Minggu, 06 OKTOBER 2024 • 14:20 WIB

Mengenang Kasus Robot Gedek: Teror Pembunuh Berantai di Jakarta Era 90-an

Author

Kasus Robot Gedek atau Siswanto

INDOZONE.ID - Nama Robot Gedek masih membekas dalam ingatan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta.

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang pria bernama Siswanto ini menggemparkan ibu kota pada pertengahan tahun 1990-an.

Kekejaman yang dilakukannya terhadap 12 anak jalanan membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.

Profil Singkat Robot Gedek

Robot Gedek atau Siswanto

Julukan 'Robot Gedek' diberikan kepada Siswanto, seorang pria asal Jakarta yang kemudian ditangkap dan dinyatakan sebagai pelaku serangkaian pembunuhan sadis.

Baca Juga: Kasus Leonarda Cianciulli: Ibu dari Italia yang Membunuh dan Memasak Korban

Nama Robot Gedek sendiri berasal dari kombinasi antara bentuk tubuh Siswanto yang besar dan perilakunya yang dianggap dingin seperti robot, serta "gedek" yang merujuk pada dinding bambu yang sering ditemukan di kawasan tempat tinggalnya.

Modus Operandi

ilustrasi diiming-iming makanan

Robot Gedek mengincar anak-anak jalanan sebagai korbannya. Ia biasanya mendekati korban dengan iming-iming makanan atau uang.

Setelah berhasil membujuk korban, ia kemudian membawa mereka ke tempat yang sepi dan melakukan aksi kejinya. Korban dilecehkan, dibunuh, dan dimutilasi dengan sangat brutal, kemudian membuang jasad para korban di tempat tersembunyi. 

Baca Juga: Tragedi Jonestown Massacre: Bunuh Diri Massal di Bawah Pengaruh Sekte Jim Jones

Robot Gedek bergerak di lingkungan kumuh dan padat penduduk yang sulit dijangkau oleh polisi. Serangkaian pembunuhan mulai terbongkar setelah beberapa anak hilang secara misterius, terutama di wilayah Kampung Melayu, Jatinegara, dan Tanah Abang.

Penangkapan dan Hukuman

ilustrasu penjara (freepik)

Setelah melakukan penyelidikan yang panjang, akhirnya polisi berhasil menangkap Robot Gedek pada tahun 1997. Atas perbuatan kejinya, Robot Gedek divonis hukuman mati oleh Pengadilan. Namun, ia merasa takut mati. 

Akhirnya, Siswanto mengajukan banding, tetapi upayanya untuk menghindari hukuman mati justru gagal. Setelah hampir 10 tahun menunggu, pada 25 Maret 2007, ia mengalami serangan jantung.

Baca Juga: Misteri di Pegunungan Ural Rusia: Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan

Ada spekulasi bahwa Baiku alias Babeh sebenarnya adalah Robot Gedek, namun hingga kini belum ada bukti yang mendukung hal itu.

Kecurigaan ini muncul karena pola kejahatan mereka serupa menargetkan anak-anak jalanan untuk pelecehan seksual dan pembunuhan. Saat Baikuni ditangkap pada 2010, ia menyebut Robot Gedek sebagai inspirasinya. 


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medium.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU