Ilustrasi Pelet Patok Kuburan. (Foto: Freepik @vectorpouch)
INDOZONE.ID - Ada kalanya cinta pertama terasa manis banget, seperti mimpi indah yang bikin senyum-senyum sendiri.
Tapi siapa sangka, kisah cinta di Jombang ini justru berubah jadi kisah mistis penuh tanda tanya.
Semua berawal dari halaman sekolah, lalu merembet ke rahasia pelet patok kuburan sampai penampakan gendruwo.
Yuk, simak kisah Pelet Patok Kuburan dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Pelet Daging Giling: Kisah Mistis di Balik Ramainya Warung Bakso
15 April 2020, sore di bawah pohon akasia halaman sekolah, seorang cowok sederhana akhirnya nembak cewek paling populer di sekolah.
Dengan keringat dingin, ia beranikan diri mengucap kata cinta. Jawabannya bikin dunia serasa berhenti sejenak, "Iya, aku mau jadi pacarmu, Mas."
Hari-hari pertama pacaran rasanya seperti dunia penuh pelangi. Mereka sering nongkrong di kantin, bercanda soal guru dan teman sekelas, sampai ngobrol soal mimpi masa depan.
Si cewek pengen jadi pramugari, sementara si cowok pengen buka bengkel motor. Semua terlihat sederhana tapi hangat.
Tapi, kebahagiaan itu mulai pudar. Sang cewek perlahan berubah. Dia makin sering melamun, jarang bales WhatsApp, dan anehnya, nama seorang cowok bernama Deni mulai sering muncul dalam obrolannya.
Deni adalah mantan pacarnya, anak kota, ganteng, bawa mobil Honda Jazz, dan sering ngajak jalan ke kafe Surabaya.
Buat cowok sederhana yang tiap hari ke sekolah naik sepeda ontel, perbandingan itu bikin minder.
Tapi yang bikin makin merinding, ada kebiasaan si cewek yang gak biasa yaitu dia terus memainkan gelang kayu di tangannya, seperti benda itu punya arti lebih dari sekadar aksesoris.
Karena curiga, si cowok ngajak sahabatnya, Ozi, buat menyelidiki. Ozi dikenal punya insting tajam, bahkan katanya bisa merasakan hal-hal gaib. Mereka pun datang ke rumah si cewek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube