INDOZONE.ID - India dikenal sebagai negeri dengan peninggalan sejarah luar biasa, mulai dari era Hindu-Buddha hingga masa keemasan Islam.
Salah satu peninggalan penting dari masa Islam adalah Humayun’s Tomb, makam megah yang dibangun untuk Kaisar Mughal Humayun oleh istrinya, Hamida Banu Begum.
Humayun adalah kaisar Mughal ketiga dan ayah dari Jalaluddin Muhammad Akbar, yang terkenal lewat film "Jodha Akbar."
Baca Juga: Mahatma Gandhi: Tokoh Revolusioner India dengan Filosofi yang Ubah Dunia
Dia naik tahta pada 1530 M setelah kematian ayahnya, Babur, dengan kekuasaan yang meliputi Afghanistan, Pakistan, dan India Utara.
Namun, pada 1550 M, serangan dari Sher Shah Suri membuatnya terpaksa mundur dari Delhi dan mencari perlindungan di Persia.
Di Persia, Humayun bertemu Hamida Banu Begum. Pertemuan itu berujung pada pernikahan mereka pada 1541.
Baca Juga: Mengapa Menikah dengan Pohon? Menguak Keunikan Tradisi Kumbh Vivah di India
Hamida setia mendampingi Humayun di masa-masa sulit, termasuk saat mereka berusaha merebut kembali kekuasaan yang hilang.
Pada 1555 M, berkat bantuan Dinasti Safawiyah dari Persia, Humayun berhasil merebut kembali Delhi. Dari sini, pengaruh budaya Persia mulai masuk ke dalam istana Mughal.
Namun, kebahagiaan Humayun tidak berlangsung lama. Setahun setelah kemenangannya, Humayun meninggal tragis pada 1556 akibat terjatuh dari tangga.
Baca Juga: Muhammad Ali Jinnah: Dari Nasionalis India Menjadi Bapak Pendiri Pakistan
Untuk mengenang suaminya, Hamida membangun makam megah bagi Humayun pada 1569-1570, dengan biaya sekitar 1,5 juta rupee.
Arsitektur makam ini adalah perpaduan gaya Persia dan Mughal, dirancang oleh Mirak Mirza Ghiyath, seorang arsitek Persia.
Makam ini dibuat dari batu bata merah dan dihiasi marmer putih. Selain Humayun, makam ini juga menjadi tempat peristirahatan Hamida Banu Begum, serta Kaisar Jahangir dan tokoh Mughal lainnya.
Makam Humayun bukan hanya bukti cinta abadi, tetapi juga inspirasi bagi arsitektur Mughal selanjutnya, termasuk Taj Mahal.
Warisan ini menjadi simbol kejayaan dan kecintaan yang abadi di tengah sejarah kekaisaran Mughal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UNESCO, India Culture