INDOZONE.ID - Di sebuah pelosok desa yang tersembunyi di kaki gunung dan kerap diselimuti kabut tebal, tinggal seorang perempuan lanjut usia bernama Mbok Sari.
Desa tersebut bernama Kaliwungu, tempat yang nyaris tak pernah dijamah oleh dunia luar, berlokasi di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Jalan berbatu dan hutan rimbun menjadi penghalang alami yang memisahkannya dari hiruk-pikuk kehidupan modern.
Mbok Sari hidup seorang diri di sebuah pondok kayu tua yang mulai rapuh, terletak di ujung desa, tak jauh dari pemakaman lama yang jarang dikunjungi.
Baca Juga: Asal Kemenyan, Wewangian yang Sarat Akan Mistis
Warga sekitar mengenalnya sebagai seorang dukun, namun mereka enggan mendekat kecuali saat keadaan benar-benar mendesak.
Aroma kemenyan yang tajam sering kali menguar dari rumahnya, bahkan saat malam telah larut.
Awal Mula Kisah Horor Ini Terjadi
Kisah ini bermula pada malam gulita tanpa cahaya bulan, ketika angin berembus lembut membawa aroma tanah lembab dan daun-daun yang membusuk.
Seorang pemuda bernama Jaka, yang baru kembali dari perantauan setelah bertahun-tahun tinggal di kota, berniat mengunjungi Mbok Sari.
Ibunya pernah berkata bahwa Mbok Sari memiliki kemampuan untuk memanggil roh orang yang telah meninggal.
Jaka ingin berjumpa dengan adiknya, Lestari, yang wafat secara misterius tiga tahun silam. Kepergian Lestari masih menyisakan luka mendalam bagi keluarganya.
Jenazahnya ditemukan di pinggir sungai, dengan wajah pucat dan mata terbuka lebar, seolah-olah menyaksikan sesuatu yang menakutkan sebelum ajal menjemputnya.
Jaka melangkah perlahan di jalan setapak menuju rumah Mbok Sari, membawa sebuah keranjang kecil berisi persembahan: bunga kamboja, telur ayam kampung, dan sebungkus kemenyan yang dibalut kain putih.
Lentera minyak di tangannya bergoyang ditiup angin, bayangannya menari di antara pepohonan yang gelap.
Semakin ia mendekati gubuk tua itu, semakin tajam aroma kemenyan menusuk inderanya. Udara malam terasa aneh, padat, lembap, seolah-olah ada sesuatu yang tak terlihat mengintip dari balik kegelapan, menahan napas menunggu waktu yang tepat.
Setelah bertahun-tahun merantau, Jaka kembali ke desanya dan mengunjungi Mbok Sari, seorang dukun tua yang dikenal mampu memanggil arwah.
Dia membawa sesajen dan meminta bantuan untuk berkomunikasi dengan adiknya, Lestari, yang meninggal secara misterius.
Mbok Sari memperingatkan bahwa memanggil arwah berarti membuka pintu ke dunia lain, tapi tetap melakukan ritual pemanggilan.
Saat proses berlangsung, arwah Lestari muncul, tapi wujudnya berubah menjadi makhluk mengerikan. Udara dipenuhi bau busuk dan suara-suara dari dunia gaib.
Jaka ketakutan dan mencoba untuk melarikan diri, namun dia terjebak. Mbok Sari menghilang, dan makhluk yang menyerupai Lestari mengungkap bahwa Jaka-lah yang telah memanggilnya.
Baca Juga: Benarkah Membakar Kemenyan Bisa Memanggil Hantu?
Di detik terakhir sebelum kehilangan kesadaran, Jaka mendengar bahwa kemenyan bukanlah pemanggil arwah, melainkan pembuka jalan bagi entitas dari sisi lain.
Keesokan harinya, Jaka dan Mbok Sari lenyap. Gubuk itu kosong, hanya tersisa keranjang sesajen.
Sejak malam itu, aroma kemenyan dan suara-suara aneh mulai terdengar di sekitar desa, menandakan bahwa sesuatu telah bebas dan kini menghantui Kaliwungu.
Orang-orang desa mulai percaya bahwa Jaka telah membuka pintu yang seharusnya tetap tertutup, dan sesuatu dari sisi lain kini berkeliaran di Kaliwungu, menunggu korban berikutnya yang cukup bodoh untuk mencium aroma kemenyan di malam tanpa bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: X @duskwaiter_