Ilustrasi setan atau iblis yang dianggap menganggu saat bulan Ramadhan (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Iblis, setan, demit atau dan sebangsanya dikenal sebgai musuh Allah SWT dan manusia. Sehingga perlunya ada perlindungan diri dari para iblis yang disebut ada 7 nama iblis dan setan yang pernah dalam dunia Islam.
Kita sebagai manusia perlu menjaga dari rintangannya agar bisa kita menghindari dan berusaha untuk menghadapinya. Meski di bulan Ramadhan ini, para setan ini dibelenggu, tapi bekas ajaran mereka masih selalu ada di benak orang jahat yang menjadi hawa nafsunya.
Setan adalah musuh yang nyata. Dalam Al-Quran telah disebutkan, Allah SWT berfirman artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)
Baca juga: 10 Iblis yang Disembah dari Kisah Teologi: Salah Satunya yang Disembah Epstein
Di ayat lain juga disebutkan,
“Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat, yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.” (QS. Al-Hajj: 3-4)
Ustadz Adi Hidayat dalam satu kesempatan kajian menyampaikan tentang nama-nama setan dan tugasnya, di antaranya:
Iblis atau setan yang suka memberikan was was kepada penampakan berjudul binatang-binatang tertentu. Jadi begitu lihat langsung takut dan was was. Bahkan jika tidak ada, tiba-tiba terpikirkan.
Bukan takut alamiah, tapi takut was-was. Jika ada perasaan was-was tertentu kepada binatang-binatang tertentu maka itu Hafaf,.
Baca juga: Mengenal Ba'al: Iblis Primordial Musuh Nabi Ilyas yang Diduga Disembah Epstein dan Elite Global
Setan yang menggoda orang-orang yang wudhu. Diberikan rasa was-was kepada yang punya wudhu sampai dia sholat, diberikan rasa was-was wudhunya antara yakin atau tidak tentang wudhunya. Batal atau tidak.
Bahkan sampai takbir dalam sholat, perasaan was-was itu terus mengikuti. Bahkan godaan itu tetap ada saat sholat. Sebaiknya jika rasa was-was itu ada, jangan langsung putuskan, tapi ambil yang paling yakinnya saja.
Kata Nabi kalau dalam kondisi seperti itu ada perasaan was-was, jangan langsung putuskan batal. Ambil yang paling yakin atau pastikan baik karena dengar atau cium baunya. Tapi kalau gelisah berkelanjutan, ambil keyakinan dan sudah selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ucareindonesia.org