Sosok makhluk mistis Bali Mavaling (Bali Now)
INDOZONE.ID -Ada satu kisah pengalaman mistis di Nusa Penida, Bali dan dikaitkan dengan makhluk menyeramkan yang menjadi mitologi.
Seorang turis bernama Acacia Gabriel mengalami kejadian tak terduga saat berada di Bali.
Setelah terkena “Bali belly”, ia harus menunda kepulangannya dan justru memutuskan pergi ke Nusa Penida—pulau yang dikenal bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena aura mistisnya.
Meski dipenuhi peringatan, ia tetap berangkat. Ia mendengar cerita tentang penyelam yang merasa “ditarik dari pergelangan kaki saat menyelam” dan nasihat aneh dari sopir taksi agar melakukan ritual supaya tidak “diburu”.
Baca juga: Meluruskan Mitos dan Realitas Spiritual di Balik Weton Kliwon yang Sering Dianggap Mistis
Saat tiba, pulau itu terasa memikat sekaligus menegangkan. Ia menggambarkannya sebagai “seperti menghembuskan napas yang tidak kamu sadari sedang kamu tahan.” Keindahan alamnya luar biasa, namun terselip suasana yang sulit dijelaskan.
Di balik semua itu, bayang-bayang Jero Gede Macaling terasa kuat. Dalam kepercayaan lokal, ia adalah sosok penguasa kekuatan gelap—makhluk gaib yang pernah membawa penyakit dan malapetaka. Ia dikenal sebagai “yang bergigi panjang”, sosok yang ditakuti sekaligus dihormati.
Legenda menyebutkan bahwa Macaling diasingkan ke Nusa Penida. Pada hari Nyepi, ia konon menyamar sebagai Barong untuk menipu manusia, lalu menyerang Bali bersama pasukan roh jahatnya. Namun akhirnya ia dikalahkan dan dikembalikan ke pulau tersebut oleh kekuatan spiritual para pendeta.
Hingga kini, dipercaya rohnya masih bersemayam di Pura Ped dan tetap menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat. Menariknya, ia tidak hanya dianggap sebagai simbol kejahatan, tetapi juga sebagai bagian dari keseimbangan alam—antara terang dan gelap.
Baca juga: Kasus Pemuda Australia yang Meninggal di Bali Dipulangkan dengan Organ Tubuh yang Hilang
Perjalanan ini memberi pelajaran mendalam bagi Acacia:
“meskipun ada kegelapan di dunia, akan selalu ada cahaya.”
Di akhirnya, Nusa Penida bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang di mana keindahan dan kegelapan hidup berdampingan—menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Travelandleisure