Ilustrasi Ajian Halimun. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu nonton film silat atau cerita legenda zaman dulu, di mana tokohnya bisa tiba-tiba menghilang dari pandangan musuh?
Sekilas mungkin kedengarannya kayak fiksi banget. Tapi ternyata, dalam tradisi spiritual Jawa dan Nusantara, ada ilmu semacam itu yang disebut Ajian Halimun atau juga dikenal sebagai Ilmu Panglimunan.
Ilmu ajian ini dipercaya bisa bikin seseorang menghilang atau tak terlihat oleh orang-orang tertentu, terutama mereka yang punya niat jahat.
Bukan dalam arti benar-benar jadi transparan kayak hantu ya, tapi lebih ke arah samar atau tersembunyi dari pandangan mata.
Nah, buat kamu yang penasaran, yuk kita bahas lebih dalam tentang Ajian Halimun, ilmu klasik yang katanya bisa menyelamatkan banyak pejuang zaman dulu dari kepungan penjajah.
Yuk simak kisah Ajian Halimun dilansir dari YouTube @ustaz muhammad TV selengkapnya!
Baca juga: Ajian Bolo Sewu: Ilmu Mistis Ribuan Bayangan yang Bikin Musuh Ketar-ketir!
Ajian Halimun adalah ilmu kebatinan yang dipercaya mampu membuat seseorang tak terlihat oleh pandangan orang lain. Tapi jangan dibayangin kayak ilmu sulap.
Ini lebih ke bentuk perlindungan spiritual, di mana tubuh seseorang diselimuti energi atau vibrasi tertentu yang membuatnya luput dari penglihatan orang-orang yang berniat jahat.
Ajian ini populer di kalangan spiritualis dan pejuang kemerdekaan zaman dulu. Ceritanya, banyak tokoh perlawanan seperti para pejuang atau santri zaman penjajahan Belanda dan Jepang menggunakan ilmu ini untuk menghindari kejaran tentara musuh. Mereka bisa lolos dari penyergapan atau penggerebekan karena dianggap tidak terlihat.
Pertanyaannya, apakah Ajian Halimun beneran ada? Buat sebagian orang, hal ini bisa dibilang masih jadi wilayah kepercayaan.
Tapi kalau ditelusuri, ajian ini bukan sekadar mitos kosong. Dalam beberapa pengajian spiritual atau tradisi Islam lokal di Nusantara, ada bacaan khusus berupa ayat Al-Qur’an yang diamalkan untuk tujuan perlindungan dari kejahatan, termasuk agar tak terlihat oleh musuh.
Biasanya, bacaan tersebut dibaca sebanyak 9 kali, lalu diiringi dengan niat dan laku batin yang sungguh-sungguh.
Fokus utamanya bukan untuk pamer atau gagah-gagahan, tapi demi keselamatan dan perlindungan diri dari orang-orang zalim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube