Apa Itu Cyclops? Raksasa Bermata Satu dalam Mitologi Yunani yang Muncul di Cerita The Odyssey
INDOZONE.ID - Buat kalian yang sudah sempat menonton film 'The Odyssey', kalian tentu akan melihat sosok Cyclops, raksasa bermata satu yang mengutuk perjalanan pulang raja Odysseus dari perang Troya menuju Ithaca.
Nah, sebenarnya makhluk apa sih Cyclops itu dan perannya dalam mitologi Yunani?
Berdasarkan situs Britannica, Cyclops adalah sebutan bagi ras raksasa bermata satu dalam mitologi Yunani. Nama Cyclops berasal dari bahasa Yunani kyklos (lingkaran) dan ops (mata), yang menggambarkan satu mata besar di tengah dahi mereka.
Dalam mitologi Yunani, terdapat tiga versi Cyclops yang berbeda:
Cyclops Tertua, Pandai Besi Para Dewa
Menurut penyair Hesiod, tiga Cyclops pertama adalah Brontes (Petir), Steropes (Kilat), dan Arges (Cahaya Terang). Mereka merupakan anak Uranus (Langit) dan Gaia (Bumi).
Baca juga: Cyclops Mungkin Bukan Fiksi Semata, Ini Fosil yang Diduga Jadi Asal Mitosnya
Karena takut akan kekuatan mereka, Uranus memenjarakan ketiganya di Tartarus, dunia bawah yang paling dalam. Saat Zeus memberontak melawan para Titan, ia membebaskan Cyclops. Sebagai balas jasa, mereka menempa tiga senjata legendaris:
- Petir Zeus.
- Trisula Poseidon.
- Helm Gaib Hades.
Senjata-senjata inilah yang membantu para dewa Olimpus mengalahkan para Titan dan menguasai dunia.
Setelah perang usai, Cyclops bekerja sebagai pandai besi dewa Hephaestus di bawah Gunung Etna, Sisilia, membuat petir dan berbagai senjata bagi para dewa.
Cyclops dalam Kisah Homer 'The Odyssey'
Dalam epos Odyssey, Homer menggambarkan Cyclops secara berbeda. Mereka adalah bangsa raksasa liar, tidak mengenal hukum, hidup sebagai penggembala di Sisilia, serta terkenal sebagai pemakan manusia.
Baca juga: Di Balik RIntangan Odysseus di The Odyssey untuk Kembali Pulang: Ada Kutukan Dewa Poseidon?
Tokoh Cyclops paling terkenal adalah Polyphemus, putra Poseidon.
Ketika Odysseus dan anak buahnya terjebak di gua Polyphemus, sang raksasa memakan beberapa awak kapal. Untuk meloloskan diri, Odysseus membuat Polyphemus mabuk, lalu menusuk mata tunggalnya dengan batang kayu zaitun yang dipanaskan hingga buta.
Setelah itu, Odysseus dan para pengikutnya kabur dengan bersembunyi di bawah perut domba.
Kejadian ini membuat Poseidon murka dan terus menghalangi perjalanan pulang Odysseus.
Cyclops Sang Pembangun
Tradisi Yunani lainnya menyebut Cyclops sebagai pembangun tembok-tembok batu raksasa di kota-kota kuno seperti Mycenae, Tiryns, dan Argos.
Karena ukuran batu yang sangat besar, masyarakat Yunani kuno percaya hanya makhluk sekuat Cyclops yang mampu menyusunnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica