Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 11:26 WIB

Pernikahan Katak di India, Ritual Unik di India untuk Penguasa Hujan Dewa Indra

Author

Pernikahan katak di India. (Instagram/@bushcoo)

INDOZONE.ID - Di Assam, India, terdapat legenda kuno yang menggambarkan keterkaitan antara katak dan turunnya hujan. Dalam kisah itu, para petani bertanya kepada awan mengapa hujan tak kunjung turun. 

Awan pun menjawab bahwa mereka menunggu suara kokok katak. Karena katak biasanya bersuara saat musim hujan tiba, suaranya pun diyakini sebagai pertanda datangnya hujan.

Sementara itu, di wilayah India bagian selatan, terdapat tradisi serupa yang disebut Mandooka Parinaya, yaitu ritual pernikahan antara dua ekor katak. 

Masyarakat setempat percaya bahwa upacara ini dapat menyenangkan hati dewa hujan, Indra, sehingga ia akan menurunkan hujan sebagai bentuk restu.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Tentang Katak Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa Ya?

Meski memiliki variasi di tiap daerah, baik kisah maupun ritual tersebut sama-sama mencerminkan penghormatan mendalam terhadap alam dan siklus kehidupannya, serta harapan manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan.

Peristiwa Unik di India Tengah Tahun 2019

Pada Juli 2019, wilayah Madhya Pradesh mengalami kekeringan parah. Warga yang resah akibat kondisi tersebut pun menggelar berbagai ritual untuk memohon belas kasih Dewa Hujan agar menurunkan hujan. 

Salah satu ritual yang dilakukan adalah menikahkan sepasang katak, dengan harapan Dewa Indra, sang penguasa hujan, berkenan memberikan berkahnya.

Dua bulan setelah upacara pernikahan katak itu, hujan turun dengan intensitas sangat tinggi, jauh melampaui yang dibutuhkan warga Bhopal. 

Harapan agar Dewa Indra menurunkan rahmat justru berbalik menjadi bencana, karena curah hujan yang berlebihan menyebabkan banjir besar dan kerusakan di berbagai wilayah.

Para pemuka agama Hindu dan tokoh adat setempat menilai bahwa Dewa Indra tampaknya murka. Untuk meredakan amarah sang dewa, mereka pun berupaya mencari jalan keluar, salah satunya dengan menggelar ritual perceraian bagi dua katak yang sebelumnya dinikahkan. Upacara tersebut dilakukan oleh anggota Om Shiv Seva Shakti Mandal di kawasan Indrapuri pada Rabu malam, tepat dua bulan setelah “pasangan” katak itu disatukan.

"Kami membuat dua katak dari tanah liat dan mengawinkannya agar hujan turun di negara bagian ini. Namun, hujan sekarang terus turun, jadi kami memisahkan mereka untuk menghentikan hujan," kata Suresh Agarwal dari mandal tersebut.

Ritual perceraian itu berlangsung di Kuil Turant Mahadev, di mana dua katak dari tanah liat ditempatkan ke dalam bejana berisi air sambil diiringi pembacaan mantra suci. 

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Madhya Pradesh telah menimbulkan kerusakan besar, lebih dari 9.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara 213 rumah lainnya runtuh akibat bencana tersebut.

Baca juga: Katak Langka Ini Punya Mata di Mulutnya, Bikin Para Ilmuwan Bertanya-tanya

Pada hari Kamis, Departemen Meteorologi merilis peringatan merah dan oranye baru untuk hujan lebat dan sangat lebat selama 24 jam ke depan.

Tradisi menikahkan katak bukanlah sesuatu yang baru di India, sebab masyarakat setempat meyakini bahwa ritual tersebut dapat memanggil turunnya hujan.

Pada tahun yang sama, dua ekor katak di Udupi juga dikawinkan dalam upacara bernama "Mandooka Parinaya", yang dipercaya mampu menenangkan Dewa Hujan agar berkenan menurunkan rahmatnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NDTV

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU