INDOZONE.ID - Sebagaian kamu pasti pernah mendengar tentang Peti Tabut atau Ark of the Covenant, yang disebut sebagai merupakan salah satu benda paling sakral dalam tradisi Yahudi dan Kristen serta Islam. Sampai saat ini, banyak peneliti dunia masih bertanya, dimana lokasi sebenarnya Peti Tabut tersebut?
Dalam berbagai kisah keagamaan, Peti Tabut diyakini sebagai simbol kehadiran dan kekuasaan Tuhan di tengah bangsa Israel kuno.
Benda suci ini disebut memiliki kekuatan luar biasa hingga dibawa ke medan perang dan diyakini mampu membantu menaklukkan kota-kota musuh.
Awal Mula Keberadaan Peti Tabu: Yerusalem
Menurut tradisi, Peti Tabut disimpan di ruang terdalam dan paling suci di Bait Suci Yerusalem. Kesuciannya begitu tinggi sehingga hanya imam besar yang diperbolehkan memasuki ruang tersebut, itu pun hanya satu kali dalam setahun.
Namun, keberadaan Peti Tabut menjadi misteri setelah Kerajaan Babilonia menaklukkan Yerusalem pada abad ke-6 SM. Sejak saat itu, tidak ada catatan pasti mengenai nasib relik tersebut.
Selama lebih dari dua milenium, berbagai teori bermunculan mengenai lokasi terakhir Peti Tabut. Misteri ini bahkan menginspirasi budaya populer, termasuk film terkenal Raiders of the Lost Ark (1981) karya Steven Spielberg yang menampilkan petualangan pencarian benda legendaris tersebut.
Teori Ethiopia: Peti Tabut Disimpan di Aksum
Salah satu teori paling terkenal mengenai keberadaan Peti Tabut berasal dari Ethiopia. Kisah ini tercatat dalam epos nasional Ethiopia abad ke-14 yang dikenal sebagai Kebra Negast.
Menurut cerita tersebut, Ratu Sheba mengunjungi Raja Salomo di Yerusalem pada abad ke-10 SM. Dari pertemuan itu lahirlah seorang putra bernama Menelik. Ketika dewasa, Menelik kembali mengunjungi ayahnya di Yerusalem sebelum akhirnya memutuskan pulang ke Ethiopia.
Raja Salomo kemudian mengirim sejumlah bangsawan muda Yahudi untuk mendampingi Menelik. Namun, tanpa sepengetahuan Salomo maupun Menelik, para pendamping tersebut diduga membawa Peti Tabut keluar dari Yerusalem sebagai kenang-kenangan sebelum mereka meninggalkan tanah leluhur.
Baca juga: Melihat Tongkat Nabi Musa yang Berada di Topkapi Palace Istanbul
Ketika keberadaan Peti Tabut diketahui hilang, sudah terlambat untuk mengambilnya kembali. Menelik kemudian membawa relik tersebut ke kota Aksum. Dalam legenda Ethiopia, keberadaan Peti Tabut membantu Menelik menaklukkan berbagai wilayah yang kelak menjadi fondasi Kekaisaran Ethiopia.
Klaim Gereja Ortodoks Ethiopia
Kisah dalam Kebra Negast memiliki posisi penting dalam sejarah dan identitas nasional Ethiopia. Meski banyak sejarawan modern menganggap teks tersebut bersifat apokrif atau tidak dapat diverifikasi secara historis, dinasti Solomonic yang memerintah Ethiopia hingga tahun 1974 mengklaim garis keturunan langsung dari Raja Salomo dan Menelik.
Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia, yang merupakan denominasi Kristen terbesar di negara itu, juga meyakini kisah tersebut sebagai bagian dari sejarah Kristen yang sah. Menurut para pemimpin gereja, Peti Tabut telah disimpan selama berabad-abad di Gereja St. Mary of Zion di kota Aksum.
Menariknya, tidak seorang pun diperbolehkan melihat benda yang diyakini sebagai Peti Tabut tersebut. Bahkan imam tertinggi Aksum tidak memiliki akses ke ruang penyimpanannya. Hanya seorang biarawan perawan yang ditunjuk sebagai penjaga tunggal dan harus tinggal di area suci itu hingga akhir hayatnya.
Tradisi penghormatan terhadap Peti Tabut juga terlihat di seluruh gereja Ortodoks Ethiopia. Setiap gereja memiliki replika suci yang disebut tabot. Replika tersebut disimpan di ruang maha kudus dan hanya dikeluarkan pada perayaan keagamaan atau saat-saat tertentu yang dianggap penting.
Benarkah Peti Tabut Berada di Ethiopia?
Meski klaim Ethiopia menjadi salah satu teori paling terkenal, hingga kini belum ada bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Ketatnya penjagaan terhadap benda yang diklaim sebagai Peti Tabut membuat para peneliti dan arkeolog tidak pernah dapat melakukan pemeriksaan ilmiah secara langsung.
Sebagian besar sejarawan berpendapat bahwa jika Peti Tabut memang pernah ada, relik yang berusia lebih dari 3.000 tahun itu kemungkinan telah rusak, hancur, atau musnah akibat perjalanan waktu. Namun, pendapat tersebut juga masih berupa dugaan karena tidak ada bukti fisik yang dapat memastikan nasibnya.
Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga saat ini, lokasi sebenarnya dari Peti Tabut masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah agama dan arkeologi dunia. Apakah relik suci itu benar-benar tersimpan di Aksum, hilang saat penaklukan Babilonia, atau musnah berabad-abad lalu, belum ada jawaban yang dapat diterima secara universal.
Yang pasti, bila Peti Tabut ini ditemukan, kemungkinan semua jawaban tentang agama langit akan terjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica