INDOZONE.ID - Pernah kamu mendengar telinga berdenging, baik kiri maupun kanan yang dikaitkan dengan mitos tertentu? Ada yang mengtakan hal itu memiliki beberapa arti khusus.
Fenomena telinga berdenging kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Namun dalam perspektif Islam, kondisi ini memiliki penjelasan tersendiri yang bernuansa spiritual.
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Fatihun Nada, menjelaskan bahwa telinga berdenging bisa menjadi pertanda bahwa seseorang sedang dibicarakan dalam hal kebaikan oleh orang lain. Hal ini merujuk pada beberapa hadits Nabi Muhammad SAW.
Dalil Hadits tentang Telinga Berdenging
Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Jami’ al-Shaghir menyebutkan bahwa ketika telinga berdenging, seseorang dianjurkan untuk mengingat Rasulullah SAW, bershalawat, serta memanjatkan doa agar orang yang membicarakan kebaikannya juga mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.
Baca juga: Fenomena Aneh dan Unik Burung Hantu! Mata Terlihat Melalui Telinga, Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Riwayat serupa juga disebutkan oleh Imam al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, dengan redaksi yang berbeda namun memiliki makna yang sama.
Makna Telinga Berdenging dalam Islam
Dalam beberapa penjelasan ulama, telinga berdenging sering dihubungkan dengan tanda bahwa seseorang sedang disebut atau dibicarakan oleh orang lain dalam kebaikan.
Hal ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Jami’ al-Shaghir, yang menjelaskan bahwa ketika telinga berdenging, seseorang dianjurkan untuk mengingat Nabi Muhammad SAW, bershalawat, dan mendoakan kebaikan bagi orang yang menyebut namanya.
Artinya, fenomena ini tidak sekadar kejadian fisik, tetapi juga bisa menjadi pengingat spiritual.
Anjuran Dzikir dan Shalawat
Kiai Fatihun menerangkan bahwa anjuran dalam hadits tersebut menunjukkan pentingnya memperbanyak dzikir dan shalawat sebagai respons atas fenomena ini. Selain itu, doa yang diajarkan juga mengandung nilai kebaikan, yakni membalas orang lain dengan doa yang baik.
Penjelasan ini diperkuat oleh Imam al-Shan’ani dalam kitab al-Tanwir, yang menyebut bahwa telinga berdenging merupakan isyarat bahwa seseorang sedang dibicarakan dalam kebaikan.
Baca juga: 4 Fakta Ilmiah tentang Cara Kucing Berkomunikasi dengan Manusia, Ternyata Penuh Makna
Lebih lanjut, Imam al-Munawi dalam al-Taysir bi Syarh al-Jami’ al-Shaghir menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan dengan kabar baik yang diterima oleh ruh seseorang, bahkan disebut sebagai tanda bahwa Rasulullah SAW menyebut kebaikan orang tersebut di alam ruh.
Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah
Menurut Kiai Fatihun, telinga berdenging dapat menjadi momen bagi seorang Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa, seseorang bisa memperoleh pahala sekaligus keberkahan.
Ia menegaskan bahwa hadits-hadits tersebut bukan sekadar menjelaskan fenomena, tetapi juga menjadi ajakan untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Apakah Telinga Kanan Memiliki Arti Khusus?
Dalam ajaran Islam sendiri, tidak terdapat dalil yang secara spesifik membedakan arti telinga berdenging sebelah kanan atau kiri.
Namun, sebagian masyarakat mengaitkan telinga kanan dengan pertanda baik. Meski demikian, hal ini lebih bersifat kepercayaan umum dan tidak memiliki dasar kuat dalam sumber utama ajaran Islam.
Yang lebih ditekankan adalah respon spiritualnya, bukan pada sisi kanan atau kiri telinga.
Baca juga: Arti Tahi Lalat di Dada Wanita: Berdasarkan Tafsir Primbon Jawa dan Kepercayaan Tradisional
Jangan Abaikan Penjelasan Medis
Selain sisi spiritual, penting untuk memahami bahwa telinga berdenging juga memiliki penjelasan medis yang dikenal sebagai tinnitus.
Beberapa penyebab umum tinnitus antara lain:
- Paparan suara keras
- Infeksi telinga
- Gangguan saraf pendengaran
- Stres atau kelelahan
Jika telinga berdenging terjadi terus-menerus, terasa mengganggu, atau disertai gangguan pendengaran, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Nah, itulah beberapa penjelasan tentang apa arti telinga kanan menurut agama Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MUI (Majelis Ulama Indonesia)