Kisah Mistis Gunung Prau: Misteri Pendakian yang Diteror Suara Gending Jawa dan Sosok Misterius
Ilustrasi Misteri Pendakian.
INDOZONE.ID - Gunung Prau, salah satu destinasi favorit para pendaki di Jawa Tengah, dikenal dengan pemandangannya yang indah.
Namun, di balik keindahannya, gunung ini juga menyimpan kisah-kisah mistis yang bikin bulu kuduk merinding.
Dilansir dari YouTube @RJL 5 - Fajar Aditya, salah satunya adalah pengalaman horor yang dialami Arda dan teman-temannya saat mendaki via jalur Patak Banteng.
Perjalanan mereka yang seharusnya menjadi petualangan seru berubah menjadi malam penuh teror.
Dari suara gending Jawa yang tiba-tiba terdengar di tengah hutan hingga penampakan sosok menyeramkan, inilah kisah mistis Gunung Prau yang mereka alami.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Raung: Misteri Kerajaan Macan Putih, Pasar Setan, dan Pondok Berhantu
Awal Perjalanan yang Penuh Tanda Tanya
Arda, seorang siswa SMK dari Pekalongan, awalnya merencanakan camping di Candi Arjuna, Dieng, bersama teman-temannya.
Namun, di detik-detik terakhir, mereka memutuskan untuk mendaki Gunung Prau.
Keputusan mendadak ini ternyata membawa mereka ke pengalaman yang tak akan pernah mereka lupakan.
Rombongan ini terdiri dari delapan orang yaitu Daru, Zaman, Lebi, Bah, Restu, Dina, Lucy, dan Manda.
Dari mereka, hanya dua orang yang pernah mendaki sebelumnya, sementara lima di antaranya adalah perempuan.
Pendakian mereka sempat tertunda satu hari karena salah satu teman perempuan sedang haid. Tapi di hari keberangkatan,
Restu tiba-tiba mengalami haid juga. Meski sempat ragu, akhirnya mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan modal bismillah dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Tanda-tanda aneh dan kejadian ganjil mulai muncul sejak perjalanan menuju basecamp.
Motor yang mereka gunakan tiba-tiba tidak kuat menanjak, padahal kondisi bensin penuh dan mesinnya masih prima.
Anehnya, bukan hanya satu motor, tapi beberapa motor mengalami masalah serupa.
Mereka akhirnya sampai di basecamp lebih lambat dari yang direncanakan.
Seharusnya tiba siang hari, tapi mereka baru tiba saat magrib.
Setelah mengurus registrasi dan berdoa, pendakian pun dimulai.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Merbabu, Ada Suara Wanita Misterius Merintih Kesakitan di Jalur Pendakian
Trek Menanjak & Suara Misterius
Jalur Patak Banteng terkenal sebagai jalur yang cukup curam dan menantang.
Perjalanan baru dimulai, tapi Arda dan teman-temannya sudah mulai mengalami kejadian mistis.
Saat mendekati Pos 1, Arda mendengar suara tawa melengking dari kejauhan.
Ia mencoba mengabaikan, tapi bulu kuduknya langsung meremang.
Sesampainya di Pos 1, Restu terlihat sering melamun dan tatapannya kosong.
Arda yang sudah menyadari keanehan ini, terus menjaga Restu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Perjalanan menuju Pos 2 di jalur pendakian Gunung Prau semakin berat.
Trek semakin menanjak dan kondisi tim mulai kacau.
Restu semakin sering terjatuh, dan beberapa teman perempuan lainnya mulai kelelahan.
Di tengah perjalanan, Arda melihat bayangan hitam melayang ke atas, seolah sedang mengawasi mereka.
Setelah berjuang melewati tanjakan curam, mereka akhirnya tiba di Pos 3 sekitar pukul 23.30 malam.
Tapi di sinilah puncak dari teror pendakian yang mereka alami.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Gede: Teror Sosok Bayangan Hitam Menyeramkan di Tengah Malam
Suara Gending Jawa & Sosok Misterius
Saat mereka sedang beristirahat, tiba-tiba terdengar suara gending Jawa yang samar-samar.
Awalnya, Arda mengira itu hanya halusinasi karena kelelahan.
Namun, beberapa detik kemudian, suara itu disusul dengan gumaman sedih dari seorang wanita misterius.
“Beb... Beb...” suara itu terdengar sayup-sayup, seperti ada seseorang yang menangis.
Arda merinding. Ia menatap teman-temannya dan menyadari mereka juga mendengar suara itu.
Tapi mereka tidak berani bicara dan memilih melanjutkan perjalanan ke area camp.
Saat mendirikan tenda, suhu udara terasa jauh lebih dingin dari biasanya.
Bahkan Arda, yang sudah beberapa kali mendaki Gunung Prau, merasa ini adalah suhu terdingin yang pernah ia rasakan.
Setelah makan dan bercanda sejenak, mereka mulai tidur.
Tapi baru saja Arda memejamkan mata, ia merasakan ada sesuatu yang mengusap lengan dari luar tenda.
Semakin lama, gerakan itu semakin kencang, seolah ingin merobohkan tenda.
“BRAAAK!”
Suara keras terdengar, diikuti dengan tawa kuntilanak yang melengking.
Arda menahan napas. Dari balik kain tenda, ia melihat bayangan besar yang bergerak di atas tenda mereka.
Ia hanya bisa berdoa dalam hati hingga akhirnya suara itu perlahan menghilang.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Kawi: Misteri Hilangnya Pendaki Karena Sosok Perempuan Misterius
Penampakan di Pohon & Gangguan di Perjalanan Pulang
Sekitar pukul 04.00 pagi, Daru meminta Arda menemaninya buang air kecil.
Saat menunggu Daru, Arda melihat ada penampakan sosok besar di atas pohon.
Sosok itu seperti manusia, tapi kepalanya menggantung terbalik dari dahan pohon yang besar.
Arda syok. Ia langsung menarik Daru untuk kembali ke dalam tenda dan membaca doa hingga akhirnya mereka tertidur.
Paginya, mereka naik ke puncak dan menikmati sunrise.
Setelah puas berfoto, mereka segera turun dan pulang ke Pekalongan.
Tapi ternyata gangguan gaib belum berhenti.
Dalam perjalanan pulang dengan motor, Restu tiba-tiba kehilangan kendali dan hampir menabrak nisan di area kuburan.
Setelah itu, mereka mendengar suara tawa perempuan yang familiar mirip dengan suara yang mereka dengar di Gunung Prau.
Anehnya, motor Restu yang sebelumnya tidak bisa direm, tiba-tiba normal kembali tanpa diperbaiki.
Sesampainya di rumah, teman-teman Arda bercerita mengenai misteri Gunung Prau bahwa selama perjalanan pulang, mereka melihat sosok yang berbeda-beda antara lain ada yang melihat anak kecil, ada yang melihat black giant, dan Arda sendiri melihat kuntilanak terbang.
Baca Juga: 5 Kisah Mistis Gunung Rinjani: Misteri Istana Dewi Anjani hingga Sang Ratu Jin
Ilustrasi Misteri Pendakian.
Kisah pendakian Gunung Prau ini bukan hanya sekadar cerita horor, tapi juga memberikan banyak pelajaran bagi para pendaki.
1. Jangan Memaksakan Mendaki Jika sedang Haid
Banyak yang percaya bahwa perempuan haid lebih rentan mengalami gangguan mistis.
2. Selalu Berdoa Sebelum dan Selama Pendakian
Menghormati alam dan "penghuninya" adalah hal yang penting saat mendaki.
3. Jaga Sikap dan Jangan Berkata Sembarangan
Gunung bukan hanya tempat wisata, tapi juga tempat yang memiliki "penghuni".
Kisah pendakian Gunung Prau bagi Arda dan teman-temannya adalah pengalaman yang tidak akan mereka lupakan.
Bagi kalian yang ingin mendaki gunung, hati-hati dan selalu siapkan mental serta fisik dengan baik ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube