Menara Keraton Solo (Kevin Sebastian).
INDOZONE.ID - Di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta terdapat sebuah bangunan cagar budaya yang berbentuk menara bernama Panggung Sangga Buwana.
Ketika pengunjung tiba di Keraton Kasunanan Surakarta, menara tersebut seolah menyambut dari depan pintu.
Panggung Sangga Buwana berasal dari kata “panggung” yang memiliki arti bangunan yang tinggi; lalu “sangga” yang berarti diangkat; dan “buwana” yang berarti dunia alam semesta.
Konon menurut abdi dalem atau penjaga Keraton Kasunanan Surakarta, tidak semua orang bisa naik dan melihat keatas menara tersebut. Sebab hanya Raja saja yang boleh dan berhak naik ke sana.
Baca juga: Pelet Patok Kuburan: Rawa Pening Jadi Saksi Kutukan Cinta yang Diselimuti Kisah Mistis
Bangunan unik berwarna putih dengan ornamen warna biru ini memiliki bentuk segi delapan dan terdiri atas empat tingkat lantai atau level.
Bagian atasnya berbentuk seperti tudung saji. Kemudian ada lambang yang berbentuk menaiki naga di puncak dari menara tersebut artinya melambangkan kapan bangunan itu dibuat.
Dari sisi utara, kita bisa melihat ada jam besar dia atas yang dapat berbunyi dengan sendirinya.
Lantai paling atas inilah yang konon dipakai Raja untuk melakukan ritual meditasi dan bertemu dengan Ratu Pantai Selatan atau Nyai Ratu Roro Kidul.
Selain itu, lantai empat ini juga digunakan Raja untuk melihat pemandangan sekitar Keraton Kasunanan Surakarta.
Baca juga: Kisah Mistis Bayi Kuntilanak: Berharap Ingin Punya Momongan, Berakhir Teror yang Tragis
Panggung Sangga Buwana dibangun oleh Sri Susuhunan Paku Buwono III pada sekitar tahun 1728 Masehi.
Bangunan menara ini sempat terbakar tanggal 19 November 1954, lalu dibangun kembali dan selesai pada tanggal 30 September 1959.
Sebelum terbakar atap bangunan ini berbentuk segi delapan yang disebut hasta wolu dengan nama tudung saji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan