Rabu, 15 JULI 2026 • 09:35 WIB

Asal-usul Santet, Budaya Nusantara dengan Praktik dan Sebutan Berbeda di Setiap Daerah

Author

Ilustrasi santet (Freepik)

INDOZONE.ID - Santet menjadi salah satu istilah yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu. 

Meski hingga saat ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah, kisah mengenai santet masih sering menjadi perbincangan, mulai dari cerita turun-temurun, karya sastra, film horor, hingga pemberitaan di berbagai daerah.

Fenomena ini tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu warisan budaya yang memperlihatkan bagaimana manusia pada masa lampau mencoba menjelaskan berbagai peristiwa yang dianggap berada di luar nalar.

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan santet? Mengapa hampir setiap daerah di Indonesia memiliki istilah dan cerita yang berbeda mengenai praktik tersebut?

Baca juga: Video Viral: Kenapa Pusaran Angin Kecil 'Dust Devil' di Yaman Seolah 'Menghindar' Saat Disiram Air?

Santet Identik dengan Sihir Hitam

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santet termasuk dalam kategori sihir hitam, yaitu praktik yang dipercaya menggunakan kekuatan gaib atau ilmu tertentu untuk mencelakai maupun merugikan orang lain.

Istilah sihir hitam sendiri dikenal luas dalam berbagai kebudayaan dunia. Menurut Encyclopedia of Occultism & Parapsychology, sihir hitam diposisikan sebagai kebalikan dari sihir putih (white magic). 

Jika sihir putih sering dikaitkan dengan tujuan perlindungan atau kebaikan, maka sihir hitam lebih sering diasosiasikan dengan niat yang bersifat merusak, egoistis, atau menyakiti orang lain.

Pembagian tersebut kemudian melahirkan istilah “jalur kiri” dan “jalur kanan” dalam tradisi okultisme. Jalur kiri merujuk pada praktik yang dianggap menggunakan kekuatan gaib untuk tujuan negatif, sedangkan jalur kanan dipercaya digunakan untuk tujuan yang lebih positif atau membantu sesama.

Baca juga: 5 Rumah Sakit Terbengkalai di Indonesia dengan Kisah Horor, Bikin Merinding!

Meski demikian, pembagian ini merupakan konsep yang berkembang dalam literatur okultisme dan tidak dapat disamakan dengan fakta ilmiah.

Sosok Dukun Sering Dikaitkan dengan Praktik Santet

Dalam berbagai cerita rakyat di Indonesia, praktik santet hampir selalu dikaitkan dengan keberadaan dukun atau shaman. 

Sosok ini dipercaya memiliki kemampuan supranatural yang diperoleh melalui proses spiritual tertentu.

Menurut buku Contemporary Religious Satanism: A Critical Anthology karya Jesper Aagaard Petersen (2009), definisi mengenai sihir hitam mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. 

Dalam masyarakat modern, tidak sedikit ritual atau praktik spiritual tertentu yang kemudian diberi label “sihir hitam” oleh pihak yang menentangnya, meski pelaku ritual tersebut belum tentu menganggap dirinya melakukan praktik yang bersifat jahat.

Baca juga: Terlihat Lewat Foto Rontgen, Begini Seluk-Beluk Tradisi Mistis Susuk dari Tinjauan Medis

Artinya, pengertian sihir hitam juga dipengaruhi oleh sudut pandang sosial, budaya, dan kepercayaan yang berkembang di suatu masyarakat.

Sudah Ada Sejak Lama, Santet Punya Banyak Nama di Indonesia

Salah satu hal menarik dari santet adalah keberagaman istilahnya di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan mengenai ilmu gaib telah berkembang sejak lama dan menjadi bagian dari budaya lokal.

Di Pulau Jawa, praktik tersebut dikenal dengan sebutan “sikir”. Sementara masyarakat Sunda lebih akrab dengan istilah teluh, sedangkan masyarakat Rejang di Bengkulu mengenalnya sebagai “permayo”.

Perbedaan nama tersebut memperlihatkan bahwa setiap daerah memiliki cerita, mitos, hingga bentuk kepercayaan yang berkembang secara mandiri sesuai dengan sejarah dan tradisi masyarakat setempat.

Baca juga: Misteri Babi Ngepet yang Melegenda, Ini Asal-Usul dan Cerita yang Berkembang di Masyarakat

Meski memiliki penyebutan yang berbeda, kisah-kisah tersebut umumnya memiliki benang merah yang sama, yakni kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib yang dapat dimanfaatkan untuk mempengaruhi kehidupan seseorang.

Gasiang Tangkurak, Legenda Ilmu Hitam dari Ranah Minang

Di antara banyak cerita mengenai santet di Nusantara, salah satu yang cukup dikenal berasal dari Sumatera Barat, yaitu “Gasiang Tangkurak”.

Dalam cerita rakyat Minangkabau, gasiang berarti gasing, sedangkan tangkurak berarti tengkorak. 

Konon, benda tersebut dipercaya dibuat oleh seseorang yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi dengan menggunakan tengkorak manusia yang meninggal secara tragis.

Baca juga: 5 Rumah Sakit Terbengkalai di Indonesia dengan Kisah Horor, Bikin Merinding!

Legenda menyebutkan bahwa ketika gasing tersebut diputar sambil melafalkan mantra tertentu, kekuatan gaibnya dipercaya dapat menyerang orang yang menjadi sasaran, bahkan dari jarak yang jauh.

Kisah mengenai Gasiang Tangkurak masih sering diceritakan sebagai bagian dari folklor masyarakat Minangkabau. Namun hingga kini, cerita tersebut tetap berada dalam ranah legenda dan kepercayaan masyarakat, bukan fakta yang telah terbukti secara ilmiah.

Boneka Voodoo Tidak Sama dengan Santet

Salah satu kesalahpahaman yang paling sering muncul di masyarakat adalah menganggap santet identik dengan boneka yang ditusuk jarum seperti yang sering muncul dalam film horor. 

Padahal, gambaran tersebut berasal dari budaya populer dan tidak sepenuhnya mencerminkan praktik Vodou (Voodoo) yang sebenarnya.

Baca juga: Cerita Mistis Aktris Era saat Syuting Horor, Ada Suara Anak Kecil Menangis?

Vodou merupakan agama yang berkembang dari tradisi Afrika Barat dan berakar kuat di Haiti. Agama ini memiliki sistem kepercayaan, pemuka agama, ritual, serta hubungan spiritual dengan roh yang dikenal sebagai “loa”.

Dalam praktik aslinya, boneka bukanlah alat utama untuk menyakiti seseorang. Boneka hanya menjadi salah satu media ritual yang dalam beberapa tradisi digunakan untuk doa, perlindungan, maupun penyembuhan.

Adapun gambaran boneka yang ditusuk jarum untuk mengutuk atau mencelakai orang lain lebih banyak dipopulerkan oleh industri film, novel, dan budaya populer Barat. 

Akibatnya, banyak orang kemudian menganggap itulah ajaran utama Vodou, padahal anggapan tersebut tidak sesuai dengan praktik keagamaan yang sebenarnya.

Baca juga: 5 Buku Terlarang yang Dikaitkan dengan Dunia Gaib, Kisahnya Bikin Merinding!

Antara Warisan Budaya dan Kepercayaan Masyarakat

Hingga sekarang, santet masih menjadi salah satu fenomena budaya yang memunculkan berbagai pandangan. 

Sebagian masyarakat mempercayainya sebagai bagian dari realitas spiritual, sementara yang lain menganggapnya sebagai mitos atau cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, kisah mengenai santet tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara. 

Beragam istilah daerah, legenda seperti Gasiang Tangkurak, hingga kesalahpahaman mengenai boneka voodoo menunjukkan bahwa pembahasan mengenai sihir hitam tidak hanya berkaitan dengan hal mistis, tetapi juga menyangkut sejarah, budaya, dan cara masyarakat memahami dunia di sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Teknokrat.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU