INDOZONE.ID - Sungai Kalimas di Surabaya, Jawa Timur, mungkin kini dikenal sebagai salah satu ikon kota dengan cerita sejarahnya yang menarik.
Namun, pada abad ke-19, Sungai Kalimas menyimpan kisah yang tak hanya tentang perdagangan, tetapi juga derita rakyat pribumi di masa kolonial.
Sungai ini adalah saksi bisu bagaimana roda ekonomi kolonial bergerak di atas kerja keras dan penderitaan masyarakat lokal.
Pada masa itu, Sungai Kalimas adalah jalur transportasi utama yang menghubungkan daerah pedalaman Jawa Timur dengan pelabuhan Surabaya.
Kapal-kapal kecil dan rakit kayu berlayar membawa hasil bumi seperti gula, kopi, dan tembakau—komoditas yang sangat diincar oleh pemerintah kolonial Belanda.
Baca Juga: Pembawa Warta Hingga Propaganda: Perkembangan Surat Kabar di Hindia Belanda Abad 19
Barang-barang ini kemudian diekspor ke pasar internasional, mendatangkan kekayaan besar bagi kolonial, tetapi apa dampaknya bagi rakyat pribumi? Jawabannya adalah eksploitasi tanpa henti yang dirasakan rakyat pribumi.
Rakyat pribumi yang tinggal di sekitar Kalimas dipaksa bekerja keras sebagai pengangkut barang atau buruh kapal. Pekerjaan ini sering kali dilakukan dalam kondisi yang berat, dengan jam kerja panjang dan upah yang sangat minim.
Tidak hanya itu, banyak dari mereka harus bekerja di bawah pengawasan ketat, tanpa kesempatan untuk memperbaiki nasib. Kondisi yang melelahkan ini menyebabkan banyak buruh jatuh sakit atau bahkan kehilangan nyawa.
Selain eksploitasi tenaga kerja, Sungai Kalimas juga menjadi "korban" dari aktivitas ekonomi yang tidak mempedulikan lingkungan. Pembabatan hutan di daerah hulu untuk perkebunan memicu erosi dan kerusakan ekosistem sungai.
Di sisi lain, limbah dari aktivitas perdagangan mencemari air sungai, yang mengganggu kehidupan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Fakta di Balik Shuriken: Pedang yang Disembunyikan di Tangan
Meski berperan penting dalam roda ekonomi kolonial, Sungai Kalimas meninggalkan luka mendalam bagi rakyat pribumi. Kisah ini adalah bagian dari sejarah yang sering kali terpinggirkan, tetapi harus diingat sebagai pengingat perjuangan rakyat kecil di masa lalu.
Kini, Sungai Kalimas menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Surabaya, tetapi di bawah keindahannya tersimpan cerita pahit yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kota ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku