o: Kontroversi Penggambaran Helen
Namun, adaptasi terbaru The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan menghadirkan interpretasi yang berbeda dengan memilih aktris pemenang Oscar Lupita Nyong'o, seorang perempuan berkulit hitam, untuk memerankan Helen of Troy.
Pilihan pemeran ini memicu perdebatan di kalangan penonton dan akademisi karena dianggap berbeda dari penggambaran Helen dalam seni klasik maupun deskripsi Homer tentang sosok "berlengan putih".
Di sisi lain, sebagian pihak berpendapat bahwa mitologi Yunani merupakan karya sastra yang terbuka terhadap berbagai interpretasi artistik. Karena itu, pemilihan pemeran dipandang sebagai bagian dari kebebasan kreatif sutradara, bukan sebagai upaya merekonstruksi sejarah atau mitologi secara harfiah.
Warisan Helen of Troy
Karena kecantikannya yang luar biasa dan perannya dalam memicu perang besar tersebut, Helen dikenang sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam mitologi Yunani.
Kisahnya terus diadaptasi dalam sastra, seni, dan film hingga masa kini, menjadikannya simbol sekaligus legenda tentang kecantikan, cinta, dan konsekuensi dari pilihan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica