Selasa, 14 JULI 2026 • 10:05 WIB

Misteri Babi Ngepet yang Melegenda, Ini Asal-Usul dan Cerita yang Berkembang di Masyarakat

Author

Ilustrasi babi ngepet. (freepik)

INDOZONE.ID - Setiap kali muncul kabar uang hilang secara misterius, satu nama hampir selalu ikut terseret dalam perbincangan: Babi Ngepet

Sosok yang dipercaya mampu mencuri harta lewat cara gaib ini telah lama menjadi salah satu mitos paling terkenal di Indonesia.

Meski tak pernah terbukti secara ilmiah, kisah Babi Ngepet masih terus hidup dan dipercaya oleh sebagian masyarakat. 

Ceritanya pun terus diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan kerap kembali viral saat muncul peristiwa-peristiwa yang dianggap sulit dijelaskan.

Baca juga: Mengenal Pesugihan: Asal-Usul, Jenis, hingga Alasan Orang Menempuh Jalan Mistis demi Harta

Lantas, dari mana sebenarnya asal-usul legenda Babi Ngepet? Mengapa mitos ini begitu melekat di tengah masyarakat hingga masih sering diperbincangkan sampai sekarang?

Babi Ngepet: Mitos Pesugihan yang Melekat dalam Budaya Jawa

Babi Ngepet dikenal sebagai salah satu mitos paling populer dalam cerita rakyat Indonesia, khususnya di masyarakat Jawa. 

Sosok ini bukan sekadar dikaitkan dengan kisah makhluk gaib, tetapi juga dipercaya sebagai bagian dari praktik pesugihan atau upaya memperoleh kekayaan melalui jalan supranatural.

Dalam buku Dunia Hantu Orang Jawa, Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Suwardi Endraswara, menjelaskan bahwa babi ngepet digambarkan sebagai manusia yang diyakini menggunakan ilmu hitam untuk mengubah dirinya sementara menjadi seekor babi siluman. 

Baca juga: Cerita Mistis Aktris Era saat Syuting Horor, Ada Suara Anak Kecil Menangis?

Menurut kepercayaan yang berkembang, perubahan wujud tersebut dilakukan agar pelaku dapat mencuri harta milik orang lain tanpa mudah diketahui.

Cerita ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari folklor masyarakat Jawa. Meski demikian, kisah tersebut merupakan mitos budaya yang hidup dalam kepercayaan masyarakat dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.

Memiliki Kemiripan dengan Legenda Werewolf di Barat

Menariknya, konsep manusia yang berubah menjadi hewan bukan hanya ditemukan dalam budaya Indonesia. 

Fenomena serupa juga muncul di berbagai belahan dunia dengan versi yang berbeda-beda.

Baca juga: 5 Buku Terlarang yang Dikaitkan dengan Dunia Gaib, Kisahnya Bikin Merinding!

Hal ini pernah dibahas dalam jurnal Asian Folklore Studies yang diterbitkan oleh Asian Folklore Institute pada tahun 2010. 

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa legenda Babi Ngepet memiliki kemiripan dengan mitos werewolf atau manusia serigala yang dikenal luas dalam cerita rakyat di negara-negara Barat.

Kesamaan keduanya terletak pada kepercayaan bahwa manusia dapat berubah menjadi hewan melalui kekuatan supranatural. 

Bedanya, werewolf identik dengan sosok manusia yang berubah menjadi serigala dan sering dikaitkan dengan kutukan atau bulan purnama.

Baca juga: Gunung Kawi Dikenal Mistis, Ini Deretan Gunung Lain yang Punya Kisah Serupa!

Sementara itu, babi ngepet dalam kepercayaan masyarakat Jawa justru dikaitkan dengan praktik pesugihan untuk memperoleh kekayaan secara instan.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa cerita mengenai manusia yang berubah wujud menjadi hewan merupakan tema yang banyak ditemukan dalam folklor berbagai budaya di dunia. 

Masing-masing memiliki latar belakang, tujuan, dan makna yang berbeda sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Hingga kini, babi ngepet tetap dipandang sebagai bagian dari warisan cerita rakyat Indonesia yang mencerminkan kepercayaan masyarakat pada masa lampau. 

Baca juga: 5 Jenis Bau Pertanda Genderuwo Ada di Sekitarmu, Konon Katanya!

Meski kisahnya masih sering diperbincangkan dan sesekali kembali viral, keberadaannya belum pernah dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah sehingga lebih tepat dipahami sebagai bagian dari mitologi dan folklor Nusantara.

Cerita yang Berkembang di Masyarakat

Menurut kisah yang berkembang, praktik pesugihan ini dilakukan oleh dua orang, umumnya pasangan suami istri. 

Sang suami dipercaya berperan sebagai pelaku utama yang berubah menjadi babi, sedangkan istrinya bertugas membantu jalannya ritual.

Sebelum ritual dilakukan, keduanya dikisahkan harus menjalani puasa dan menyiapkan berbagai sesaji, mulai dari bunga setaman, kopi pahit, kemenyan, minyak wangi, jajanan pasar hingga darah ayam cemani.

Baca juga: Pernah Mengalami Deja Vu? Ini Penjelasannya

Dalam cerita rakyat tersebut, pelaku kemudian mengenakan kain hitam yang diyakini dapat membuatnya berubah wujud menjadi seekor babi gaib. Sosok itu lalu berkeliling pada malam hari untuk mencari rumah sasaran.

Mitos menyebutkan bahwa harta berupa uang atau perhiasan dipercaya dapat berpindah hanya dengan menggesekkan tubuh babi tersebut ke dinding rumah. 

Sebelum matahari terbit, pelaku dikisahkan kembali ke rumah dan berubah menjadi manusia dengan membawa hasil curiannya.

Peran Api yang Menentukan Nasib Pelaku

Dalam legenda babi ngepet, ritual tidak hanya melibatkan orang yang dipercaya berubah wujud menjadi babi siluman. Sosok yang mendampingi di rumah juga memiliki peran penting selama ritual berlangsung.

Baca juga: Cerita Pesugihan Gunung Kawi: Kekayaan Mendadak Berujung Kematian Misterius Keluarga Terdekat

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pasangan si pelaku — yang umumnya adalah istrinya — bertugas menjaga agar nyala lilin atau lampu minyak (senthir) tetap menyala hingga ritual selesai. 

Api tersebut dipercaya bukan sekadar penerangan, melainkan memiliki hubungan batin dengan orang yang sedang menjalankan pesugihan.

Konon, jika nyala api tiba-tiba bergoyang atau mulai meredup, hal itu dianggap sebagai pertanda bahwa pelaku sedang berada dalam bahaya, misalnya kepergok atau dikejar warga. 

Dalam situasi seperti itu, pasangan yang berjaga dipercaya harus segera memadamkan lilin atau lampu minyak tersebut agar pelaku bisa kembali ke wujud manusia dan pulang dengan selamat.

Baca juga: 8 Lokasi Angker di Jakarta yang Terkenal Lewat Legenda Urban: Pernah Diangkat Jadi Film

Sebaliknya, apabila orang yang berjaga terlambat menyadari tanda tersebut atau membiarkan api tetap menyala, mitos menyebut pelaku berisiko tertangkap. 

Bahkan, dalam beberapa versi cerita rakyat, kegagalan menjaga nyala api diyakini dapat membuat pelaku kehilangan nyawanya sebelum berhasil kembali ke rumah.

Kisah mengenai lilin atau lampu minyak ini menjadi salah satu bagian yang paling dikenal dalam legenda Babi Ngepet. 

Meski tidak memiliki dasar ilmiah, cerita tersebut telah lama menjadi bagian dari folklor masyarakat Jawa dan terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai unsur penting dalam mitos pesugihan babi ngepet.

Baca juga: 7 Tempat Angker Bersejarah di Jakarta: Dari Toko Merah hingga Danau Taman Makam Pahlawan

Tetap Menjadi Bagian dari Folklor Indonesia

Meski zaman terus berubah, kisah Babi Ngepet masih menjadi salah satu legenda yang paling melekat dalam ingatan masyarakat Indonesia. 

Cerita ini bahkan sesekali kembali mencuat dan menjadi perbincangan ketika muncul peristiwa yang dianggap sulit dijelaskan.

Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan keberadaan manusia yang mampu berubah wujud menjadi babi untuk mencuri harta. 

Karena itu, babi ngepet lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklor Nusantara yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: Kisah Mistis The Lead Masks: 2 Sosok Pria Bermasker Timah di Brazil yang Bikin Merinding

Di balik nuansa mistisnya, legenda ini juga menjadi gambaran tentang bagaimana masyarakat pada masa lalu membangun cerita untuk menjelaskan berbagai fenomena yang belum dapat dipahami. 

Tak heran jika, meski kebenarannya belum pernah terbukti, kisah Babi Ngepet tetap bertahan sebagai salah satu mitos paling populer dalam khazanah budaya Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Teknokrat.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU