Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 19 JANUARI 2026 • 15:20 WIB

Ciri Puasa Mutih yang Berhasil, Bukan Soal Kurus Tapi Cara Memandang Hidup

Ciri Puasa Mutih yang Berhasil, Bukan Soal Kurus Tapi Cara Memandang HidupIlustrasi Ciri Puasa Mutih yang Berhasil. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Puasa mutih sering dianggap sebagai laku berat yang hasilnya harus kelihatan secara fisik. Ada yang mengukur dari tubuh yang makin kurus, wajah yang tampak pucat, atau tenaga yang terasa berkurang.

Padahal, menurut banyak laku spiritual Jawa, keberhasilan puasa mutih justru jarang terlihat kasat mata. Ia bekerja pelan, senyap, dan menyentuh bagian terdalam diri.

Salah satu tanda paling jujur dari puasa mutih yang dijalani dengan niat lurus adalah perubahan pada sorot mata dan cara seseorang memandang hidup.

Yuk simak ciri puasa mutih yang berhasil dilansir dari YouTube/Belajar Leluhur selengkapnya!

Baca juga: Makna Sunyi Puasa Mutih: Ketika Manusia dan Alam Saling Menyapa dalam Diam

Mata sebagai Pintu Batin

Dalam kepercayaan leluhur, mata bukan sekadar alat melihat, tapi pintu batin tempat rasa keluar dan masuk tanpa suara.

Orang yang batinnya masih penuh gejolak biasanya punya sorot mata yang gelisah. Pandangannya sering bergerak cepat, seperti selalu mencari pembenaran, pengakuan, atau rasa aman.

Puasa mutih yang dilakukan dengan niat membersihkan diri bertujuan mengikis ego dan keinginan untuk selalu unggul.

Ketika beban batin mulai luruh, mata pun berubah. Tatapannya menjadi lebih tinggal, sabar, dan tidak tergesa-gesa menilai apa pun yang ada di depan mata.

Perubahan yang Halus tapi Terasa

Ilmu yang benar tidak bekerja dengan suara keras atau pertunjukan. Ia hadir dalam perubahan kecil yang sering luput disadari pelakunya sendiri. Saat emosi tidak lagi mudah meledak, mata tidak bersikap terlalu waspada.

Tatapan menjadi lebih lembut karena batin tidak merasa terancam. Menariknya, kelembutan ini justru melahirkan ketajaman.

Mata mampu melihat lebih jernih, tidak cepat menghakimi, dan tidak sibuk membela diri.

Saat berbicara, mata menyertai kata-kata dengan tenang. Saat mendengar, pandangan tidak melayang ke mana-mana. Ada rasa hadir sepenuhnya.

Kehadiran yang Lebih Tenang

Orang yang berhasil menjalani puasa mutih biasanya lebih kalem menghadapi keseharian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ciri Puasa Mutih yang Berhasil, Bukan Soal Kurus Tapi Cara Memandang Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!