INDOZONE.ID - Kebudayaan Jawa dikenal kaya akan berbagai filosofi yang mendalam, salah satunya terkait dengan penyebutan angka dalam bahasa Jawa.
Angka-angka seperti 11, 21, 25, 50, dan 60 memiliki penyebutan yang berbeda, bukan sekadar perbedaan dalam sebutan, namun juga menyimpan makna filosofis yang dalam.
Dilansir dari akun TikTok @seputarjawa, berikut ini adalah makna di balik angka-angka tersebut:
Dalam bahasa Jawa, angka 11 disebut "sewelas." Makna dari "sewelas" adalah ndue roso welas, yang berarti pada usia 11 hingga 19 tahun, seseorang mulai merasakan kasih sayang, terutama terhadap lawan jenis.
Angka 21 dalam bahasa Jawa disebut "selikur." Filosofi yang terkandung dalam "selikur" adalah seneng linggih kursi, yang menggambarkan usia di mana seseorang mulai mendapatkan kedudukan, jabatan, atau pekerjaan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Sambatan Pada Masyarakat Pedesaan Di Jawa Tengah
Pada usia 25 tahun, yang disebut "selawe" dalam bahasa Jawa, terdapat filosofi seneng senenge lanang lan wedok, yang menandakan usia ideal untuk menikah atau membentuk keluarga.
Angka 50, atau "seket," memiliki filosofi seneng ketunan, yang berarti pada usia ini, seseorang mulai lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih spiritual.
Angka 60 disebut "sewidik" dalam bahasa Jawa. Filosofi dari "sewidik" adalah sejatining wis wayahe tindak, yang berarti sudah saatnya seseorang meninggalkan dunia dan menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
Baca Juga: Mengenal Bahasa Jawa-Serang, Bahasa yang Dipakai di Film Yuni, Unik dan Terdengar Asing
Filosofi yang terkandung dalam penyebutan angka-angka tersebut menunjukkan kedalaman pemikiran masyarakat Jawa kuno, yang menciptakan makna-makna ini agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, sebagai pedoman hidup dan refleksi terhadap perjalanan hidup manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/ @seputarjawa