Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Kalau bicara soal sejarah Amerika Selatan, kebanyakan orang mungkin cuma kepikiran dua hal yaitu Piala Dunia dan peradaban Suku Maya.
Padahal, ada satu peradaban lain yang nggak kalah spektakuler tapi juga paling mengerikan dalam sejarah manusia.
Ya, kita lagi ngomongin Suku Aztec. Peradaban suku misterius ini bukan cuma maju dalam seni, arsitektur, dan sains, tapi juga terkenal dengan ritual pengorbanan manusia yang bikin bulu kuduk merinding.
Gimana bisa peradaban sekejam ini berkembang pesat, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja?
Yuk, kita bahas lebih dalam selengkapnya yaa!
Baca Juga: Suku Maya: Peradaban Super Cerdas dan Misterius yang Kini Tiba-tiba Hilang
Sekitar abad ke-13, Suku Aztec tiba di Lembah Meksiko dan mulai membangun peradaban mereka. Pada tahun 1325, mereka mendirikan ibu kota Tenochtitlán di tepi Danau Texcoco.
Dari sebuah desa kecil, Tenochtitlán berkembang jadi salah satu kota paling megah di dunia saat itu.
Pada puncaknya, Kekaisaran Aztec mencakup sebagian besar Meksiko modern, dengan populasi mencapai 6 juta orang.
Tapi di balik kehebatan ini, ada sisi gelap yang bikin peradaban Aztec disebut sebagai salah satu yang paling brutal dalam sejarah manusia.
Baca Juga: Suku Sentinel: Kisah Suku Misterius dan Mematikan dari Pulau Terpencil di India
Suku Aztec percaya bahwa dunia mereka dikendalikan oleh para dewa.
Salah satu yang paling mereka puja adalah Huitzilopochtli, dewa matahari dan perang.
Menurut kepercayaan mereka, dewa ini harus diberi makan darah manusia setiap hari, kalau nggak, dunia bakal hancur. Ini sih kisah mengerikan paling terkenal.
Hasilnya? Ritual Suku Aztec yang mengorbankan manusia jadi hal biasa.
Dilansir dari YouTube @MATA KETIGA, setiap tahun ribuan orang dikorbankan. Para korban biasanya adalah:
- Tawanan perang yang ditangkap dari suku lain.
- Budak yang dianggap nggak berguna.
- Sukarelawan yang percaya kalau mati sebagai tumbal bisa membawa kemuliaan di akhirat.
Proses pengorbanannya juga nggak main-main. Jantung mereka dicabut hidup-hidup, lalu mayatnya dipenggal dan dagingnya dimakan dalam upacara ritual.
Puncaknya terjadi pada tahun 1487, saat kuil utama Aztec baru selesai dibangun. Untuk merayakannya, 20.000 orang dikorbankan dalam empat hari empat malam.
Nggak heran kalau banyak yang menganggap sebagai salah satu peradaban paling mengerikan dalam sejarah manusia.
Baca Juga: Misteri Suku Bunian di Sumatra: Makhluk Gaib atau Primata Misterius?
Setelah Aztec menghilang, peninggalan mereka sempat terlupakan selama ratusan tahun.
Baru pada 1793, sejarah mengungkap kembali kengerian mereka.
Saat menggali sistem drainase di Mexico City, para pekerja menemukan patung ular berkepala dua yang menyeramkan.
Patung ini dihiasi tengkorak, cakar tajam, dan mozaik berwarna biru kehijauan.
Sejak saat itu, banyak artefak lain ditemukan, termasuk "Batu Matahari" dan relief yang menggambarkan ritual pengorbanan manusia.
Penemuan terbesar terjadi pada 2015-2018, saat para arkeolog menemukan tulang manusia yang menunjukkan tanda-tanda mutilasi dan pemenggalan.
Dari tes DNA suku tersebut, terungkap kalau sebagian besar korban adalah orang luar, kemungkinan besar tawanan perang dari suku lain.
Bahkan, ditemukan bukti bahwa daging korban dikonsumsi dalam ritual kanibalisme.
Buat Aztec, makan daging manusia bukan tindakan kejam, melainkan bentuk terima kasih kepada para dewa.
Baca Juga: Kisah Suku Dayak Punan Batu, Punya Ilmu Menghilang Tanpa Jejak!
Lalu, kalau Aztec begitu kuat, kenapa mereka bisa musnah?
Ironisnya, kehancuran mereka terjadi karena kesalahan fatal dalam kepercayaan mereka sendiri.
Suku Aztec punya legenda tentang dewa laut berjanggut putih yang suatu hari akan kembali ke tanah mereka.
Jadi, ketika pada tahun 1519, tentara Spanyol yang dipimpin Hernán Cortés tiba di Meksiko, Aztec mengira mereka adalah para dewa yang kembali.
Dengan senang hati, mereka menyambut orang-orang Spanyol ini ke dalam ibu kota mereka.
Tapi ternyata, mereka bukan dewa melainkan mereka adalah penjajah yang haus kekuasaan.
Dengan senjata api dan kuda, bangsa Spanyol mengalahkan pasukan Aztec yang hanya bersenjatakan panah dan tombak.
Selain itu, mereka juga membawa wabah cacar yang membunuh ribuan orang Aztec dalam waktu singkat.
Pada tahun 1521, ibu kota Tenochtitlán jatuh dan kekaisaran Aztec resmi berakhir.
Dari peradaban megah yang pernah menguasai Meksiko, mereka kini hanya tinggal sejarah.
Baca Juga: Misteri Desa Tumbal, Konon Ada Suku Misterius Penyeimbang Hutan di Kalimantan
Meski dihancurkan oleh bangsa Spanyol, jejak peradaban Aztec masih terasa hingga sekarang, seperti:
Tentu saja, kisah mereka tetap menjadi salah satu yang paling menyeramkan dalam sejarah.
Jadi, kalau suatu saat Kamu mampir ke Meksiko dan melihat patung ular berkepala dua atau batu matahari Aztec, ingatlah bahwa dulu di tanah itu pernah berdiri peradaban yang luar biasa dan sekaligus mengerikan.
Peradaban yang memuja matahari, hidup dalam darah, dan akhirnya musnah oleh "dewa" yang mereka nantikan sendiri.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube