Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 15:45 WIB

Kisah Mistis Warung Kopi di Bawah Flyover Jakarta: Ada Sosok Hantu Minta Keadilan

Author

Ilustrasi Warung Kopi di Bawwah Flyover Jakarta. (Foto: Freepik @EyeEm)

INDOZONE.ID - Jakarta emang nggak pernah tidur. Tapi di balik gemerlap lampu jalanan dan bising kendaraan, ada satu tempat yang menyimpan kisah mistis bikin merinding.

Sebuah warung kopi kecil berdiri di bawah flyover yang menjulang. Namanya Warung Kopi Mang Udin.

Dari luar keliatan biasa aja, tapi kalau kamu duduk lama di sana, apalagi tengah malam, siap-siap deh disapa sesuatu yang nggak bisa kamu lihat dengan mata biasa.

Yuk simak kisah mistis warung kopi di bawah flyover Jakarta dilansir dari Youtube @Sejuta Kisah selengkapnya!

Baca juga: 7 Ciri Warung yang Diduga Pakai Jin Penglaris, Jangan Sampai Salah Masuk!

Malam Tenang yang Ganjil

Warung ini sekarang dijaga Raka, seorang mahasiswa yang cari penghasilan tambahan.

Dia suka malam karena ada ketenangan yang nggak bisa didapat di siang hari. Bau kopi robusta bercampur dengan aroma aspal basah jadi parfum khasnya.

Biasanya pelanggan datang dari kalangan sopir taksi, pekerja malam, atau orang-orang yang kebetulan lewat.

Tapi malam itu terasa beda. Hujan gerimis, udara lebih berat, dan bulu kuduk Raka berdiri tanpa alasan jelas.

Semakin malam, pelanggan pulang satu per satu. Tinggal Raka sendiri, ditemani lampu neon redup dan suara hujan.

Saat dia beresin cangkir, muncul sosok wanita di ambang warung. Rambut panjang menutupi wajah pucatnya, gaun putih lusuh membalut tubuh kurus, dan matanya kosong menatap lurus. Dengan suara serak, dia cuma bilang satu kata: kopi.

Raka kaku, tapi instingnya bikin dia tetap bikin kopi pahit tanpa gula. Begitu disajikan, wanita itu menghilang. Cangkirnya tetap kosong.

Cerita Lama dari Mang Udin

Keesokan harinya, Raka cerita ke Mang Udin. Tapi alih-alih kaget, Mang Udin cuma menarik napas panjang.

Katanya, flyover itu punya banyak kisah kelam. Pernah ada kecelakaan, orang hilang, sampai cerita seorang wanita yang lompat bunuh diri dari atas flyover.

Tubuhnya hancur dan nggak dikenali. Raka langsung inget sosok bergaun putih semalam. Apa itu dia?

Aroma Melati di Antara Kopi

Sejak saat itu, Raka sering merasa dia nggak sendiri. Kadang ada bayangan putih lewat di sudut mata.

Kadang tercium aroma melati samar bercampur bau kopi dan aspal. Suatu malam, kabut tebal turun. Dari balik kabut, sosok wanita itu muncul lagi, lebih jelas. Matanya cekung, penuh sedih.

Dia menunjuk ke arah flyover, seolah ingin bilang sesuatu. Raka makin yakin kalau wanita ini butuh pertolongan.

Baca juga: Kisah Mistis Kedai Soto yang Buka di Tanggal Ganjil dan Rahasia Dagingnya Bikin Merinding

Ilustrasi Warung Kopi di Bawwah Flyover Jakarta. (Foto: Freepik @wirestock)

Jejak Misteri Laras

Tak lama kemudian, Raka nemuin kertas lusuh di bawah bangku warung. Tulisan di atasnya samar, “Aku terjebak… dia menjebakku.”

Mang Udin akhirnya cerita, nama wanita itu Laras. Katanya dulu Laras dikenal ceria, tapi tiba-tiba ditemukan tewas.

Polisi menyimpulkan bunuh diri, tapi banyak yang nggak percaya. Ada gosip kalau dia dipaksa atau dijebak.

Penasaran makin besar, Raka mulai cari tahu. Dari obrolan sopir taksi, muncul nama Bram, mantan atasan Laras yang dikenal licik.

Laras kabarnya tahu rahasia kotor Bram, dan itu bisa jadi alasan kenapa dia dibungkam.

Hantu Minta Keadilan

Suatu malam, Laras muncul lebih jelas di hadapan Raka. Kali ini dia menunjuk ke foto tua yang ditemukan Raka di rumah kosong dekat flyover.

Dengan bisikan lirih, Laras berkata, “Dia yang mendorongku.” Raka tahu ini nggak bisa dibiarkan.

Dibantu Ibu Astrid, dosennya yang paham soal hal mistis, Raka bikin rencana. Dia pura-pura jadi peneliti, menghubungi Bram, dan ngajak ketemuan di sebuah kafe.

Awalnya Bram santai, tapi ketika nama Laras disebut, wajahnya pucat. Lampu kafe berkedip, aroma melati memenuhi ruangan, dan bayangan Laras muncul di sudut mata.

Bram panik. Suaranya gemetar, dia berusaha menyangkal. Tapi makin ditekan, akhirnya dia ngaku. Laras memang nggak bunuh diri. Dia didorong Bram setelah diancam akan membuka rahasia bisnis kotornya.

Baca juga: Kisah Mistis Warung Kopi Gaib di Jalan Tol: Jangan Pernah Berhenti di Sini Tengah Malam!

Ilustrasi Warung Kopi di Bawwah Flyover Jakarta. (Foto: Freepik @EyeEm)

Pengakuan Bram bikin polisi buka lagi kasus itu. Beberapa hari setelahnya, suasana warung kopi berubah.

Nggak ada lagi hawa dingin yang menusuk. Nggak ada lagi aroma melati. Laras akhirnya bisa tenang.

Suatu malam, saat Raka membereskan warung, angin lembut berhembus. Samar-samar terdengar bisikan, “Terima kasih. Aku sudah tenang.”

Raka tersenyum tipis. Kisah Laras berakhir, dan warung kopi Mang Udin kembali jadi tempat hangat bagi siapa saja yang singgah.

Tapi satu hal yang nggak pernah hilang yaitu setiap kali Raka bikin kopi pahit tanpa gula, dia selalu ingat pada Laras. Sosok yang pernah menghantui, tapi akhirnya menemukan kedamaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU