Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 11:29 WIB

Pelet Laknat: Akibat Dihina Buruk Rupa, Berujung Dendam dan Kutukan yang Balik Menghantam

Author

Ilustrasi Pelet Laknat. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Pagi itu, kabut masih menggantung di lereng Gunung yang menaungi Desa Karang Mulya. Suara pasar riuh, tapi di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu sosok yang jalannya sering disertai bisikan.

Ina, penjual jamu muda dengan wajah penuh bekas cacar, selalu jadi bahan omongan. “Eh, lihat tuh jamunya. Siapa yang mau beli?” begitu bisikan menusuk telinganya.

Tapi, Ina tetap melangkah. Dengan keranjang bambu berisi jamu kunyit asam, ia menahan perih di hati.

Untungnya, masih ada orang baik seperti Nenek Surti yang mau membeli dagangannya. Meski begitu, setiap hari Ina harus menelan pahitnya cibiran.

Yuk, simak kisah Pelet Laknat dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Pelet Senjerit: Teror dan Kutukan Cinta yang Jadi Maut

Diam-diam Naksir Adam

Di balik hidupnya yang keras, Ina menyimpan rahasia yaitu ia jatuh hati pada Adam, anak kepala desa yang baru pulang dari Jakarta. 

Tampan, berpendidikan, dan selalu jadi pusat perhatian, Adam adalah sosok yang bagi Ina seperti bintang di langit.

Sayangnya, perasaan itu justru membuat Ina jadi bahan ejekan. Mulai dari Pak Jono pemilik warung hingga Siti, tetangga sekaligus temannya, semua menganggap Ina “nggak sadar diri.” Kata-kata itu selalu sama, Adam terlalu tinggi untuk Ina.

Sampai akhirnya, Ina memberanikan diri. Suatu sore, ia mendekati Adam di dekat sumur desa.

Dengan suara gemetar, Ina menyatakan cinta. Akan tetapi, yang ia dapat bukan jawaban manis, tapi tawa keras dan ejekan di depan orang banyak.

“Cermin aja takut lihat kamu, masa aku mau?” kata Adam yang langsung disambut gelak tawa pemuda desa.

Hati Ina hancur berkeping-keping. Malu, sakit, dan dendam bercampur jadi satu.

Perjalanan ke Jalur Gelap

Beberapa hari setelah kejadian itu, Ina teringat cerita lama tentang Mbah Darmo, seorang dukun tua di ujung desa.

Konon, Mbah Darmo punya ilmu pelet paling sakti, tapi juga paling berbahaya.

Didorong rasa sakit hati, Ina pun mendatangi gubuk reyot itu. Bau anyir, tengkorak hewan bergelantungan, dan suasana menyeramkan menyambutnya. “Kau mau pelet, kan?” tanya Mbah Darmo seakan bisa membaca hatinya.

Untuk mendapatkan cinta Adam, Ina harus rela membayar harga mahal yaitu darah ayam hitam, tanah kuburan, rambut yang dipotong pakai pisau berkarat, bahkan sebagian umurnya sendiri. Tanpa pikir panjang, Ina setuju. Ia menandatangani perjanjian dengan darah.

Baca juga: Ilmu Lintrik: Pelet Cinta dengan Kartu Remi yang Ampuh dari Indramayu, Pernah Coba?

Ilustrasi Pelet Laknat. (Foto: Freepik @Freepik)

Cinta yang Ternyata Kutukan

Keesokan harinya, keajaiban terjadi. Wajah Ina berubah. Bekas cacar hilang, kulitnya mulus, rambutnya berkilau. Orang-orang desa terpana melihatnya. Tapi ada hal yang lebih mengejutkan, yaitu Adam datang mendekatinya.

Namun, bukan cinta hangat yang Ina terima. Adam berubah jadi sosok kosong, seperti boneka hidup. Ia terus mengikuti Ina ke mana pun, menatap tanpa berkedip, bahkan menunggu di depan rumah berjam-jam.

Awalnya, Ina merasa senang. Tapi lama-lama, tatapan kosong Adam membuatnya merinding. Sahabatnya, Sari, juga memperingatkan, “Adam itu seperti zombie, Na. Ini bukan cinta, ini kutukan.”

Benar saja, hal-hal aneh mulai terjadi. Ayam mati mendadak di depan rumah Ina. Tanaman layu. Anak-anak ketakutan setiap melihat wajahnya.

Hingga akhirnya, Sari ditemukan meninggal dengan mata terbuka lebar, seolah dicekam ketakutan.

Ina sadar, ini semua akibat pelet laknat yang ia minta.

Akhir yang Mencekam

Dengan hati kacau, Ina kembali mencari Mbah Darmo untuk membatalkan perjanjian. Saat sampai di ujung desa, gubuk sang dukun sudah tak ada. Nah, yang tersisa hanya abu hitam dan tulang berserakan.

“Ina menjerit, memanggil-manggil, tapi tak ada jawaban. Sementara itu, Adam masih terus berdiri di depan rumahnya, menatap tanpa jiwa. Bagi Ina, sudah terlambat. Ia terjebak dalam perjanjian gelap yang tak bisa ditarik kembali.”

Baca juga:  6 Kisah Mistis Gunung Ciremai: Mulai dari Misteri Nyi Linggi sampai Nini Pelet dan Kerajaan Jin

Kisah mistis Desa Karang Mulya ini jadi pengingat, bahwa cinta yang dipaksakan nggak akan pernah membawa kebahagiaan.

Pelet mungkin terdengar menggoda bagi mereka yang putus asa, tapi konsekuensi besar, yaitu kehilangan kebebasan, kehilangan orang terdekat, bahkan kehilangan diri sendiri.

Cinta itu soal ketulusan, bukan paksaan. Dendam hanya akan melahirkan kutukan baru yang balik menghantam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU