Ilustrasi Jumat tanggal 13. (lublin.naszemiasto.pl)
INDOZONE.ID - Jumat tanggal 13 atau lebih dikenal dengan Friday the 13th merupakan tanggal yang dianggap membawa kesialan bagi budaya Barat.
Keyakinan tersebut telah mengakar lama dan sering disebut dengan berbagai takhayul lain, seperti berpapasan dengan kucing hitam, berjalan di bawah tangga, membuka payung di dalam ruangan, ataupun memecahkan cermin.
Baca juga: Mitos Jumat Tanggal 13, Konon Hari Terkutuk yang Mengundang Kesialan
Berdasarkan laman Britannica (13/02/2026) secara sederhana, Jumat tanggal 13 merupakan hari ketika tanggal 13 dalam kalender Gregorian jatuh pada hari Jumat.
Fenomena kalender itu terjadi setidaknya satu kali dalam setahun, bahkan bisa sampai tiga kali. Rata-rata, Jumat tanggal 13 muncul setiap sekitar 212 hari.
Di sejumlah negara Barat, tanggal ini dipandang sebagai simbol nasib buruk. Kepercayaan tersebut bukan hanya sekadar cerita turun-temurun, namun turur memengaruhi psikologis sebagian orang.
Baca juga: Kembali ke Masa Ratusan Tahun Silam, Inilah Alasan Tanggal 13 di Hari Jumat Dicap Sial
Ada individu yang mengalami kecemasan berlebihan saat menghadapi tanggal ini, dengan gejala fisik seperti jantung berdebar, berkeringat, napas cepat, hingga gemetar.
Seorang psikoterapis bernama Donald Dossey bahkan memperkenalkan istilah paraskevidekatriaphobia untuk menggambarkan ketakutan ekstrem terhadap Jumat tanggal 13.
Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani, yakni Paraskevi (Jumat), triskaideka (tiga belas), dan phobos (ketakutan).
Adapun istilah lain, friggatriskaidekaphobia, yang merujuk pada nama dewi Nordik Frigg yang merupakan asal-usul penamaan hari Jumat dalam bahasa Inggris.
Baca juga: Mitos Hari Jumat Tanggal 13 yang Ditakuti Dalam Mitos Barat
Catatan tertulis mengenai keterkaitan Jumat tanggal 13 dengan kesialan mulai muncul di Prancis pada abad ke-19.
Pada tahun 1834, majalah sastra Prancis Revue de Paris memuat artikel berjudul Le Chateau de Carini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica