Ilustrasi Sungai Horor. (Foto: Freepik @wirestock)
INDOZONE.ID - Siapa sangka, di balik aliran tenang sebuah sungai di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ternyata menyimpan kisah mistis yang udah turun-temurun dipercaya warga.
Sungai itu sekarang dikenal dengan nama Kali Keramat, tapi dulunya punya nama lain yaitu Sungai Lojahan.
Dari cerita warga sekitar, sungai ini dipercaya bisa mendatangkan berkah, mulai dari rezeki yang lancar sampai jodoh yang tiba-tiba datang mengetuk pintu.
Mitos atau kenyataan? Yuk, kita kupas tuntas kisah mistis Kali Keramat di Kabupaten Batang dilansir dari YouTube @HOROR MALAM JUMAT selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Sungai Lojahan: Rintihan Tengah Malam dari Sosok Anak SD yang Tak Pernah Pulang
Cerita ini berasal dari kisah seorang ulama besar yang memilih menjauh dari keramaian kota untuk menghabiskan hidupnya dalam tirakat dan ibadah.
Ia membangun sebuah gubuk kecil di antara Desa Lawangaji dan Sungai Kalimbu. Tepat di pertemuan dua aliran sungai, yakni Kalimbu dan Lojahan, ada sebuah batu yang dipercaya bisa mengapung di atas air, batu ini kemudian dikenal dengan nama Batu Cantrik.
Di sinilah sang ulama menjalankan tirakat, terutama setiap tanggal 1 sampai 10 Suro dalam kalender Jawa. Ia salat, meditasi, dan mandi di sungai tersebut setiap malam.
Karena kekhusyukannya, banyak orang menganggap beliau sebagai wali dan batu tempatnya beribadah menjadi sakral. Dari sinilah asal mula Kali Lojahan berubah nama jadi Kali Keramat.
Cerita mistis ini makin kuat ketika ada seorang ibu-ibu penjual jajanan pasar yang dagangannya gak laku-laku di Pasar Batang.
Sepulang dari pasar, dengan rasa lelah dan kecewa, ia melewati Kali Lojahan dan memutuskan mandi di sana. Tanpa banyak harapan, ia hanya ingin menyegarkan tubuh dan hati.
Tapi, hal mengejutkan terjadi. Setelah mandi di sungai itu dan melanjutkan perjalanan ke desa Kecepak, ia menjajakan lagi dagangannya.
Ajaibnya, semua dagangannya habis dalam waktu kurang dari satu jam. Kaget dan bahagia, ia langsung cerita ke tetangganya. Sejak itu, warga lain pun tertarik untuk mencoba mandi di Kali Keramat dengan harapan dagangannya juga lari.
Cerita gak berhenti di situ. Masih ada kisah seorang janda muda atau ‘lanjar’ yang usianya udah 25 tahun dan belum juga mendapat jodoh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube