Ilustrasi menghilangkan sawan mayit pada anak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Eksistensi kepercayaan terhadap sawan masih sangat kuat di kalangan masyarakat Jawa hingga saat ini.
Secara tradisional, kondisi ini dianggap sebagai dampak dari pengaruh makhluk halus atau energi metafisika pasca-kunjungan ke tempat tertentu, seperti rumah duka atau upacara pernikahan.
Fenomena ini unik karena tetap eksis berdampingan dengan ilmu kedokteran modern, membuktikan bahwa warisan tradisi mengenai gangguan mistis masih memiliki ruang yang signifikan dalam struktur sosial perdesaan di Jawa.
Simak asal-usul gangguan sawan hingga cara mengobatinya di bawah ini!
Baca juga: Makna Mimpi Dihadang Banyak Ular Menurut Islam dan Primbon Jawa
Secara medis, sawan mungkin sulit didefinisikan, namun dalam tatanan nilai tradisional Jawa, kondisi ini diyakini sebagai dampak dari interaksi dengan kekuatan halus.
Akar pemikirannya bisa ditarik jauh ke belakang, pada masa di mana animisme dan dinamisme menjadi fondasi kepercayaan di Nusantara.
Hal inilah yang membuat konsep sawan memiliki dimensi spiritual yang sangat kental dan tetap lestari melintasi zaman.
Sejak zaman dulu, orang Jawa percaya bahwa dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia, tapi juga oleh energi-energi kuat dan sosok penunggu. Mulai dari ruh leluhur hingga makhluk seperti tuyul dan demit diyakini hidup tepat di sekitar kita.
Bagi masyarakat Jawa, interaksi dengan makhluk halus ini sifatnya sangat menentukan, mereka bisa menjadi pelindung yang membawa selamat dan bahagia, tapi jika terjadi ketidakseimbangan, mereka juga dianggap bisa menyebabkan sakit, kekalutan pikiran, hingga kematian.
Koentjaraningrat, dalam kajiannya yang dimuat dalam jurnal Sabda, menyoroti adanya unsur sinkretisme dalam identitas keagamaan di Jawa.
Sinkretisme ini melibatkan peleburan antara tradisi asli Nusantara dengan agama-agama pendatang.
Hasil dari percampuran nilai-nilai animisme, Hindu-Buddha, hingga dimensi sufisme Islam inilah yang melahirkan entitas budaya Kejawen, yang hingga kini menjadi fondasi cara hidup sebagian besar masyarakat Jawa.
Menurut Kodiran dalam buku Kebudayaan Jawa (2010), Kejawen merupakan keyakinan mistik yang mempercayai adanya roh halus dan kekuatan supranatural yang dapat membawa keberuntungan maupun malapetaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eprints.walisongo.ac.id